Penangkapan Pelaku Pencurian dan Pembunuhan di Kota Cilegon
Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menegaskan bahwa pelaku pembunuhan terhadap MAHM (9), putra bungsu anggota Dewan Pakar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon, Maman Suherman, tidak memiliki hubungan dekat dengan korban. Pelaku yang berinisial HA (30) disebut sebagai spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) yang mengincar rumah-rumah mewah dalam kondisi kosong.
HA ditangkap saat sedang melakukan pencurian di rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Rois, di Kelurahan Ciwedus. Tersangka ini merupakan warga Palembang yang bekerja di salah satu perusahaan Petrokimia di daerah Ciwandan, Kota Cilegon. Selain dugaan keterlibatan dalam kasus pencurian, HA juga diduga terlibat dalam pembunuhan anak politikus PKS tersebut.
Motif Masih Didalami
Menurut Irjen Pol Hengki, HA merupakan pelaku curat yang selalu menargetkan rumah-rumah bagus yang dalam keadaan kosong. “Pelakunya spesialis curat, pencurian dengan pemberatan rumah kosong, dan sasarannya rumah-rumah bagus,” jelas Hengki. Ia menambahkan bahwa penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka untuk mengungkap motif dan alur kejadian secara lengkap.
“Masih didalami, masih diperiksa, sudah (ditangkap) nanti kita akan rilis,” ujarnya. Hengki juga memastikan bahwa pelaku beraksi sendirian dan hingga saat ini hanya ada satu tersangka yang telah ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten pada Jumat, 2 Januari 2026.
Pengakuan Pelaku dan Penyimpanan Barang Bukti
Berdasarkan pengakuan HA, ia mencuri sejumlah barang berharga di rumah Haji Maman. Barang-barang tersebut disembunyikan di bawah pot bunga di area rumah mewah milik seorang anggota DPRD Cilegon. “Ada jam, emas-emas,” ungkap HA saat diinterogasi penyidik sesaat setelah ditangkap.
Penyidik kemudian bertanya tentang lokasi penyimpanan barang rampasan. “Kamu sembunyiin di mana?” tanya penyidik. “Di bawah pot warna hitam, dekat pembuangan air AC itu,” jawab pelaku dengan nada rendah.
Berdasarkan petunjuk tersebut, tim gabungan kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa tas berisi berbagai barang mewah hasil rampokan. Perhiasan emas hingga jam tangan mewah tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik hitam yang terkubur di dalam pot bunga untuk mengelabui petugas.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis menimpa seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun di Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (16/12/2025). Korban berinisial MAHM, siswa kelas IV SD, ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusukan di dalam rumahnya di kawasan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon.
Awalnya, kejadian diketahui sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D, yang berteriak meminta pertolongan. D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung.
Mendapat kabar tersebut, Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah. Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban sempat dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya.
Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunBanten.com











