Bisnis  

Bantu UMKM, EDV Raup Rp116 Miliar



JAKARTA—PT Esta Dana Ventura (EDV) resmi menerima tambahan pendanaan sebesar US$7 juta atau setara dengan Rp116 miliar. Dana ini ditujukan untuk memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Pendanaan ini berasal dari dua lembaga keuangan internasional, yaitu FMO – Dutch Entrepreneurial Development Bank yang menyumbangkan US$5 juta, serta WaterEquity yang memberikan dana sebesar US$2 juta.

CEO Esta Dana Ventura, Rony Harianto, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperluas akses keuangan yang inklusif, terutama bagi pelaku usaha di daerah yang belum mendapatkan layanan keuangan formal.

“Kami akan fokus menggunakan pendanaan ini untuk memperkuat portofolio pembiayaan produktif bagi UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Tujuan kami adalah membantu para pelaku usaha kecil agar lebih berdaya dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya dalam siaran pers.

Menurut Rony, dukungan dari FMO dan WaterEquity mencerminkan kepercayaan investor global terhadap visi Esta Dana Ventura dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen menjaga tata kelola perusahaan yang baik serta memastikan bahwa setiap dana yang disalurkan benar-benar memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata,” tambahnya.

Sebagai perusahaan modal ventura yang berfokus pada pembiayaan mikro dan pengembangan UMKM, Esta Dana Ventura telah menyalurkan dana ke ratusan ribu pelaku usaha kecil di berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga produksi rumahan.

Tambahan modal baru ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kapasitas pembiayaan agar lebih banyak pelaku usaha di seluruh Indonesia mendapatkan akses modal yang layak.

Profil FMO – Dutch Entrepreneurial Development Bank

FMO – Dutch Entrepreneurial Development Bank adalah perusahaan publik-swasta dengan 51% saham dimiliki Pemerintah Belanda dan 49% sisanya oleh sektor swasta, termasuk bank dan serikat pekerja. Berkantor pusat di Den Haag, FMO memiliki peringkat kredit AAA dari lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch dan S&P.

Sebagai lembaga pembiayaan pembangunan (development finance institution), FMO bertujuan mendorong pertumbuhan sektor swasta yang inklusif dan berkelanjutan di negara berkembang melalui pembiayaan, investasi ekuitas, serta penjaminan risiko.

Fokus utamanya mencakup tiga sektor: agribisnis dan air, energi bersih, serta lembaga keuangan yang mendukung inklusi finansial. Dengan menyediakan pembiayaan jangka panjang, ekuitas, hingga strategi market creation, FMO membantu bisnis yang belum “bankable” menjadi layak investasi.

Kini, FMO beroperasi di lebih dari 85 negara, berperan penting menjembatani kesenjangan pembiayaan global dan mendorong dampak sosial serta lingkungan yang positif.

Profil WaterEquity

WaterEquity adalah perusahaan manajer aset asal Amerika Serikat yang berfokus pada penyediaan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah di negara berkembang. Didirikan oleh Gary White dan Matt Damon sebagai spin-off dari Water.org, perusahaan ini mengusung konsep impact investing—menggabungkan keuntungan finansial dengan dampak sosial.

Melalui pembiayaan dalam bentuk utang dan ekuitas, WaterEquity menyalurkan modal ke lembaga keuangan, pengusaha lokal, serta proyek infrastruktur air dan sanitasi, termasuk program mikro-kredit untuk rumah tangga.

Dengan kolaborasi ini, kedua lembaga keuangan internasional dan Esta Dana Ventura berkomitmen untuk menciptakan dampak positif di sektor UMKM di Indonesia.

Fitri Rafifah

Seorang Jurnalis yang rutin meliput dunia kecantikan, lifestyle, dan keseharian. Ia suka mencoba skincare, menonton ulasan produk, dan memotret detail kecil. Hobinya membantu meningkatkan sensitivitasnya pada tren. Motto: “Kecantikan adalah cerita yang terus berubah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *