NASA siapkan roket SLS untuk misi manusia ke Bulan



JAKARTA — Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah memindahkan roket raksasa Space Launch System (SLS) menuju landasan peluncuran di Kennedy Space Center, Florida, pada Sabtu (17/1/2026) waktu setempat. Langkah ini menandai fase akhir persiapan misi Artemis II, yang merupakan misi berawak pertama NASA untuk mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi, paling cepat pada Februari 2026.

Roket setinggi 322 kaki atau sekitar 98 meter itu dipindahkan menggunakan mobile launch platform dengan kecepatan sekitar 1,6 kilometer per jam. SLS keluar dari Gedung Perakitan Kendaraan (Vehicle Assembly Building/VAB) saat matahari terbit dan menempuh perjalanan sekitar 6,4 kilometer menuju landasan peluncuran. Proses pemindahan tersebut disaksikan oleh ratusan pegawai dan kontraktor NASA yang berkumpul di sepanjang jalur lintasan.

Komandan misi Artemis II, Reid Wiseman, menyatakan bahwa peluncuran ini mencerminkan kerja sama besar dalam eksplorasi antariksa. “Kami benar-benar melihatnya sebagai kerja tim, kolaborasi global, serta kepemimpinan sebuah negara yang kuat,” ujarnya. Astronot Kanada Jeremy Hansen juga menyampaikan bahwa roket tersebut merepresentasikan kekuatan tenaga kerja Amerika Serikat yang luar biasa.

Artemis II merupakan misi kedua dalam program Artemis bernilai miliaran dolar milik NASA, menyusul misi Artemis I tanpa awak yang diluncurkan pada 2022. Dalam misi ini, tiga astronot Amerika Serikat dan satu astronot Kanada akan menjalani penerbangan selama sekitar 10 hari, mengelilingi Bulan dan mencapai jarak terjauh yang pernah dicapai manusia dari Bumi.

Menurut NASA, misi tersebut menjadi tonggak penting sebelum pendaratan manusia kembali ke Bulan melalui Artemis III pada akhir dekade ini. Peluncuran Artemis II direncanakan paling cepat pada 6 Februari 2026. Namun, jadwal tersebut masih bergantung pada keberhasilan uji penting bernama wet dress rehearsal.

Direktur peluncuran Artemis, Charlie Blackwell-Thompson, menjelaskan hasil uji simulasi tersebut akan menjadi dasar utama penentuan tanggal peluncuran final. NASA membutuhkan waktu tambahan untuk meninjau seluruh data uji sebelum memastikan kesiapan kendaraan peluncur dan wahana Orion. Selain faktor teknis, jadwal peluncuran Artemis II juga dipengaruhi oleh penyesuaian misi Crew-12 menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Misi tersebut dimajukan menyusul kepulangan lebih awal kru sebelumnya akibat masalah medis, sehingga penggunaan sumber daya peluncuran menjadi lebih padat. NASA telah menetapkan tiga periode jendela peluncuran hingga April 2026. Jendela pertama dibuka mulai 6 Februari hingga 11 April 2026. Selain itu, NASA juga menyiapkan jendela peluncuran pada periode 3 hingga 11 Maret 2026 serta 1 hingga 6 April 2026. Penentuan waktu tersebut disesuaikan dengan perhitungan orbit untuk memastikan lintasan kompleks menuju Bulan dan kembali ke Bumi dapat dilakukan dengan aman.

Proses Pemindahan hingga 11 Jam

Proses pemindahan roket Artemis II dimulai pada 17 Januari 2026 pukul 02.14 dini hari waktu Florida (EST). Dalam lima jam pertama, roket Space Launch System (SLS) telah menempuh lebih dari separuh perjalanan menuju landasan peluncuran. NASA memperkirakan seluruh proses pemindahan memakan waktu antara delapan hingga 10 jam, bahkan dapat berlangsung lebih dari 11 jam.

Lamanya perjalanan disebabkan keterbatasan kecepatan Crawler Transporter, yang hanya mampu bergerak maksimal 1 mil per jam, serta harus melaju lebih lambat saat berbelok dan menaiki tanjakan menuju pad peluncuran. Kecepatan rendah tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas beban raksasa seberat sekitar 11 juta pon, termasuk roket SLS setinggi 322 kaki beserta Mobile Launch Platform.

Administrator NASA Jared Isaacman menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses pemindahan Artemis II. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras membawa Artemis II ke landasan peluncuran. Tinggal beberapa jam lagi,” tulis Isaacman melalui media sosial. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada tim NASA di balik layar yang memungkinkan misi Artemis II memasuki tahap akhir persiapan.

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 11 jam, roket Artemis II akhirnya tiba untuk pertama kalinya di Launch Complex 39B, Kennedy Space Center, Florida, pada 17 Januari 2026 pukul 18.42 waktu setempat (23.42 GMT). Dalam beberapa hari ke depan, para insinyur dan teknisi NASA akan melaksanakan serangkaian persiapan penting, termasuk wet dress rehearsal yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Februari 2026.

Dalam uji coba tersebut, roket akan diisi bahan bakar kriogenik bersuhu sangat rendah, menjalani simulasi hitung mundur, serta mempraktikkan prosedur pengosongan bahan bakar secara aman—tahapan krusial sebelum misi berawak Artemis II diluncurkan. NASA juga membuka kemungkinan pelaksanaan uji tambahan apabila diperlukan untuk memastikan seluruh sistem benar-benar siap terbang.

Jika dibutuhkan pekerjaan lanjutan, roket SLS dan wahana Orion dapat kembali digulirkan ke Vehicle Assembly Building sebelum jadwal peluncuran ditetapkan secara final.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *