Daerah  

TPA Suwung Bali Tutup 1 Maret 2026, 50 Persen Sampah Dibawa ke TPA Bangli

Penutupan TPA Suwung dan Solusi Pengelolaan Sampah di Bali

Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung di Kota Denpasar, yang akan dilakukan pada 1 Maret 2026, menjadi topik utama dalam rapat antara Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Bali, Wayan Koster, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta. Rapat ini digelar di Wisma Sabha Kantor Gubernur Bali pada Senin, 29 Desember 2025.

Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa penutupan TPA Suwung tidak bisa ditunda lagi. Sampah dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung akan dibawa ke TPA Bangli dengan jumlah sekitar 50 persen. TPA Bangli berlokasi di lembah Desa Landih. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai jumlah sampah yang akan dibawa ke TPA Bangli.

Persiapan Langkah-Langkah Pengelolaan Sampah

Menteri LH memberikan arahan agar Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung segera menyiapkan langkah-langkah pengelolaan sampah dalam dua bulan ke depan. Salah satu solusi yang diusulkan adalah menggunakan TPA Bangli sebagai tempat penampungan sementara.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menjelaskan bahwa beberapa upaya telah dilakukan oleh Pemkot Denpasar dan Kabupaten Badung, seperti penggunaan teknologi modern seperti TPS3R, TPST, dan pola pengelolaan sampah lainnya. Tujuannya adalah memaksimalkan pengelolaan sampah di hulu agar dapat mengurangi beban TPA.

Namun, TPA Bangli bukan merupakan TPA regional. TPA ini adalah milik Kabupaten Bangli yang diatur dalam Perda. Dalam Perda tersebut juga disebutkan bahwa Kabupaten Bangli dapat bekerja sama dengan daerah lain. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai pembagian sampah yang akan dibawa ke TPA Bangli.

TPA Bangli Sebagai Solusi Sementara

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyampaikan bahwa TPA Bangli dibangun oleh Kementerian PUPR pada tahun 2006 dan mulai dioperasikan pada tahun 2010. TPA ini merupakan TPA pertama di Indonesia dengan standar internasional. Namun, kapasitas harian TPA Bangli masih perlu dikaji lebih lanjut.

Sedana Arta juga mengingatkan bahwa basis Bali adalah pariwisata, sehingga pengelolaan sampah harus menjadi solusi alternatif jangka pendek. Ia berharap tidak banyak sampah yang dibawa ke TPA Bangli.

Selain itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara pengolahan sampah yang baik. Ia meminta dukungan dari semua komponen masyarakat untuk membantu penyampaian informasi yang benar tentang rencana pengelolaan sampah dari pemerintah Provinsi, Kota Denpasar, dan Kabupaten Badung.

TPA Suwung Akan Diubah Menjadi Waste to Energy

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa TPA Suwung akan diubah menjadi TPA Waste to Energy. Proses ini sedang dalam tahap lelang dan diperkirakan akan selesai dalam waktu 2 tahun.

Hanif menegaskan bahwa TPA Suwung tidak boleh dibiarkan terus beroperasi tanpa pengelolaan yang ramah lingkungan. Pemerintah sudah memberikan sanksi kepada TPA Suwung untuk segera diakselerasi menjadi TPA yang lebih ramah lingkungan.

Upaya Mengoptimalkan Pengelolaan Sampah

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki niat untuk membuang sampah ke luar Denpasar. Ia menyampaikan bahwa ada dua pilihan yang dihadapi: penggunaan insinerator atau pengolahan sampah berbasis listrik.

Pemkot Denpasar diwajibkan menyiapkan pengelolaan sampah sebanyak 1.200 ton per hari. Saat ini, sampah yang dikelola mencapai 245 ton per hari. Dengan upaya maksimal di TPST yang ada, mereka berharap bisa menyelesaikan sampah hingga 500 ton per hari.

Jaya Negara memohon kepada Menteri LH agar sampah sebanyak 200 ton tetap bisa dibuang ke TPA Suwung selama 2 tahun. Setelah itu, sampah yang tersisa akan dikelola sendiri. Namun, Menteri LH memutuskan bahwa TPA Suwung harus ditutup pada akhir Maret.

Solusi Alternatif dan Tantangan Pengangkutan Sampah

Jaya Negara menyampaikan bahwa pengiriman sampah ke TPA Bangli akan menjadi beban besar. Ia berharap dapat mencari alternatif lain agar tidak terlalu banyak truk yang membawa sampah ke Bangli.

Ia menegaskan bahwa masalah sampah harus diselesaikan sebelum energi listrik terbangun. Oleh karena itu, Gubernur Bali memutuskan untuk mendudukkan Denpasar, Badung, dan Bangli dalam mencari solusi terbaik.

TPA Bangli Dipercepat Revitalisasi

Menteri LH menyampaikan bahwa TPA Bangli akan direvitalisasi dengan semua instrumen yang diperlukan. Biaya pengangkutan dari Denpasar dan Kabupaten Badung ke TPA Bangli akan sangat mahal. Oleh karena itu, memaksimalkan pengelolaan sampah di hulu menjadi keniscayaan.


Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *