Bencana yang Mengguncang Indonesia di Tahun 2025
Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi Indonesia, dengan berbagai bencana alam menghiasi perjalanan negara ini. Dari banjir besar hingga tanah longsor, gempa bumi, erupsi gunung api, dan kebakaran hutan, seluruh wilayah Indonesia terdampak. Berikut adalah rangkuman bencana terbesar yang terjadi sepanjang tahun ini:
1. Banjir dan Tanah Longsor di Pekalongan (Januari 2025)
Pada awal tahun 2025, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dilanda longsor dan banjir pada hari Selasa (21/1/2025). Sebanyak 17 korban tewas dan belasan lainnya hilang akibat longsoran tebing. Wilayah seperti Kedungwuni, Wonopringgo, dan Talun juga terendam banjir. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam menyebabkan bencana ini. Total korban tewas mencapai 20 orang, sementara 14 lainnya mengalami luka.
2. Banjir di Demak (Februari 2025)
Masuk bulan kedua tahun 2025, banjir melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pada Rabu (5/2/2025), air bah menggenangi sembilan desa di dua kecamatan, membuat aktivitas warga lumpuh. Sebanyak 6.040 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 25.981 jiwa terdampak. Ribuan rumah dan fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan pasar terendam. Tinggi banjir mencapai setinggi dada orang dewasa, menyebabkan akses jalan terputus.
3. Banjir di Jabodetabek (Maret 2025)
Awal Maret 2025, Jakarta dan sekitarnya menghadapi banjir besar yang menyebabkan ribuan warga terdampak. Banjir pada Selasa (4/3/2025) memaksa masyarakat mengungsi dan merusak infrastruktur. Di Bogor, 381 keluarga atau 1.399 jiwa terdampak, satu warga hilang. Di Depok dan Bekasi, banjir melanda banyak lokasi. Di Kabupaten Tangerang, enam kecamatan terendam dengan ketinggian air mencapai 50 cm hingga 1 meter.
4. Gempa di Bengkulu M 6,3 (Mei 2025)
Gempa bumi M 6,3 mengguncang Bengkulu pada Jumat (23/5/2025) dini hari. Gempa ini menyebabkan kerusakan luas dan trauma mendalam bagi warga. Sekitar 100 rumah mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Kelurahan Betungan menjadi wilayah yang paling terdampak. Getaran kuat dirasakan di beberapa daerah lain seperti Kelurahan Pagar Dewa dan Kecamatan Selebar.
5. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) (Mei–Juli 2025)
Setelah serangkaian banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengintai sejumlah wilayah. Sejak akhir Mei 2025, titik api terdeteksi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau. Lebih dari 150 hektar lahan terbakar di kawasan Tele dan Tongging. Pada Juli, api meluas hingga area Danau Toba. Sebagian besar kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran untuk membuka lahan pertanian.
6. Longsor Banjarnegara (November 2025)
Bencana tanah longsor kembali melanda Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebanyak 934 jiwa dari 335 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi setelah longsor menerjang Desa Pandanarum. Hingga Rabu (19/11/2025) malam, tiga warga ditemukan meninggal dunia, sementara 25 orang dinyatakan hilang. Kerusakan fisik meliputi 182 rumah, serta kerugian ekonomi seperti kehilangan ternak dan warung.
7. Erupsi Gunung Semeru (November 2025)
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Rabu (19/11/2025). Letusan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan 143 ternak warga dilaporkan mati. Erupsi juga memaksa 1.131 warga mengungsi ke 11 lokasi berbeda.
8. Banjir dan Longsor Sumatera (Akhir November–Desember 2025)
Pulau Sumatera mengalami salah satu bencana terburuk tahun ini. Pada akhir November 2025, hujan ekstrem memicu banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Sampai Minggu (14/12/2025), korban tewas mencapai 1.016 jiwa, dengan jumlah korban hilang mencapai 212 orang. Pengungsi mencapai 624.670 orang. Kerusakan meliputi 37.546 rumah dan berbagai fasilitas publik. Kebutuhan pemulihan mencapai Rp 51,82 triliun.












