RDMP Balikpapan Memasuki Fase Operasi, Tantangan bagi Pekerja Kontrak
Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan segera memasuki fase operasi dan akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Desember 2025. Proyek yang dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru bagi Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur. Dengan beroperasinya kilang, perputaran ekonomi daerah diprediksi melaju lebih cepat dan merata.
Namun, di balik optimisme tersebut, para pekerja kontrak menghadapi ketidakpastian terkait masa depan pekerjaan mereka. Sejumlah pekerja lokal mengaku mulai merasakan perubahan dinamika kerja menjelang masuknya kilang ke tahap operasional. Supriansyah (34), pekerja kontrak di proyek RDMP, mengatakan bahwa iklim kerja menjadi semakin ketat seiring mendekatnya masa operasional. Ia menyebut peningkatan standar keselamatan sebagai hal positif, tetapi ketidakpastian kontrak menjadi kekhawatiran utama.
Rudianto, pekerja kontrak lainnya, berharap ada kepastian kerja jangka panjang setelah RDMP beroperasi penuh. “Sampai sekarang belum ada pembahasan soal kontrak ke depan. Mudah-mudahan bisa diperpanjang, syukur-syukur dipermanenkan,” ujarnya. Dari sisi pendapatan, sebagian pekerja mengakui adanya kenaikan insentif, namun beberapa fasilitas seperti uang makan tambahan dan tunjangan transportasi tidak lagi diberikan.
Kristianto, pekerja kontrak lainnya, menyoroti minimnya pelatihan keterampilan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan operasional kilang. “Kalau memang mau memprioritaskan pekerja lokal, pelatihan harus ditingkatkan supaya kami bisa bersaing dengan pekerja dari luar,” harapnya.
Meski demikian, para pekerja mengakui penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) semakin ketat menjelang fase operasional. “Kalau K3 sudah cukup baik karena sering ada pelatihan internal,” tambah Kristianto.
Cerita Mantan Pekerja
Sementara itu, sejumlah mantan pekerja fisik proyek RDMP yang kontraknya telah berakhir menyimpan cerita berbeda. Faturahman (32), mantan pekerja alih daya di proyek RDMP, mengaku diberhentikan sejak awal 2025 dengan alasan efisiensi. “Alasannya efisiensi dan penyesuaian struktur pekerjaan. Ada yang dapat pesangon, ada juga yang tidak, tergantung kebijakan perusahaan karena kami lewat pihak ketiga,” ungkapnya.
Dedi Irawan (40), mantan pekerja lainnya, mengaku tekanan hidup meningkat setelah kehilangan pekerjaan. “Kami ini tulang punggung keluarga. Pengeluaran tetap berjalan, tapi pemasukan hilang. Itu yang paling berat,” ujarnya. Para pekerja berharap manfaat besar RDMP Balikpapan tidak hanya dirasakan di tingkat nasional, tetapi juga menyentuh kesejahteraan tenaga kerja lokal yang telah terlibat sejak awal pembangunan.
Komitmen Perusahaan
PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memastikan bahwa transisi dari fase konstruksi menuju fase operasi pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan berjalan sesuai rencana. VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menjelaskan bahwa peralihan fase proyek akan membawa perubahan alami pada kebutuhan tenaga kerja, terutama setelah sejumlah paket konstruksi dinyatakan selesai.
“Sebagai pekerjaan berbasis proyek, jumlah tenaga kerja pada fase konstruksi secara alamiah akan menurun seiring selesainya paket-paket pekerjaan dan mulai masuknya kilang pada fase operasi,” jelasnya dalam keterangan resmi. Formasi pekerja operasional kilang akan didominasi oleh pekerja tetap dan profesional sesuai standar industri migas.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pertamina telah menyiapkan tenaga kerja operasional secara paralel melalui mekanisme college shopping dengan berbagai perguruan tinggi di Balikpapan dan Kalimantan Timur. Selain itu, penyedia jasa lokal tetap akan diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendukung dan kegiatan maintenance berkala.
PT KPB menegaskan, komitmen membuka ruang bagi tenaga kerja lokal terus menjadi prioritas dalam fase operasi ini. Pelatihan tersebut meliputi K3, sharing session, diskusi teknis, hingga pendampingan keselamatan melalui budaya HSSE perusahaan. Sejumlah program khusus juga diterapkan, seperti:
- Kasih Paham Ndor – pelatihan spesifik bagi pekerja frontline tentang prosedur kerja aman di lapangan.
- Forsasa (Forum Sahabat Safety) – wadah peningkatan kompetensi safetyman dari level dasar hingga standar teknis yang lebih tinggi.
Pemkot Bentuk Satgas
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan akan membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) pengawasan seiring berakhirnya Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang memasuki fase operasional. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menjelaskan bahwa koordinasi terkait operasional RDMP dan dampak ketenagakerjaan telah dilakukan bersama Komite Pengembangan SDM Industri (KPSI) serta pihak kontraktor.
Satgas tersebut, lanjutnya, telah dibentuk dan mulai bekerja melakukan pengawasan. Pemerintah berharap proses pemutusan hubungan kerja dapat berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk pemenuhan hak kompensasi dan pesangon bagi pekerja terdampak. Pemkot juga mendorong para pekerja untuk mengikuti berbagai program pelatihan guna meningkatkan keterampilan maupun membuka peluang usaha baru.
LBH Buka Pendampingan Hukum
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sentra Juang mengaku kerap menerima berbagai keluhan dari pekerja proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan. Direktur LBH Sentra Juang, Mangara Tua Silaban, mengatakan pihaknya siap memberikan pendampingan hukum kepada para pekerja, termasuk melalui jalur gugatan perdata hingga pidana apabila ditemukan pelanggaran hak ketenagakerjaan.
LBH Sentra Juang memang cukup sering menerima konsultasi dari pekerja RDMP, tetapi hanya sebagian kecil yang berlanjut ke pendampingan hukum secara resmi. Menurut Mangara, kondisi tersebut terjadi karena masih banyak pekerja yang takut kehilangan kesempatan kerja atau tidak memahami mekanisme advokasi hukum.
Program Persiapan Tenaga Kerja
Program PT KPI / Pertamina (PT KPB) mencakup:
- college shopping
- kerja sama dengan perguruan tinggi di Balikpapan dan Kalimantan Timur.
Penyedia jasa dan tenaga pendukung lokal tetap diberdayakan untuk:
* kegiatan operasional penunjang
* maintenance berkala kilang.
Program Peningkatan Kapasitas Pekerja
- Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara berkelanjutan.
- Sharing session dan diskusi teknis lapangan.
- Pendampingan keselamatan berbasis budaya HSSE.
Program khusus:
* Kasih Paham Ndor – pelatihan prosedur kerja aman bagi pekerja frontline.
* Forsasa (Forum Sahabat Safety) – peningkatan kompetensi safetyman dari level dasar hingga lanjutan.
Program Pemerintah Kota Balikpapan
- Membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Ketenagakerjaan pasca berakhirnya proyek RDMP.
- Satgas difungsikan untuk mendeteksi dini potensi PHK dan dampak sosial ketenagakerjaan.
- Satgas melibatkan lintas instansi:
- Disnaker Provinsi Kaltim
- Disnaker Kota Balikpapan
- Kepolisian
- Kejaksaan Negeri.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












