Target Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit di Papua
Presiden Prabowo Subianto memiliki rencana besar untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Pulau Papua. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan luasan perkebunan tersebut sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi dari BBM nabati atau etanol. Dengan langkah ini, kawasan paling timur Indonesia diharapkan tidak lagi bergantung pada pasokan energi dari luar daerah.
Selain pengembangan kelapa sawit, Presiden juga mendorong pengembangan berbagai tanaman perkebunan lain yang dapat diolah menjadi etanol. Rencana ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) dari luar negeri. Jika rencana ini berhasil direalisasikan, Indonesia bisa menghemat devisa dalam jumlah sangat besar.
Menurut Prabowo, apabila produksi CPO dari sawit di Papua meningkat, maka akan ada penghematan ratusan triliun rupiah yang selama ini digunakan untuk subsidi BBM. Ia menegaskan bahwa jika impor BBM bisa dipangkas setengahnya, maka akan ada penghematan sebesar Rp 250 triliun. Bahkan, jika bisa dipangkas hingga Rp 500 triliun, setiap kabupaten bisa memiliki dana sebesar satu triliun untuk pembangunan.
Data Luasan Perkebunan Kelapa Sawit di Papua
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, luasan perkebunan kelapa sawit di Tanah Papua masih sangat kecil dibandingkan pulau lain. Wilayah Papua Selatan memiliki areal sawit terluas, sementara Papua Pegunungan belum memiliki perkebunan kelapa sawit sama sekali.
Meski kondisi lahan di Papua dinilai sangat mendukung untuk pengembangan kelapa sawit, wilayah ini juga dikenal memiliki hutan yang luas serta keanekaragaman hayati yang tinggi. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan perkebunan.
Sejarah Perkebunan Kelapa Sawit di Papua
Keberadaan perkebunan kelapa sawit di Papua bukanlah hal baru. Salah satu perusahaan besar yang telah lama mengantongi konsesi di wilayah ini adalah Tunas Sawa Erma (TSE) Group, yang sebelumnya merupakan bagian dari Korindo, konglomerasi bisnis asal Korea Selatan.
Berdasarkan informasi di situs resmi perusahaan, TSE Group mulai mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Papua sejak 1998. Lokasi awalnya berada di Kabupaten Boven Digoel dan Merauke. Hingga 2021, TSE Group bersama anak-anak usahanya mengelola delapan perkebunan kelapa sawit yang tersebar di beberapa wilayah di Papua dan Maluku Utara.
Seluruh unit usaha tersebut beroperasi di bawah payung perusahaan PT Tunas Sawa Erma (TSE), PT Dongin Prabhawa (DP), PT Berkat Cipta Abadi (BCA), PT Gelora Mandiri Membangun (GMM), dan PT Papua Agro Lestari (PAL).
Pengembangan Perkebunan oleh TSE Group
Aktivitas penanaman sawit di Papua dimulai setelah PT TSE memperoleh Izin Pelepasan Kawasan Hutan dari Kementerian Kehutanan pada 1998. Luasan lahan yang diperoleh sekitar 34.000 hektare di Boven Digoel. Pada tahun yang sama, perusahaan mulai menanam bibit kelapa sawit di area seluas 7.917 hektare, yang kemudian terus bertambah hingga saat ini.
Saat ini, TSE Group telah melakukan penanaman di enam lokasi perkebunan aktif dengan total luas sekitar 60.000 hektare. Dalam tiga tahun terakhir, total produksi tandan buah segar dari seluruh kebun tersebut melampaui 3 juta ton.
Anak usaha lainnya, PT Berkat Cipta Abadi (BCA), memiliki izin Hak Guna Usaha (HGU) atas lahan kurang lebih 10.000 hektare. Meski sebagian besar areal tersebut belum ditanami, BCA juga memiliki perkebunan di Merauke yang mulai memasuki tahap penanaman pada 2012.
Pengembangan Perkebunan oleh Anak Perusahaan TSE Group
PT Dongin Prabhawa (DP), salah satu anak perusahaan TSE Group, mulai mengembangkan perkebunan sawit di Merauke sejak 2011. Sementara itu, PT Papua Agro Lestari (PAL), yang beroperasi di Merauke tepatnya di kawasan perbatasan Indonesia–Papua Nugini, memperoleh izin Hak Guna Usaha pada tahun yang sama dengan PT Gelora Mandiri Membangun (GMM) untuk areal seluas sekitar 25.000 hektare.
Pengembangan perkebunan kelapa sawit oleh PT PAL terus berlangsung sejak 2014. Hingga saat ini, luas kebun yang telah tertanam mencapai kurang lebih 4.200 hektare.
Pemisahan Entitas Bisnis
Pada tahun 2021, Korindo resmi melepas TSE Group sebagai grup bisnis terpisah. Dengan pemisahan ini, Korindo Group maupun TSE Group saat ini dikelola oleh manajemen terpisah. Hal ini menandai awal baru bagi pengembangan perkebunan kelapa sawit di Papua.












