Daerah  

Ikuti Arahan Dedi Mulyadi, Summarecon Mall Bekasi Batal Gelar Kembang Api

Pembatalan Pesta Kembang Api di Bekasi dan Langkah Solidaritas

Manajemen Summarecon Mall Bekasi (SMB) secara resmi membatalkan agenda Spectacular Fireworks atau pesta kembang api saat pergantian tahun baru 2026. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Pulau Sumatra. Meskipun demikian, perayaan malam tahun baru tetap digelar dengan menghadirkan Yura Yunita.

Perayaan Malam Tahun Baru yang Berbeda

Agenda Spectacular Fireworks yang seharusnya diadakan pada Minggu (30/11/2025) tidak dilaksanakan. Keputusan ini diputuskan untuk menunjukkan dukungan kepada korban bencana dan meningkatkan kesadaran sosial. Namun, SMB tetap menyelenggarakan acara New Years Eve 2026 yang akan menampilkan Yura Yunita pada Rabu (31/12/2025).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, juga memberikan imbauan kepada warga untuk tidak menggelar pesta kembang api. Ia mengajak masyarakat untuk mengganti kegiatan tersebut dengan doa bersama sebagai bentuk kepekaan sosial dan refleksi diri. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan sikap pemerintah dalam merespons kondisi masyarakat yang sedang menghadapi tantangan.

Imbauan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Keputusan SMB dan Wali Kota Bekasi didasarkan pada larangan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi melarang masyarakat dan pihak swasta di Jawa Barat untuk melaksanakan pesta kembang api selama malam tahun baru 2026. Larangan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih tenang dan menjaga kondusivitas lingkungan.

Dedi Mulyadi juga menginginkan masyarakat mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan positif seperti kumpul keluarga, makan bersama, atau doa bersama. Pemprov Jabar akan menerbitkan surat edaran (SE) yang mengatur larangan tersebut. Dalam SE tersebut, masyarakat diminta untuk tidak melakukan perayaan secara berlebihan, termasuk pesta kembang api.

Kebijakan di Jakarta dan Depok

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengambil langkah serupa dengan meniadakan pesta kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2026. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bagian dari pengaturan perayaan Natal dan Tahun Baru di Ibu Kota. Ia mengimbau masyarakat untuk merayakan tahun baru dengan cara yang lebih bermanfaat, seperti berdoa bagi para korban bencana.

Wali Kota Depok, Supian Suri, juga mengikuti instruksi Gubernur Jawa Barat dengan melarang pesta kembang api di Kota Depok. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap korban bencana banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera. Supian Suri mengajak masyarakat untuk sama-sama berempati dan memberikan perhatian terhadap saudara-saudara mereka di daerah terdampak.

Peran Polri dalam Mengawasi Pesta Kembang Api

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengumumkan bahwa Polri tidak memberikan izin pelaksanaan pesta kembang api pada malam puncak Tahun Baru 2026. Keputusan ini diambil karena Indonesia tengah berduka akibat bencana yang melanda wilayah Sumatra. Sigit mengimbau masyarakat untuk merayakan pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti berdoa bagi para korban bencana.

Kepedulian dan Solidaritas Sosial

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa kepedulian dan solidaritas sosial jauh lebih bermakna ketika lahir dari kesadaran bersama, bukan karena paksaan. Ia mengimbau masyarakat yang masih berkeinginan bermain kembang api maupun petasan untuk ditiadakan. Meski tidak ada razia atau sanksi, pemerintah berharap kesadaran masyarakat tumbuh secara sukarela.

Pemerintah dan masyarakat di berbagai daerah telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap situasi yang sedang dihadapi. Dengan tidak menggelar pesta kembang api, mereka menunjukkan sikap yang lebih bijak dan penuh empati. Pergantian tahun baru diharapkan menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan yang telah dilalui dan memohon agar tahun yang akan datang membawa ketenangan, keberkahan, dan perlindungan bagi seluruh warga.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *