Messi Beradaptasi Menarik di Inter Miami, Bebas Tekanan!

Pengalaman Adaptasi Messi di Inter Miami

Lionel Messi, salah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang masa, telah mengungkapkan proses adaptasinya setelah bergabung dengan Inter Miami di Liga Utama Amerika Serikat (MLS). Proses ini menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam tingkat tekanan yang ia alami dibandingkan saat bermain di Eropa.

Messi mulai berkarier di Eropa pada usia 13 tahun. Setelah mempelajari dunia sepak bola kompetitif di Barcelona, ia kemudian pindah ke Paris Saint-Germain, dua klub raksasa Eropa. Namun, kini bersama Inter Miami, ia merasakan lingkungan yang jauh lebih santai dan tidak memiliki standar kesuksesan yang sama seperti sebelumnya.

Klub yang didirikan oleh David Beckham ini tiga bulan lebih tua dari putra bungsunya dan belum pernah mendekati trofi sebelum kedatangan Messi pada tahun 2023. Meskipun butuh waktu untuk beradaptasi, Messi mengatakan bahwa ia membawa keluarganya untuk menikmati suasana yang lebih tenang di Miami dibandingkan Catalunya dan Paris.

“Kami menikmati (di Miami) setiap hari, dengan cara yang berbeda. Di sini lebih santai, tanpa banyak tekanan dari luar lapangan, tanpa kewajiban. Meskipun saya selalu ingin menang dan mencapai semua tujuan kami,” kata Messi kepada SPORT Spanyol.

“Tentu saja kami ingin, tetapi tekanannya berbeda sekarang, dan itu membuat hidup lebih santai. Kami lebih menikmati keluarga kami, anak-anak, bisa datang latihan, bisa menonton pertandingan. Saya menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, pulang ke rumah dan tidak terlalu memikirkan sepak bola, tetapi lebih memikirkan hal-hal lain. Itu, suka atau tidak, membuat kami menjalani hidup berbeda.”

Meski tekanan eksternal dari luar lapangan mungkin telah mereda, hasrat Messi untuk menang bersama Inter Miami tetap membara seperti dulu. Ia mengatakan bahwa ia suka bermain sepak bola dan berkompetisi, serta benci kalah dari siapa pun.

“Saya suka bermain sepak bola dan berkompetisi. Saya benci kalah dari siapa pun, dan setiap kali saya melangkah ke lapangan, saya selalu ingin menang, atau setidaknya berusaha,” lanjut kapten Inter Miami ini.

“Kami tiba di klub yang sangat muda dan masih berkembang. Tujuannya adalah untuk membantu klub ini menjadi lebih kompetitif, memperjuangkan gelar, dan menjadi bagian dari pertumbuhannya. Saya rasa kami berhasil,” tambahnya soal keinginannya mempersembahkan trofi untuk The Herons.

Topskor MLS musim reguler 2025 ini difavoritkan untuk meraih penghargaan MVP (Pemain Terbaik) kedua tahun berturut-turut dan mengincar peluang untuk melaju jauh di babak playoff setelah mengalahkan Nashville di putaran pertama.

Daya saing yang tinggi ini telah berkontribusi pada keberlangsungan karier Messi. Pemain berusia 38 tahun ini baru-baru ini menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2028 dan siap untuk terus berjuang di Miami tanpa dua rekan terdekatnya, Sergio Busquets dan Jordi Alba.

“Saya senang dengan bagaimana tahun-tahun ini telah berlalu, dan selama saya masih bisa dan merasa bugar secara fisik, saya akan terus melakukannya dengan cara yang sama di lapangan, berusaha untuk bersaing, menang, dan selalu memberikan segalanya,” papar Messi.

“Saat saya menyadari bahwa saya tidak mampu secara fisik, bahwa saya kesulitan di lapangan, atau bahwa saya tidak menikmatinya, saat itulah saatnya untuk berhenti. Tapi saat ini, saya menikmatinya, saya merasa baik, dan itulah posisi kami saat ini,” pungkasnya.

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *