Hasil Kumamoto Masters 2025 – Pertandingan Sengit Pecahkan Teka-Teki Unggulan, Apriyani/Fadia Kalah dalam 47 Menit



Kejutan yang diharapkan dari pasangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, belum terwujud saat mereka kalah pada babak awal Kumamoto Masters 2025.



Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dikalahkan oleh Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang) dalam pertandingan babak kedua Kumamoto Masters 2025.

Pasangan asal Tanah Air kesulitan mengembangkan permainan mereka dalam laga yang digelar di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jepang, pada Kamis (13/11/2025).

Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto sedang dalam kondisi terbaiknya.

Dua pasangan terbaik Jepang sepanjang era Gresyia Polii/Apriyani Rahayu ini baru saja menjadi juara French Open dan mencapai semifinal di tiga turnamen terakhir mereka.

Sebagai unggulan ketiga, mereka menjadi tantangan berat bagi Apriyani/Fadia yang kembali bersatu sejak bulan September lalu.

Penggabungan kembali PriFad adalah salah satu strategi untuk membangkitkan prestasi ganda putri Indonesia yang stagnan belakangan ini. Namun, Apriyani/Fadia justru dihadapkan pada lawan yang sangat kuat.

FukuMatsu, pasangan Jepang yang telah bermain bersama sejak Kumamoto Masters tahun lalu, mampu menguasai jalannya pertandingan dengan dominasi yang luar biasa.

Pukulan-pukulan Fukushima dan Matsumoto tampaknya tidak menimbulkan ancaman besar. Namun, kemampuan Apriyani dan Fadia dalam membaca permainan diuji melalui reli-reli dengan penempatan yang sulit dan tidak terduga.

Saat celah terbuka, Apriyani/Fadia langsung dihancurkan oleh serangan cepat dari Fukushima/Matsumoto.

Di sisi lain, permainan Apriyani/Fadia masih belum mampu memberikan jawaban yang efektif. Pengembalian mereka mudah diprediksi oleh lawan.

Dari skor 2-3, Apriyani/Fadia semakin tertinggal hingga 3-11 pada interval pertama. Sebagian poin wakil Indonesia didapat dari kesalahan sendiri.

Meskipun pergerakan poin lebih seimbang setelah jeda selama satu menit, Apriyani/Fadia tetap kalah dengan skor telak 10-21 pada gim pertama.

Pada gim kedua, Apriyani/Fadia mencoba bangkit. Namun, kesalahan-kesalahan sendiri menjadi masalah utama bagi pasangan yang meraih medali perak Kejuaraan Dunia 2023 tersebut.

Awalnya mereka unggul 3-1, namun berbalik tertinggal 4-7 dari Fukushima/Matsumoto yang kini menempati peringkat keenam dunia.

Meski pasangan Jepang memiliki kelemahan, seperti permainan Matsumoto yang goyah saat ditekan, Apriyani/Fadia tidak mampu memanfaatkannya secara optimal.

Ketika Apriyani/Fadia mendekat di skor 6-7 dan 7-8, upaya mereka gagal karena lawan kembali menjauh hingga 8-11 di paruh gim.

Saat Matsumoto mulai stabil, Apriyani/Fadia malah turun performanya dan tertinggal lebih jauh di 10-15.

Matsumoto memanfaatkan tinggi badannya untuk melesatkan pengembalian tajam. Lob melebar yang ternyata masih jatuh di garis membuat margin lima angka di 17-12.

Apriyani/Fadia masih berusaha bangkit dengan permainan dinamis. Fadia menggempur dari belakang, sedangkan Apriyani siap melakukan pukulan terakhir.

Namun, momen beradu raket antara pemain Indonesia memberi kesempatan kepada lawan. Fadia diincar saat harus memungut raketnya. Apriyani berusaha menutup, tetapi justru membuka celah lain.

Penempatan silang Matsumoto menghasilkan match point di 20-16. Lob serang Apriyani menutup pertandingan yang berlangsung selama 47 menit.

Peningkatan performa di paruh pertandingan tidak cukup bagi pasangan andalan Indonesia. Mereka akhirnya menerima kekalahan dengan skor 10-21, 16-21.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *