dailydenpasar.com JAKARTA – Pengawas Ketenteraman Pangan Rusia (Rosselkhoznadzor) telah terjadi melarang impor daging dari Uni Eropa ( UE ) oleh sebab itu risiko penyakit mulut lalu kuku (PMK). Mengutip Russia Today, Rosselkhoznadzor mengumumkan bahwa impor kemudian transit produk-produk melalui wilayah Rusia ke negara ketiga akan dilarang mulai 20 Januari 2025.
Embargo yang dimaksud diberlakukan pasca Jerman melaporkan wabah PMK pertamanya pada hampir 40 tahun pada minggu lalu, pada kawanan kerbau dalam wilayah Brandenburg dekat Berlin. Pejabat di area Jerman sejak itu telah lama menerapkan zona eksklusif sejauh 3 km dan juga zona pemantauan sejauh 10 km.
PMK adalah penyakit virus menular pada hewan seperti sapi, domba, kambing, kemudian babi. Gejalanya meliputi demam, luka, lepuh, serta keengganan untuk bergerak atau makan. Hewan-hewan yang disebutkan rutin disembelih untuk menjaga dari wabah.
Terdeteksinya wabah yang dimaksud sudah pernah memacu larangan impor daging Jerman oleh beberapa negara, termasuk Australia, Argentina, Korea Selatan, Inggris, Kanada, serta Meksiko. Di di UE sendiri, kontrol perbatasan sudah pernah diperketat oleh Belgia, Prancis, Irlandia, Belanda, serta Polandia.
Namun, menurut perkiraan Rosselkhoznadzor, tindakan yang digunakan diambil oleh Komisi Eropa untuk menahan penyebaran penyakit yang dimaksud tidaklah memadai. Pengawas keamanan pangan Rusia menyatakan salah satu alasan munculnya penyakit yang disebutkan di tempat Jerman adalah pergerakan ternak kemudian barang ternak yang bukan terkendali melalui negara Ukraina melintasi UE.
Menurut Rosselkhoznadzor, rute yang paling mungkin saja terjadinya penyakit yang disebutkan adalah Turki-Ukraina-Polandia-Jerman. Studi oleh Laboratorium Referensi Nasional lalu Laboratorium Referensi UE mengonfirmasi bahwa virus yang dimaksud termasuk di penyakit PMK serotipe O, yang tersebut urutannya paling dekat ditemukan dalam Turki pada Desember 2024.
“Ini sangat memprihatinkan mengingat hampir tidak ada adanya layanan veteriner pada wilayah Ukraina,” tulis Rosselkhoznadzor, seraya mencatat bahwa media Eropa dan juga negara Ukraina sebelumnya menerbitkan informasi tentang pengungkapan skema penyalahgunaan untuk penyelundupan berbagai barang, termasuk komoditas pertanian, yang dimaksud beroperasi di area pelabuhan Odessa.
Peternak Jerman telah terjadi menyatakan perasaan khawatir bahwa merekan dapat mengalami kerugian besar akibat wabah PMK. Asosiasi koperasi pertanian negara itu menyatakan pada hari Kamis bahwa lapangan usaha pertanian serta makanan kemungkinan sudah pernah kehilangan sekitar 1 miliar euro atau sekira USD1 miliar (Rp16 triliun, kurs Rp16.000 per USD) akibat wabah tersebut.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












