Daerah  

Dari Kalideres ke Grogol, Titik Putar Balik Jalan Daan Mogot Dikuasai Pak Ogah

Fenomena “Pak Ogah” di Jalan Daan Mogot

Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, kini menjadi tempat yang tidak asing lagi bagi pengendara dengan kehadiran para pengatur lalu lintas liar yang dikenal sebagai “Pak Ogah”. Mereka terlihat menguasai berbagai titik putar balik (U-turn) di jalur tersebut, dan dinilai menjadi salah satu penyebab utama kemacetan.

Dari Kalideres hingga Grogol Petamburan, keberadaan “Pak Ogah” terlihat di hampir seluruh titik U-turn. Mereka sering memberhentikan kendaraan yang melaju lurus untuk memberi prioritas kepada kendaraan yang ingin berputar balik, dengan harapan menerima uang receh sebagai imbalan. Dari penelusuran, terdapat sedikitnya 11 titik U-turn yang dikontrol oleh “Pak Ogah”, mulai dari kawasan depan Gedung Mayora hingga Rumah Sakit Royal Taruma.

Namun, dari 12 titik putar balik yang ada di jalur tersebut, hanya satu lokasi di dekat perlintasan kereta api Pesing yang tidak dijaga oleh mereka. Meskipun demikian, pengaturan arus lalu lintas oleh “Pak Ogah” justru menimbulkan kemacetan panjang karena prioritas jalan diberikan bukan berdasarkan aturan lalu lintas, melainkan uang yang disodorkan pengemudi.

Titik kemacetan terparah terjadi di dekat Satpas SIM Daan Mogot dan Halte Transjakarta Damai, di mana antrean kendaraan mengular hingga menutupi dua lajur jalan. Sementara itu, arus lalu lintas lancar setelah melewati titik U-turn.

Pengalaman Pengendara

Faizal (27), seorang karyawan swasta yang rutin melintasi Jalan Daan Mogot, mengaku bahwa keberadaan “Pak Ogah” justru memperparah kemacetan karena pengaturan arus yang tidak tepat. Ia menyebut bahwa “Pak Ogah” bukanlah petugas resmi dan tidak peduli apakah jalan macet atau lancar, asalkan mendapatkan uang.

Ia menjelaskan bahwa sering kali “Pak Ogah” menahan kendaraan yang melaju lurus agar yang ingin berbelok atau memutar mendapat prioritas. Biasanya, hal ini terjadi jika pengemudi memberi kode dengan mengeluarkan tangan dari jendela sebagai tanda ingin memberikan uang.

Area dekat Satpas SIM Daan Mogot merupakan salah satu titik kemacetan terparah akibat putar balik. Faizal juga mengeluhkan kehadiran “Pak Ogah” di berbagai persimpangan, sehingga ia selalu menghindari sisi kiri jalan agar tak terjebak antrean kendaraan yang berbelok masuk ke Daan Mogot.

Pengemudi Ojek Online Merasa Terbantu dan Dirugikan

Sutar (41), pengemudi ojek online, mengaku pernah beberapa kali terbantu oleh “Pak Ogah” di titik putar balik. Namun, ia lebih sering merasa dirugikan. Beberapa kali, ia mengatakan bahwa “Pak Ogah” membuat kemacetan, bahkan pernah hampir mengalami kecelakaan karena seorang “Pak Ogah” tiba-tiba menutup lajur di Grogol.

Saat itu, kata Sutar, pengendara yang lurus seharusnya diprioritaskan karena kendaraan yang berputar balik masih cukup jauh dari U-turn. Namun, “Pak Ogah” itu tiba-tiba berlari ke tengah jalan dan menutup lajur hingga dirinya harus mengerem secara mendadak.

Setelah insiden itu, Sutar malah dianggap bersalah karena dinilai tak mau mengalah. Menurutnya, kehadiran “Pak Ogah” membahayakan pengendara dan menimbulkan kemacetan.

Harapan Ditertibkan

Para pengendara berharap kepolisian maupun Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menertibkan “Pak Ogah” di Jalan Daan Mogot. Faizal menegaskan bahwa pengaturan arus seharusnya dilakukan oleh polisi, bukan “Pak Ogah”.

Menurut dia, kehadiran polisi bisa meminimalisir kemacetan akibat antrean di titik U-turn. Ia berharap agar jalannya adil, bukan berdasarkan siapa yang bayar.

Sementara itu, Sutar berharap “Pak Ogah” ditindak tegas karena membahayakan pengendara dan menimbulkan kemacetan. Ia berharap pihak berwajib segera bertindak agar keadaan bisa lebih baik.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *