Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia
Seorang pendaki yang hilang selama 17 hari di Gunung Slamet akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Nama korban adalah Syafiq Ridhan Ali Razani (18), warga Desa Kramat Utara, Kecamatan Mangelang Utara, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kejadian ini terjadi setelah ia melakukan pendakian bersama temannya Himawan Haidar Bahran pada Sabtu (27/12/2025) melalui jalur Basecamp Dipajaya, Pemalang.
Pada saat itu, keduanya terpisah ketika Syafiq berusaha mencari bantuan untuk Himawan yang mengalami kram di Pos 5. Himawan akhirnya ditemukan dalam keadaan masih hidup di Pos 9 pada Selasa (30/12/2025). Namun, Syafiq tidak kunjung ditemukan dan dinyatakan hilang.
Operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR dan relawan. Meskipun seluruh area telah disisir, pencarian tidak menemukan hasil. Operasi SAR resmi ditutup pada Rabu (7/1/2026) setelah sepekan pencarian tanpa hasil. Namun, upaya pencarian kemudian dilanjutkan secara mandiri oleh para relawan, termasuk melibatkan anak indigo bernama Rival Altaf dari Cilacap.
Peran Anak Indigo dalam Pencarian
Rival Altaf, seorang remaja berusia 16 tahun, tiba di basecamp jalur Dipajaya pada Sabtu (10/1/2026). Ia dilibatkan dalam pencarian karena keberadaan Syafiq masih belum diketahui meskipun seluruh area sudah disisir. Seorang pendaki yang membantu pencarian, Amrul (20), menjelaskan bahwa proses pencarian penuh dengan kejanggalan.
“Dari hari ke-2 pencarian sampai hari ke-17 ditemukan tidak ditemukan pendaki Syafiq meskipun seluruh area sudah pernah dilalui tim pencarian,” ujar Amrul. Tim relawan independen bersama Rival kemudian menelusuri jalur pendakian yang ekstrem. Akhirnya, jasad Syafiq ditemukan pada hari ke-17, Rabu (14/1/2026).
Rival sempat memprediksi bahwa jasad Syafiq berada di balik bebatuan. Prediksi tersebut ternyata benar. Menurut Amrul, Rival menyampaikan bahwa almarhum tertutup alam gaib yang tidak terlihat dan hanya menjelaskan orangnya berada di balik bebatuan.
Syafiq ditemukan di lereng puncak selatan, antara jalur Gunung Malang dan Baturraden. Lokasi tersebut berada di kawasan lereng berbatu dan tanah tandus, dengan banyak aliran sungai kecil. Jasad Syafiq ditemukan di balik bebatuan dekat ruang terbuka di pinggir jurang. Posisi tubuhnya meringkuk, lutut dan wajahnya menyatu, serta tangan mengikat betis. Celana yang dikenakannya sudah terbuka hingga lutut.
Keluarga Rival Menjemput Anaknya
Setelah Syafiq ditemukan, orang tua Rival menjemput putranya di basecamp jalur Dipajaya pada Rabu sekira pukul 17.00 WIB. Hal ini diketahui dari unggahan akun TikTok Arwa Mutia. Sesampainya di sana, Rival beserta kedua orang tuanya berbincang-bincang dengan warga.
Ibunda Rival menjelaskan bahwa anaknya memiliki niat untuk membantu mencari Syafiq. “Ini anak emang udah niat (menolong),” kata ibunda Rival. Ayah Rival menambahkan, “Mau nolong masa besok-besok.” Menurut ibu Rival, putranya sudah izin untuk membantu mencari Syafiq. Namun, ketika hendak diantar ke Gunung Slamet, tiba-tiba Rival sudah pergi sendiri ke lokasi kejadian tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.
Ayah Rival mengatakan bahwa Rival pergi dari rumah dengan membawa uang Rp130 ribu. “Dia bawa uang Rp130 ribu,” ucap ayah Rival.
Profil Rival Altaf
Rival Altaf dikenal publik setelah beberapa media melaporkan dirinya membantu menuju titik lokasi korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Perannya dinilai mempercepat proses evakuasi di tengah keterbatasan alat dan cuaca ekstrem.
Dalam beberapa video yang beredar luas di media sosial, Rival mengklaim memiliki “indra keenam” yang membuatnya dapat merasakan keberadaan korban. Klaim tersebut membuat namanya dikenal secara nasional dan viral di platform seperti TikTok dan Instagram. Namun, klaim ini juga memicu kekhawatiran dari sebagian kalangan tentang potensi disinformasi dan risiko keselamatan jika klaim non-ilmiah memengaruhi keputusan di lapangan.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












