Avengers: Doomsday dan Kembalinya Steve Rogers
Avengers: Doomsday, film terbaru dari Marvel Cinematic Universe (MCU), tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar. Meskipun teaser resmi dirilis pada malam hari tanggal 23 Desember 2025, beberapa bocoran telah beredar di media sosial dan memicu spekulasi besar-besaran. Salah satu hal yang paling menarik adalah kembalinya Steve Rogers alias Captain America dalam film ini.
Steve Rogers seharusnya sudah gantung baju sebagai Captain America, namun kini muncul lagi dalam konflik multiverse. Teaser tersebut menampilkan Steve memegang kostum Captain America versi Avengers: Endgame (2019) sebelum beralih ke adegan emosional saat ia menggendong seorang bayi. Akhir dari teaser itu disampaikan dengan kalimat sederhana tapi menggugah, “Steve Rogers will return in Avengers: Doomsday.”
Spekulasi tentang peran Steve Rogers dalam Avengers: Doomsday semakin meningkat. Berikut beberapa teori yang layak dibahas:
1. Steve Diduga Menjadi Pemicu Kekacauan Multiverse
Dalam Avengers: Endgame, Ancient One menjelaskan bahwa perubahan sekecil apa pun pada timeline dapat memicu cabang realitas baru yang berpotensi mengancam keberlangsungan multiverse. Steve Rogers memilih tinggal di masa lalu bersama kekasihnya, yang bisa jadi memicu anomali dalam multiverse.
Dengan kedatangan Victor von Doom atau Doctor Doom di MCU, Steve berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, ia bisa dipandang bertanggung jawab atas kekacauan multiverse, tetapi di sisi lain, ia hanya ingin mempertahankan kedamaian yang selama ini ia impikan.
2. Steve Bisa Saja Muncul sebagai Captain America Versi Jahat
Sebelum teaser pertama Avengers: Doomsday beredar, fans sudah ramai membicarakan kemunculan varian Steve Rogers. Kalimat penutup teaser yang menyebut “Steve Rogers will return” menimbulkan teori baru bahwa sosok Steve yang akan muncul bukanlah Captain America versi utama.
Salah satu teori menyebut bahwa Steve akan muncul sebagai Captain Hydra, versi jahat dari Captain America. Ia memiliki fisik dan kecerdasan taktis setara Captain America utama. Banyak fans meyakini bahwa Captain Hydra akan bersekutu dengan Doctor Doom untuk menguasai multiverse.

3. Tim Avengers Baru Membutuhkan Steve sebagai Penasihat di Balik Layar
Steve Rogers secara simbolik menyerahkan kepemimpinannya kepada Sam Wilson dalam Avengers: Endgame. Meski Sam memiliki kapasitas kepemimpinan yang solid, Steve memiliki pengalaman lebih banyak selama menjadi Captain America.
Dugaan muncul bahwa Avengers: Doomsday akan menampilkan konflik antara Avengers bentukan Sam dan New Avengers bentukan Valentina Allegra de Fontaine. Dalam situasi ini, Steve bisa berperan sebagai mentor di balik layar untuk meredam ketegangan sekaligus menyatukan kedua kubu Avengers.

4. Steve Dapat Terjun ke Pertempuran Multiverse sebagai Nomad
Setelah peristiwa Captain America: Civil War, Steve meninggalkan identitas Captain America dan kembali beraksi sebagai Nomad. Spekulasi muncul bahwa Steve mungkin tidak akan muncul sebagai Captain America, melainkan sebagai Nomad.
Adegan di teaser yang menampilkan Steve menyimpan kostumnya ke dalam kotak menegaskan keputusannya untuk pensiun. Skenario ini lebih masuk akal agar tidak berbenturan dengan status Sam Wilson sebagai Captain America dan pemimpin Avengers.

5. Steve Direkrut TVA untuk Memimpin Peperangan Melawan Doctor Doom
Setelah serial Loki, Time Variance Authority (TVA) memikul tanggung jawab besar dalam krisis multiverse. Steve Rogers bisa menjadi kandidat ideal karena pengalamannya dalam menghadapi perjalanan waktu.
Keterlibatan Steve dalam kekacauan multiverse bisa menjadi bentuk penebusan dosa. Jika muncul sebagai Nomad dalam Avengers: Doomsday, ia bisa tampil di garis depan bersama TVA untuk menghadapi Doctor Doom.

Lewat deretan teori ini, fans berharap kembalinya sang superhero ikonik MCU bukan sekadar fan service, melainkan memiliki peran krusial dalam konflik besar Avengers: Doomsday. Dari enam teori yang beredar, manakah yang paling menarik menurutmu?
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












