Kematian Evia Maria, Mahasiswi Unima yang Mencuri Perhatian Warga Sulut
Kematian Evia Maria (21) menjadi perhatian warga Sulawesi Utara (Sulut) setelah ditemukan dalam kondisi tidak wajar. Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kecurigaan terhadap penyebab kematian mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) tersebut.
Evia Maria ditemukan meninggal di sebuah indekost di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, pada Selasa (30/12/2025). Ia adalah mahasiswi asal Kepulauan Sitaro, Sulut, yang seharusnya mengikuti ujian proposal skripsi pada 6 Januari 2026. Namun rencana itu tak terwujud karena ia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi yang mencurigakan.
Penyebab Kematian yang Masih Belum Jelas
Keluarga korban meminta kejelasan atas kematian Evia Maria. Kuasa hukum keluarga, Cyprus Tatali, menyatakan bahwa pihak keluarga telah sepakat untuk melakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis dan hukum. Dalam penjelasannya, ia menyebutkan adanya luka lebam di beberapa bagian tubuh korban serta posisi kain yang dinilai janggal.
“Untuk menghindari berbagai penafsiran dan spekulasi, keluarga memutuskan jenazah dilakukan otopsi,” kata Cyprus Tatali saat ditemui di rumah duka Perum CBA Gold, Mapanget, Minahasa Utara, Jumat (2/1/2026).
Selain itu, ia menyampaikan kekesalan terhadap penanganan kepolisian di Tomohon. Menurutnya, pihak kepolisian seharusnya menghubungi pihak Inafis sebelum membawa jenazah ke rumah sakit.
Keluarga Meminta Bantuan Kapolda Sulut
Keluarga Evia Maria juga meminta bantuan kepada Kapolda Sulut untuk mengusut kasus kematian putrinya. Kuasa hukum keluarga menekankan bahwa tindakan sepihak oleh oknum polisi di Tomohon tidak sesuai dengan prosedur penyelidikan.
“Jika memang itu bukan bunuh diri, siapa pelakunya,” katanya.
Ayah korban, Antonius Mangolo, sangat berharap pihak kepolisian dapat mengungkap tabir misteri di balik kematian putrinya. “Saya berharap institusi kepolisian sebagai penegak hukum dapat mengungkap kasus kematian tak wajar ini, kami semua mempercayakan penanganan kasus ini pada pihak kepolisian.”
Fakta-Fakta Terkait Kematian Evia Maria
Berikut adalah 10 fakta tentang Evia Maria:
-
Kronologi Awal Jasad Ditemukan
Jenazah Evia ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita oleh pemilik kost, YR, setelah salah satu penghuni kost memberi tahu bahwa ada penghuni yang meninggal. Setelah diperiksa, jenazah langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. -
Disemayamkan di Minahasa Utara
Jenazah Evia disemayamkan di rumah kerabat di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut. Rencana pembawaan jenazah ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro, dibatalkan setelah keputusan otopsi. -
Jenazah Akan Jalani Otopsi
Otopsi dilakukan di RS Kandou Manado setelah ditemukan luka biru di tubuh jenazah. Ayah korban sudah tiba di Manado untuk persiapan otopsi. -
Unggah Story Menyentuh Sebelum Natal
Evia dikenal sebagai sosok baik, rajin, dan pintar. Ia sempat mengunggah story tentang mandi di pantai dan menyelesaikan KKN. -
Rencana Tunangan Setelah Wisuda
Evia ternyata memiliki tambatan hati. Keduanya direncanakan akan tunangan setelah wisuda. -
Cita-Cita Menjadi Pramugari
Evia ingin menjadi pramugari. Ia sering berbicara tentang mimpi tinggi untuk terbang dari pulau kecil asalnya. -
Curhat ke Sahabat Sambil Menangis
Evia sempat curhat kepada sahabatnya, Nadia, tentang dugaan pelecehan seksual yang dialaminya dari oknum dosen Unima. -
Seharusnya Ujian Proposal Skripsi 6 Januari 2026
Evia seharusnya mengikuti ujian proposal skripsi pada 6 Januari 2026, namun kematian mendadak mengakhiri harapan itu. -
Tangis Revan Adik Evia Maria
Adik korban, Revan, histeris di rumah duka. Ia sangat berharap bisa merayakan Natal bersama kakaknya. -
DM Oknum Dosen Diperiksa Polisi
Oknum dosen yang diduga melecehkan Evia telah diperiksa oleh pihak kepolisian. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.












