Pengakuan Ayustina Delia Priatna tentang Kesulitan Meraih Medali Emas
Atlet balap sepeda asal Kota Bandung, Ayustina Delia Priatna, memberikan pengakuan mengenai kesulitan yang dihadapi dalam meraih medali emas di nomor trek scratch putri SEA Games 2025. Laga ini berlangsung di Hua Mark Velodrome, Bang Kapi, Bangkok, pada Kamis 18 Desember 2025.
Di nomor trek scratch, Ayustina Delia Priatna harus puas dengan medali perunggu untuk kontingen Indonesia. Medali emas diraih oleh pembalap Malaysia Zubir Nur Aisyah Mohamad, sedangkan medali perak diperoleh Valencia Tan dari Singapura.
Pada ajang SEA Games 2025 ini, Ayu, sapaan akrab Ayustina Delia Priatna, berhasil menyumbangkan satu medali emas dan dua medali perunggu. Medali emas diraihnya dari nomor individual time trial (ITT) road race putri dengan catatan waktu 59 menit 18 detik. Medali perak dan perunggu diraih oleh atlet tuan rumah, Phetdarin Somrat (1 jam 2 menit 31 detik) dan Chaniporn Batriya (1 jam 2 menit 40 detik), pada lomba di Burapha Prachaphakdi Park, Bangkok, Senin (17/12).
Emas di nomor time trial putri tersebut sekaligus mengulang keberhasilan Ayustina pada SEA Games Vietnam 2021. Pada SEA Games Kamboja 2023, nomor tersebut tidak dipertandingkan.
Sedangkan dua medali perunggu berasal dari nomor trek scratch dan nomor individual road race. Di nomor ini, medali emas diraih oleh pembalap tuan rumah Jutatip Maneephan, medali perak disabet Zubir Nur Aisyah Mohamad dari Malaysia.
Persaingan Ketat dalam Trek Scratch
Mengenai penampilannya di nomor trek scratch, Ayu mengungkapkan bahwa persaingan berjalan sangat ketat karena dirinya menjadi salah satu pembalap yang paling mendapat pengawalan dari para pesaing.
“Memang posisi saya cukup sulit, karena setiap peserta seperti fokus ke saya. Jadi agak sulit untuk melakukan breakaway atau mengambil inisiatif,” ujar Ayu setelah lomba.
Meski hanya meraih perunggu pada nomor terakhirnya, atlet asal Bandung itu mengaku puas dengan hasil keseluruhan yang diraih di Bangkok. Target utama yang dicanangkan sejak awal, yakni satu medali emas, telah berhasil dipenuhi.
“Target saya memang satu emas di nomor individual time trial (ITT) road race. Tetapi saya tetap berjuang di setiap nomor karena dukungan penuh dari tim, dan akhirnya masih bisa menutup dengan perunggu,” kata Ayustina.
Titik Awal Kebangkitan
Sementara saat berlaga di nomor individual time trial (ITT), Ayu berhasil meraih medali emas yang disebutnya menjadi titik awal kebangkitan setelah melewati fase terberat dalam kariernya.
Ayu tampil dominan dan meraih medali emas dengan catatan waktu 59 menit 18 detik, mengungguli dua wakil tuan rumah Thailand, Phetdarin Somrat (1 jam 2 menit 31 detik) dan Chaniporn Batriya (1 jam 2 menit 40 detik) yang meraih perak dan perunggu.
“Buat saya, arti emas ini adalah awal dari segalanya. Titik kembali. Di saat kemarin-kemarin sempat down dan merasa putus asa,” ujar Ayu seusai perlombaan.
Emas di nomor ketepatan waktu putri kali ini juga mengulang keberhasilan Ayu di SEA Games 2021 Vietnam. Dalam edisi 2023 di Kamboja, nomor tersebut tidak dilombakan.
Emas kali ini juga menjadi modal penting Ayu untuk menuju level yang lebih tinggi mulai Asian Games 2026 Aichi-Nagoya hingga ke Olimpiade 2028 Los Angeles. “Target selanjutnya Asian Games dan Olimpiade. Insyaallah, Aamin,” katanya.
Tambah 11 Medali Emas
Pada pertarungan kemarin Jumat 19 Desember 2025, Indonesia menambah 11 medali emas dari berbagai cabang olah raga. Cabang olah raga triathlon membuka raihan medali emas tim Merah Putih pada hari Jumat, setelah Martina Ayu Pratiwi mengamankan podium tertinggi di nomor individual putri.
Torehan tersebut membuat Martina kini telah menyumbangkan total lima medali emas dan dua perak untuk Indonesia di ajang SEA Games 2025. Sementara di kategori putra, Rashif Amila Yaqin membawa lagu Indonesia Raya berkumandang setelah tampil yang terbaik di triathlon individu putra.
Para atlet Merah Putih terus berjibaku meraih medali emas, setelah di cabang perahu naga, tim Indonesia tampil dominan di nomor perahu kecil 500 meter. Di nomor perahu standar campuran 500 meter, tim Indonesia kembali menuai sukses dengan meraih medali emas.
Tak lama kemudian di cabang tenis, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi setelah menjadi yang terbaik di nomor ganda putri.
Bertanding di Tennis Development Center, Bangkok, Jumat pagi, pasangan Aldila/Janice menumbangkan wakil tuan rumah duet Patcharin Cheapchandej/Thasasporn Naklo pada partai final dalam laga dua set langsung 6-2, 6-1.
Kemudian tim Hoki Indoor Putra Indonesia meraih medali emas SEA Games 2025 setelah mengalahkan Malaysia pada laga final setelah memastikan kemenangan 2-1 melalui Point Shooting Off (PSO) setelah sebelumnya bermain imbang 4-4.
“Kami senang dan bangga bisa mempersembahkan medali emas bagi kontingen Indonesia,” kata Kapten Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia Revo Priliandro usai pertandingan yang berlangsung di Thai-Japan Sport Center, Bangkok, Jumat (19/12).
Kemenangan juga diraih tim hoki es, setelah Indonesia membawa pulang medali emas dengan menundukkan tuan rumah Thailand di final dengan skor 3-2 di International Ice Hockey Arena, Bangkok.
Di berkuda palang rintang, Brayen Nathan Brata menyabet medali emas setelah tampil yang terbaik di nomor individual show jumping. Medali emas terakhir pada hari ini diperoleh dari cabang futsal setelah timnas Indonesia menggunduli tuan rumah Thailand dengan skor 6-1 pada babak final.
Berikut klasemen SEA Games Thailand 2025 hingga Jumat (19/12) pukul 22.30 WIB:
| Emas | Perak | Perunggu |
|---|---|---|
| 1 Thailand | 232 | 154 |
| 2 Indonesia | 91 | 111 |
| 3 Vietnam | 86 | 79 |
| 4 Malaysia | 56 | 56 |
| 5 Singapura | 52 | 60 |
| 6 Filipina | 50 | 73 |
| 7 Myanmar | 3 | 21 |
| 8 Laos | 2 | 9 |
| 9 Brunei Darussalaman | 1 | 3 |
| 10 Timor Leste | 0 | 1 |












