Motif Terduga Pelaku Peledakan di SMAN 72 Jakarta Mulai Terungkap
Akhirnya, misteri motif terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta mulai terungkap. Kepolisian mengungkap bahwa FN (17) melakukan aksi tersebut karena terpapar ideologi kekerasan. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025).
Menurut AKBP Mayndra, ada enam tokoh ekstremis yang menjadi inspirasi bagi FN. Ia menyebutkan bahwa hal ini menunjukkan adanya hal yang memprihatinkan dalam pengaruh yang diterima oleh remaja tersebut.
Berikut adalah enam tokoh ekstremis yang menjadi inspirasi FN:
- Eric Harris dan Dylan Klebold, pelaku penembakan di Columbine High School, Colorado, Amerika Serikat (1999).
- Dylann Roof, pelaku penembakan di Gereja Charleston, South Carolina (2015), berpaham supremasi kulit putih.
- Alexandre Bissonnette, pelaku penembakan massal di Masjid Quebec, Kanada (2017).
- Vladislav Roslyakov, pelaku penembakan di Politeknik Kerch, Krimea, Rusia (2018).
- Brenton Tarrant, pelaku penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru (2019), berpaham ecofasis, rasis, dan etnonasionalis.
- Natalie Lynn Rupnow, pelaku penembakan di Abundant Life Christian School, Wisconsin, Amerika Serikat (2024).
FN Gemar Nonton Film Gore
Selain terpapar ideologi kekerasan, FN juga diketahui gemar menonton film gore. Kebiasaan ini sempat menjadi sorotan setelah teman dekatnya, R, mengungkapkan bahwa FN sering menonton video atau film gore. Film gore sendiri merupakan genre film horor yang menampilkan secara eksplisit tentang kekerasan fisik dan visual darah, seperti darah mengalir, organ tubuh terlihat, mutilasi, luka terbuka, cedera fisik yang serius, dan sebagainya.
Meski demikian, menonton film gore tidak secara langsung membuat seseorang melakukan kekerasan. Para ahli menilai bahwa faktor-faktor lain seperti kondisi psikologis, lingkungan, motivasi, akses ke alat, ideologi, dukungan sosial, dan trauma juga bisa menentukan tindakan tertentu seorang remaja.
Diduga Terpapar Konten di Media Sosial
Terkait dengan minat FN terhadap film gore, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menduga bahwa pelaku juga terpengaruh oleh konten-konten di media sosial. Oleh karena itu, Dasco mengimbau pihak sekolah untuk lebih berhati-hati dalam mengawasi penggunaan gawai oleh siswa.
“Ya kita imbau kepada sekolah-sekolah untuk menerapkan asas kehati-hatian, terutama kepada para murid,” ujar Dasco. Meski begitu, ia menegaskan bahwa penyebab pasti ledakan belum bisa disimpulkan. Menurutnya, hasil penyelidikan sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian.
Gelagat Aneh Pelaku Peledakan di SMAN 72 Jakarta
Pasca tragedi peledakan tersebut, sosok FN yang sering menyendiri dan tertutup menjadi sorotan. Menurut keterangan sejumlah saksi, FN jarang bergaul dengan teman-temannya. Ia juga dinilai kerap menunjukkan perilaku berbeda dari siswa lain.
Seorang siswa berinisial Z yang mengenal pelaku mengatakan bahwa FN sering menyendiri dan membuat gambar-gambar darah dan tembakan. “Katanya dia selalu menyendiri, sering buat gambar-gambar atau foto-foto kayak tentang darah dan tembak-tembakan gitu,” ujar Z. Z juga mengaku mendengar kabar bahwa pelaku pernah mengalami perundungan di sekolah.
Sosok FN Terduga Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakarta
Diketahui FN merupakan remaja berusia 17 tahun. Ia masih duduk di bangku kelas XII di SMAN 72 Jakarta. Latar belakang keluarga terduga pelaku ternyata hidup sederhana di kawasan perumahan elit. Menurut keterangan Ketua RT setempat, Danny Rumondor, FN bersama orang tuanya tinggal di rumah kawasan Jalan Mahoni 1, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara.
Ketua RT itu mengungkap bahwa FN dan ayahnya tinggal di sebuah tempat usaha kuliner atau rumah makan karena sang ayah bekerja di sana. Danny Rumondor menyebut bahwa FN dan ayahnya sangat jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.
Sosok FN yang jarang bersosialisasi seperti dikatakan tetangga atau Ketua RT senada dengan keterangan siswa lainnya. Siswa berinisial Z yang mengaku mengenal pelaku menyebut FN dikenal sebagai sosok yang tertutup. Menurut Z, terduga pelaku selalu menyendiri. Selain itu, sosok FN juga dinilai kerap menunjukkan perilaku berbeda dari siswa lain.










