Penjajakan Jetour T2: SUV Boxy dengan Ambisi Kekuatan dan Kepraktisan
Di tengah persaingan ketat di segmen SUV boxy, Jetour T2 menarik perhatian dengan desain yang gagah dan kemampuan yang menjanjikan. Mobil ini tidak hanya terlihat tangguh, tetapi juga memiliki ambisi untuk hidup di dua dunia: jalan aspal perkotaan dan medan offroad. Untuk membuktikan klaim tersebut, sebuah pengujian dilakukan dalam sehari penuh, menjajal Jetour T2 di lintasan offroad Pagedangan, Serpong, hingga rute onroad menuju kawasan Cilandak Town Square, Jakarta.
Jetour T2 resmi meluncur di Indonesia pada akhir November 2025 dalam ajang GJAW di ICE BSD. Saat debut, SUV ini hanya ditawarkan dalam satu varian bermesin 2.0-liter turbo dengan transmisi DCT, dibanderol Rp568 juta OTR Jakarta untuk 500 konsumen pertama yang kemudian diperluas menjadi 1.000 unit.
Spesifikasi Utama Jetour T2
Sebagai SUV boxy modern, Jetour T2 dibangun dengan dimensi besar dan proporsional. Panjang bodinya mencapai 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.880 mm, serta ground clearance 220 mm. Ukuran ini membuat posturnya tampak berwibawa, sekaligus menjanjikan ruang kabin yang lapang.
Di balik kap mesin, Jetour T2 mengandalkan mesin Kunpeng 2.0-liter TGDI yang menghasilkan tenaga sekitar 245 PS dan torsi 375 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda melalui transmisi DCT yang dirancang untuk memberikan akselerasi responsif di jalan aspal. Untuk menunjang kemampuan jelajah, Jetour menyematkan sistem penggerak Intelligent X-AWD dengan 7+1 drive mode, termasuk X-Mode yang mampu memilih setelan terbaik secara otomatis sesuai kondisi jalan.
Kelebihan Jetour T2
Desain Rugged dan Kabin Luas
Kesan pertama yang paling menonjol dari Jetour T2 adalah desainnya yang sangat maskulin. Konsep “Rugged Adventure SUV” terasa kuat lewat bodi mengotak, garis tegas, dan aura tangguh yang kental. Dimensi besar tersebut berimbas langsung pada kelapangan kabin. Ruang penumpang terasa lega, baik di baris depan maupun belakang, menjadikannya nyaman untuk perjalanan jauh.
Performa Mesin Bertenaga di Jalan Raya
Mesin turbo 2.0 liter milik Jetour T2 terasa hidup saat dipacu di jalan aspal. Akselerasinya sigap, terutama saat menyalip atau melaju di kecepatan menengah hingga tinggi. Transmisi DCT memberi perpindahan gigi yang cepat dan halus, membuat karakter onroad Jetour T2 terasa menyenangkan untuk SUV berbobot besar.
Interior Mewah dan Fitur Berlimpah
Masuk ke dalam kabin, nuansa maskulin berpadu dengan kesan premium. Jetour T2 dibekali layar sentuh 15,6 inci, panel instrumen digital 10,25 inci, panoramic sunroof berukuran besar, hingga sistem audio premium. Fitur keselamatan juga lengkap, mulai dari enam airbag, sistem pengereman elektronik, hingga teknologi ADAS dengan sepuluh fungsi bantuan berkendara. Untuk kenyamanan, tersedia jok elektrik dengan fitur pendingin dan pemanas, wireless charger cepat, serta AC dual zone dengan filter CN95.
Kemampuan Offroad yang Nyata
Jetour T2 tidak sekadar tampil garang. Teknologi Intelligent X-AWD, fitur offroad crawling, serta pilihan mode berkendara seperti Rock, Sand, Snow, hingga X-Mode membuatnya mampu melibas jalur tanah dan rintangan ringan hingga menengah. Kedalaman rendam air hingga 700 mm juga menambah rasa percaya diri saat melewati genangan.
Struktur Bodi Kokoh dan Bagasi Fleksibel
Struktur hardtop cage body dengan dominasi baja berkekuatan tinggi membuat bodinya terasa solid. Atapnya diklaim mampu menahan beban besar, sementara kapasitas bagasi mencapai 574 liter dan bisa diperluas hingga 1.455 liter saat kursi baris kedua dilipat.
Kekurangan Jetour T2
Suspensi Terasa Keras di Perkotaan
Setelan suspensi yang kaku memang efektif menekan body roll, tetapi berdampak pada kenyamanan, terutama bagi penumpang belakang saat melintasi jalan kota yang tidak rata. Bantingan terasa rigid dan kurang bersahabat untuk penggunaan harian di dalam kota.
Transmisi DCT Kurang Ideal untuk Offroad Berat
Meski unggul di jalan aspal, transmisi DCT justru menjadi titik lemah di medan offroad berat. Saat diuji, perpindahan gigi terasa kurang sigap dan suhu transmisi cepat meningkat, ditandai dengan peringatan di layar. Hal ini membuat kemampuan offroad Jetour T2 lebih realistis untuk fun offroad atau jalur ringan hingga sedang.
Konsumsi BBM Relatif Boros
Dalam pengujian rute Serpong–Cilandak dengan kondisi lalu lintas padat, konsumsi bahan bakar Jetour T2 tercatat sekitar 10 km per liter. Angka ini tergolong biasa saja untuk SUV bermesin turbo besar, namun jelas bukan yang paling efisien di kelasnya.
Harga dan Pertimbangan Membeli
Dengan harga Rp568 juta OTR Jakarta, Jetour T2 masuk ke segmen SUV menengah-atas dengan pendekatan lifestyle dan petualangan. Harga tersebut sebanding dengan kelengkapan fitur, desain, serta performa onroad yang ditawarkan, meski masih menyisakan kompromi di sisi kenyamanan dan offroad ekstrem.
Jetour T2 adalah SUV boxy dengan karakter kuat dan tampilan sangat jantan. Di jalan aspal, performanya impresif dan stabil. Di luar jalan raya, ia tetap mampu diajak bertualang, meski tidak dirancang untuk offroad ekstrem dalam waktu lama. Jika kebutuhan utama adalah SUV bergaya petualang dengan fitur lengkap dan performa onroad solid, Jetour T2 layak dipertimbangkan. Namun bagi pencari kenyamanan maksimal atau offroad berat, ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan.












