Perjalanan Nurul dari Ibu Rumah Tangga ke Pengrajin Berpenghasilan Jutaan Rupiah
Nurul, seorang ibu rumah tangga dari Tarakan, Kalimantan Utara, kini memiliki penghasilan sendiri berkat keterampilannya dalam membuat sesingal. Sesingal adalah ikat kepala khas masyarakat Suku Tidung yang biasanya tinggal di wilayah Kabupaten Tana Tidung dan Tarakan. Awalnya, Nurul hanya memproduksi lima sesingal per hari dan menjualnya secara langsung kepada tetangga melalui mulut ke mulut. Kini, hasil produksinya bisa dititipkan di UMKM Center yang dikelola oleh MedcoEnergi.
Nurul mengatakan bahwa bisnis ini dimulai dengan kesabaran dan kegigihan untuk terus belajar. Sejak akhir 2023, ia menjadi salah satu pengrajin binaan MedcoEnergi. Selain pelatihan dan pendampingan, perusahaan juga memberikan bantuan permodalan sehingga para pengrajin seperti Nurul bisa memproduksi hingga lima picis sesingal setiap bulannya.
“Dengan adanya Medco ini, saya bisa memproduksi lima sampai 10 sesingal dengan harga asli Rp200.000—Rp250.000 per picis,” ujarnya. Selain itu, pesanan dari dinas pariwisata dan instansi pemerintahan juga semakin meningkat karena ASN kini wajib menggunakan sesingal setiap hari Kamis dan tanggal 25 setiap bulannya.
Kini, Nurul bisa mendapatkan omzet antara Rp5 juta hingga Rp8 juta setiap bulannya. “Alhamdulillah sekali, dengan adanya Medco ini sekarang bisa ada pemasukan Rp5—Rp8 juta. Sekarang saya juga bekerja di salah satu instansi, jadi Medco ini buka jalan juga buat lainnya,” tambahnya.
Nurul berharap agar produk sesingalnya bisa menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. MedcoEnergi telah memfasilitasi pelatihan penjualan lewat marketplace. “Sekarang kami bisa produksi seberapa besar pun pesannya. Saya sekarang ini juga belajar untuk membuat logo dari TikTok dan Tokopedia yang difasilitasi Medco. Ini sudah ada gambaran untuk logo, saya mau mengubah logo agar lebih menarik lagi,” ujar Nurul.
Dukungan MedcoEnergi untuk Pemberdayaan Masyarakat
Wahyuningsih, pendamping kelompok UMKM dari aset Medco E&P Tarakan, menjelaskan bahwa berbagai pelatihan dan pendampingan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasi. “Kami berkolaborasi dengan LBSO Tarakan untuk memberikan pelatihan pembuatan sesingal, dan kami memang mencari peserta ibu-ibu yang tidak bekerja, dan alhamdulillah banyak yang single parent juga,” ujarnya.
Dengan adanya peraturan pemerintah daerah yang mewajibkan para ASN menggunakan atribut ikat kepala sesingal selain batik Tarakan, Yuyun menyebut bahwa hal ini memberikan peluang yang lebih besar kepada pengrajin binaan Medco untuk berkembang lebih pesat lagi, terutama dari sisi pemasaran produksi.
“Jadi kami memberikan keterampilan ini [membuat sesingal] agar para ibu-ibu ini bisa mandiri secara finansial. Alhamdulillah sampai saat ini bisa berjalan baik dan sekarang ini selain ASN, juga akan dicanangkan siswa sekolah untuk memakai sisingal ini. Jadi ini memberi peluang bagus,” tuturnya.
Yuyun optimistis produk sesingal buatan para pengrajin binaan Medco bisa lebih maju lagi ke depannya, terlebih untuk promosi dan pemasaran nantinya juga akan memanfaatkan platform daring. “Nanti mereka [UMKM binaan] bisa menjual di marketplace. Kalau mereka sudah bisa memasarkan produksinya sendiri, permodalannya juga sudah kuat, nanti kami tinggal monitoring saja. Ini kendala masih di pemasaran, tapi tadi sudah dapat ilmu untuk jualan online,” ujarnya.
Festival Pojok UMKM 2025: Wadah untuk Peningkatan Kapasitas UMKM
Untuk diketahui, PT Medco Energi Internasional Tbk. menyelenggarakan Festival Pojok UMKM 2025 di The Energy Building, Jakarta pada 10–12 Desember 2025. Festival Pojok UMKM 2025 yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut menjadi arena bagi para mitra binaan emiten migas berkode saham MEDC itu untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kapasitas.

Festival dibuka oleh Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro, serta dihadiri oleh perwakilan SKK Migas, BRI, dan TikTok Shop by Tokopedia. Acara ini menampilkan 22 UMKM binaan dari seluruh wilayah operasi perusahaan, mulai dari onshore, offshore, Corridor, hingga unit bisnis Medco Power sebagai bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Hilmi Panigoro menegaskan pentingnya penguatan UMKM sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perseroan. “Mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat adalah bagian dari DNA MedcoEnergi sejak awal berdiri. UMKM yang kuat adalah fondasi ekonomi rakyat. Kami ingin warga di sekitar wilayah operasi dapat tumbuh, mandiri, dan berdaya saing. Pencapaian UMKM binaan MedcoEnergi hari ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut,” kata Hilmi.
Kehadiran UMKM binaan ini mencerminkan upaya MedcoEnergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pelatihan, pendampingan usaha, akses permodalan, dan perluasan jalur pemasaran.
VP Relations & Security MedcoEnergi, Arif Rinaldi menambahkan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar UMKM makin berkembang. “UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat serta menggerakkan ekonomi daerah. Melalui festival ini, kami membangun ruang kolaborasi antara pelaku UMKM, pemerintah, dan pemangku kepentingan agar UMKM dapat naik kelas,” ujar Arif.
Melalui Festival Pojok UMKM, MedcoEnergi memperkuat komitmennya dalam menciptakan multiplier effect yang lebih luas melalui program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan perusahaan.
Sebagai gambaran, PT Medco Energi Internasional Tbk. atau MedcoEnergi adalah perusahaan energi dengan tiga pilar bisnis utama yaitu minyak dan gas (Medco E&P); kelistrikan (Medco Power); serta pertambangan tembaga dan emas. Perusahaan ini berdiri pada 9 Juni 1980, dengan wilayah operasi yang berada di Indonesia mencakup Sumatra, Madura, Kalimantan, dan Sulawesi. Sementara itu, di luar negeri, MedcoEnergi beroperasi di Thailand, Oman, hingga Tanzania.












