Penemuan Mayat Perempuan di Kamar Hotel Paradise
Seorang perempuan berinisial PW (18) ditemukan tewas di kamar Hotel Paradise yang terletak di Jalan A. Yani, Desa Gunungreja, Kecamatan Sidareja, pada Minggu malam, 30 November 2025. Kejadian ini mengejutkan masyarakat setempat dan memicu penanganan cepat oleh aparat kepolisian.
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono, menjelaskan bahwa korban adalah warga Desa Margasari, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban dibunuh oleh rekan kencannya. “Korban ditemukan tewas di Kamar 127 Hotel Paradise, Kecamatan Sidareja, pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB,” kata Budi dalam rilis ungkap kasus di Mapolresta Cilacap, Selasa, 2 Desember 2025.
Pelaku tidak lain adalah rekan kencan atau pacar korban, yaitu SUN (41), warga Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungmangu. Mereka saling mengenal melalui media sosial TikTok pada Juni 2025. Setelah itu, mereka beberapa kali bertemu dan check-in di Hotel Paradise.
Dari hasil pemeriksaan, SUN mengakui telah membunuh korban dengan cara mencekik leher korban hingga tidak berdaya. “Pada hari kejadian, pelaku mengaku emosi karena merasa dimanfaatkan secara finansial oleh korban,” ujar Kombes Budi.
Selama menjalin hubungan, pelaku kerap memberikan uang kepada korban setiap minggu. Menurut pengakuan pelaku, mereka sudah lima kali melakukan hubungan badan sejak Oktober di kamar hotel yang sama. Pada 30 November 2025, korban datang ke kamar pelaku dan setelah berhubungan intim sebanyak tiga kali, terjadi percekcokan.

Saat itu, pelaku menanyakan keseriusan hubungan tersebut. Korban menolak dan menyebut pelaku sudah tua dan sudah beristri, serta hanya memanfaatkan uang pelaku. “Pelaku yang emosi kemudian langsung mencekik korban tiga kali selama kurang lebih lima menit hingga korban lemas dan tidak berdaya,” jelas Kapolresta.
Setelah kejadian, tersangka mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum cairan kimia jenis Baygon ukuran 400 ml. Saat ditanya mengenai hal tersebut, tersangka menyatakan bahwa ia berniat menyusul korban karena menyesal atas tindakannya. “Niatnya mau ikut dia… niat bener,” ungkap tersangka di hadapan media.
Beruntung, upaya bunuh diri tersebut gagal. Pada Senin, 1 Desember 2025 sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku yang tersadar, kemudian memberi tahu resepsionis hotel sambil berkata, “Cewek yang bersama saya meninggal, tolong hubungi polisi.”
Menerima laporan tersebut, Unit Resmob Polresta Cilacap yang dipimpin Kasat Reskrim langsung mendatangi TKP bersama Unit Inafis. Pelaku ditemukan dalam kondisi lemas di samping jasad korban, dan kemudian dirawat di RS Aghisna Sidareja sebelum kemudian dibawa ke Mapolresta untuk pemeriksaan.
“Setelah dinyatakan sehat, pelaku mengakui perbuatannya dan menyampaikan motifnya yaitu sakit hati, emosi, dan marah karena merasa dimanfaatkan secara finansial,” kata Kapolresta.
Saat ini, polisi telah menahan tersangka dan terus mendalami kejadian untuk mengungkap fakta lain yang berkaitan dengan kasus tersebut, termasuk pemeriksaan saksi dan barang bukti.
Dalam kasus dugaan pembunuhan perempuan berinisial PW (18) ini, polisi menyita beberapa barang bukti berupa satu SIM C atas nama Sunanto, satu botol cairan pembasmi serangga Baygon ukuran 400 ml, sprei dan bantal dengan bercak muntahan, pakaian korban yang terdiri dari sweater warna pink, celana jeans biru, tank top, pakaian dalam, serta dua unit handphone.
Terkait perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan yang mengancam pelaku dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara, serta Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap motif dan kronologi lengkap kejadian.
Kombes Budi menegaskan bahwa Polresta Cilacap masih melakukan penegakan hukum secara profesional dan transparan. “Kami akan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku dan memastikan keadilan bagi pihak korban maupun keluarga,” tegasnya.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











