JAKARTA,
Indonesia kembali menjadi fokus perhatian Ratu M xima dari Kerajaan Belanda. Dalam kapasitasnya sebagai Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA), ia hadir dengan misi utama: memperkuat ketahanan finansial masyarakat Indonesia melalui akses keuangan yang lebih inklusif. Selama empat hari, ia akan berdialog langsung dengan pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, organisasi pembangunan, hingga kelompok masyarakat di berbagai daerah. Tujuannya adalah memastikan produk dan layanan keuangan yang ada benar-benar membantu masyarakat menghadapi kebutuhan dan risiko finansial sehari-hari.
Fokus pada Industri Garmen dan UMKM Perempuan
Perjalanan Ratu M xima dimulai di Surakarta (Solo) pada Selasa, 25 November. Di sebuah pabrik garmen, ia berbicara dengan para pekerja yang mengikuti program Reimagining Industries to Support Equality (RISE). Program ini digagas oleh sejumlah merek pakaian internasional dan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan finansial para pekerja melalui pembayaran gaji secara elektronik serta pelatihan pengelolaan anggaran dan tabungan.
Masih di Solo, Ratu mengunjungi workshop batik tradisional untuk bertemu para pengusaha perempuan. Mereka merupakan mitra fintech Amartha, yang memberikan dukungan melalui layanan pinjaman digital, investasi kecil, hingga perbankan online berbasis aplikasi. Tidak hanya modal usaha, para perempuan ini juga mendapatkan pelatihan literasi keuangan dan keterampilan digital, dua hal penting bagi pelaku UMKM masa kini.
Rangkaian kegiatan di Jawa Tengah ditutup dengan sesi dialog yang diselenggarakan Women’s World Banking. Di sini, Ratu berbincang dengan mahasiswa, pengusaha muda, hingga influencer mengenai bagaimana layanan keuangan membantu mereka bertumbuh di era digital.
Diskusi di PBB hingga Menyaksikan Akad Kredit Rumah
Memasuki hari ketiga, Ratu M xima memulai agenda di kantor PBB Jakarta dengan diskusi meja bundar bersama berbagai organisasi pembangunan. Pertemuan berlanjut ke International Finance Corporation (IFC) untuk membahas bagaimana layanan kredit dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesehatan finansial keluarga.
Masih pada hari yang sama, ia turun langsung ke lapangan mengunjungi Gran Harmoni Cluster Housing, proyek rumah beremisi rendah yang ditujukan untuk kelompok berpenghasilan rendah hingga menengah. Di sini, Bank Tabungan Negara (BTN) menyediakan fasilitas KPR dan asuransi yang lebih terjangkau. Ratu dijadwalkan bertemu pemilik rumah serta menyaksikan prosesi akad kredit bagi keluarga yang baru pertama kali membeli rumah.
Menjelang sore, kunjungan dilanjutkan ke Deloitte untuk membahas strategi perusahaan dalam meningkatkan kesehatan finansial karyawan. Hari itu ditutup dengan diskusi bersama para CEO dalam forum yang difasilitasi Mastercard Center for Inclusive Growth, membahas pengembangan program tabungan dan paket asuransi yang dapat melindungi masyarakat dari guncangan finansial.
Fokus pada Keamanan Layanan Keuangan
Pada Kamis, 27 November, Ratu M xima menghadiri National Financial Health Event yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia berpartisipasi dalam diskusi meja bundar tentang pencegahan penipuan dan penggunaan layanan keuangan yang aman. Ratu juga dijadwalkan bertemu sejumlah menteri untuk membahas kebijakan yang dapat memperkuat kesehatan finansial rumah tangga.
Dalam sesi pleno, ia turut serta membahas bagaimana ekosistem layanan keuangan dapat dirancang lebih inklusif dan lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kunjungan selama empat hari ini juga mencakup pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, tempat Ratu menyampaikan temuan dan kesan dari segala aktivitasnya di Indonesia.
Ini bukan kali pertama Indonesia dikunjungi Ratu M xima dalam kapasitasnya sebagai UNSGSA. Ia pernah datang pada 2012, 2016, dan 2018. Di negara asalnya, ia juga mempromosikan kesehatan finansial sebagai ketua kehormatan National Financial Health Coalition dan Money Wise Platform.
Kunjungan tahun ini kembali menggarisbawahi pentingnya layanan keuangan inklusif sebagai fondasi ketahanan finansial masyarakat, terutama di negara dengan populasi besar dan beragam seperti Indonesia.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












