Jawaban Misterius Farhan, Kopilot ATR yang Membuat Tim SAR Kehilangan Suara Minta Tolong

Harapan yang Menggema dari Rekaman Langkah Kaki

Di tengah rasa duka mendalam setelah kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang terjadi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, sebuah temuan tak terduga sempat memicu harapan besar bagi keluarga kopilot Farhan Gunawan. Rekaman langkah kaki yang tercatat pada smartwatch miliknya mencapai angka 13.000 langkah, seolah memberi sinyal bahwa ia masih hidup.

Aktivitas Misterius dari Jam Tangan Pintar

Seorang perempuan yang merupakan saudara dari kekasih Farhan mengungkapkan kisah mengejutkan tersebut. Ia menyebut bahwa smartwatch milik Farhan masih aktif dan merekam pergerakan langkah kaki, bahkan setelah insiden jatuhnya pesawat. Menurut penuturannya, ponsel Farhan telah ditemukan oleh Tim SAR di dalam hutan dan kemudian diserahkan kepada Dian.

Yang mengejutkan, ponsel tersebut masih terhubung dengan smartwatch yang dikenakan Farhan. “Nah, hapenya itu terhubung ke smartwatch-nya. Ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan,” ujarnya dalam sebuah video.

Menurut penuturannya, aktivitas langkah kaki mulai terekam sejak Minggu pagi pukul 06.00 WITA, dengan jumlah langkah yang terus bertambah secara signifikan hingga malam hari.

Permohonan Penuh Air Mata untuk Presiden

Temuan tersebut membuat keluarga diliputi harapan. Perempuan itu mengungkapkan bahwa data langkah kaki terus meningkat dari pagi hingga malam. “Dari pagi jam 6 ada beberapa langkah, terus ditambah lagi jam 10 sampai malam juga ada. Saya mohon sekali Pak Presiden Prabowo Subianto, selamatkan Farhan, Pak,” pintanya sambil terisak.

Permohonan itu mencerminkan keputusasaan sekaligus harapan terakhir keluarga di tengah ketidakpastian nasib Farhan.

Basarnas Benarkan Temuan Ponsel dan Data Pergerakan

Staf SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas Makassar, Arman Amiruddin, membenarkan bahwa ponsel milik Farhan memang telah ditemukan oleh tim di lapangan. Ponsel tersebut ditemukan dalam kondisi terkunci dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Tim Siber Polda Sulawesi Selatan.

Arman mengonfirmasi bahwa data pada perangkat tersebut memang menunjukkan adanya aktivitas pergerakan. “Kami meminta supaya bisa dilacak koordinat terakhir. Karena dari laporan yang dia kirim itu, per jam 06.53 Wita hari Minggu, ada terbaca 1.000 langkah. Terus sampai ke jam 05.33 Wita, ada 13.000 langkah,” kata Arman di Posko AJU SAR Desa Tompobulu, Senin (19/1/2026).

Belum Ada Kepastian soal Kondisi Farhan

Meski demikian, Arman menegaskan bahwa data tersebut belum bisa dijadikan kepastian mengenai kondisi Farhan. Selama tiga hari penyisiran di lokasi kejadian, tim SAR tidak menemukan tanda-tanda suara atau permintaan tolong.

“Untuk memastikan yang beredar, kami belum bisa memastikan bahwa ini hidup atau gimana. Intinya, ponsel kami serahkan kemarin untuk bisa dibuka kuncinya (oleh Cyber Crime) agar kami bisa menuju ke titik koordinat terakhir yang aktif,” jelasnya.

Terungkap: Rekaman Lama, Bukan Setelah Pesawat Jatuh

Misteri pergerakan langkah kaki tersebut akhirnya terjawab. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi’i mengungkap hasil investigasi lanjutan terkait data smartwatch milik Farhan Gunawan. Menurut Syafi’i, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam dengan bantuan Polda Sulawesi Selatan, terungkap bahwa rekaman langkah kaki tersebut bukan terjadi setelah pesawat jatuh.

“Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan. Dan yang bersangkutan sudah dimintai keterangan,” ujar Syafi’i di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia menegaskan bahwa data tersebut merupakan rekaman aktivitas lama. “Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi,” sambungnya.

Keluarga Pahami, Harapan Tetap Mengalir

Syafi’i menyampaikan bahwa keluarga Farhan telah menerima dan memahami penjelasan dari Basarnas dan pihak kepolisian. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya sangat memahami perasaan keluarga yang sempat berharap Farhan masih hidup.

“Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast,” ujarnya.

Syafi’i menambahkan bahwa operasi SAR tetap dilanjutkan dengan mengerahkan berbagai sumber daya. “Mohon doanya saja, kita sudah mengerahkan banyak pesawat, mulai dari pesawat Boeing, ada tiga pesawat helikopter sekarang kita modifikasi cuaca mudah-mudahan cuaca membaik,” pungkasnya.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *