Sejarah Baru dalam Sepak Bola Portugal
Portugal akhirnya menciptakan sejarah dengan menjadi juara Piala Dunia U17 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kemenangan tipis atas Austria di final Piala Dunia U17 2025, yang berlangsung pada Kamis (27/11/2025) lalu, memastikan gelar bagi negara asal Cristiano Ronaldo ini.
Laga final yang digelar di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, menjadi momen penting bagi sepak bola Portugal. Tim asuhan Bino Macaes berhasil menggebuk Austria dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Anisio Cabral pada menit ke-32. Gol tersebut sempat menjadi perdebatan karena wasit melakukan tinjauan VAR sebelum mengesahkan gol tersebut.
Gol tercipta setelah aksi ciamik Duarte Cunha memberikan umpan kepada Anisio Cabral. Dengan posisi ideal, pemain ini dengan mudah menjebol gawang Austria dengan sepakan rendah ke tengah gawang. Awalnya, wasit menunda keputusan karena ada indikasi offside, namun setelah melihat tayangan ulang lewat VAR, Bruno Perez, wasit utama laga, memutuskan bahwa tidak ada pelanggaran dalam proses gol tersebut.
Setelah gol tersebut, Portugal unggul 1-0 dan mampu mempertahankan skor hingga laga usai. Ini menjadi kemenangan pertama bagi Portugal dalam sejarah Piala Dunia U17, yang sejak digelar perdana pada tahun 1985 di Tiongkok belum pernah dimenangkan oleh tim asal Eropa ini.
Sejarah terbaik yang pernah dicatatkan Portugal dalam ajang ini adalah ketika mereka menjadi juara ketiga di Piala Dunia U17 edisi ketiga pada tahun 1989. Saat itu, Portugal mengalahkan Bahrain dengan skor 3-0 dalam perebutan juara ketiga. Namun, sejak saat itu, performa Portugal di Piala Dunia U17 justru meredup, bahkan sulit untuk bisa kembali mencapai semifinal.
Kini, Bino Macaes berhasil membawa Portugal menorehkan sejarah baru dengan memimpin timnya menjadi juara Piala Dunia U17 2025. Pelatih ini sangat bangga dengan pencapaian yang diraih oleh para pemainnya.
Kejayaan Portugal semakin lengkap karena beberapa pemainnya menyabet penghargaan individu. Mateus Mide meraih penghargaan Bola Emas, Anisio Cabral mendapatkan Sepatu Perak, sementara Romario Cunha meraih Sarung Tangan Emas. Penghargaan-penghargaan ini menjadi bukti bahwa performa Portugal di Piala Dunia U17 2025 sangat luar biasa.
Bino Macaes mengungkapkan rasa bangganya setelah membawa Portugal menjadi juara. Ia mengatakan bahwa perjalanan timnya dari babak penyisihan hingga final sangat berat, tetapi hasil yang diraih layak diberikan apresiasi.
“Saya sangat bangga melatih para pemain ini. Perjalanan yang berat, tetapi dengan banyak perkembangan baik bagi mereka maupun bagi saya,” ujarnya setelah laga final.
Perjalanan Portugal di Piala Dunia U17 2025 juga sangat impresif. Di babak penyisihan grup, mereka sukses mengalahkan Kaledonia Baru dengan skor 1-6 dan Maroko dengan skor 6-0. Meski sempat dikalahkan Jepang di matchday penentuan, Portugal tetap mampu melaju ke fase gugur.
Di babak knockout, Portugal menghadapi tantangan berat. Mereka berhasil mengalahkan Belgia (1-2), Meksiko (0-5), dan Swiss (1-2). Pertandingan terberat mereka adalah semifinal melawan Brasil, yang dimenangkan melalui adu penalti. Akhirnya, di partai puncak, Portugal mengalahkan Austria dengan skor 1-0, memastikan gelar juara pertama dalam sejarah mereka.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."












