Musim yang Sulit bagi Manchester United
Manchester United, salah satu klub sepak bola paling sukses di Inggris, kini sedang menghadapi musim yang sangat menantang. Kekalahan yang berujung pada tersingkirnya mereka dari ronde ketiga Piala FA menjadi titik balik yang memperlihatkan betapa sulitnya situasi yang dihadapi Setan Merah saat ini.
Kekalahan tersebut terjadi setelah Manchester United kalah melawan Brighton di Old Trafford, Minggu (11/1/2026). Meskipun bermain sebagai tuan rumah, mereka justru kalah dengan skor 1-2. Gol pertama dicetak oleh Brajan Gruda pada menit ke-12, dan gol kedua datang dari mantan pemain Manchester United, Danny Welbeck, pada menit ke-65. Meski Benjamin Sesko berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-85, momentum tersebut terhenti setelah Shea Lacey mendapatkan kartu kuning kedua di menit ke-90.
Tersingkir di Dua Turnamen Sekaligus
Tidak hanya tersingkir dari Piala FA, Manchester United juga harus angkat koper dari Piala Carabao sebelumnya. Di ronde kedua, mereka kalah melawan Grimbsy Town melalui adu penalti. Kekalahan ini menjadi awal dari serangkaian hasil buruk yang dialami klub tersebut.
Performa buruk Manchester United semakin parah dalam beberapa laga terakhir. Dalam tiga laga terakhir di Liga Inggris, mereka hanya mampu meraih hasil imbang beruntun. Sementara itu, dalam empat laga terakhir di semua kompetisi, mereka tidak pernah menang sekali pun.
Meski posisi mereka masih di peringkat ketujuh klasemen Liga Inggris hingga pekan ke-21, situasi ini belum bisa dianggap aman. Dengan koleksi 32 poin dari 21 laga, jarak antara Manchester United dengan Bournemouth di posisi ke-15 hanya terpaut tujuh angka. Jika mereka terus kehilangan poin dalam beberapa laga beruntun, posisi mereka bisa langsung anjlok ke papan bawah.
Perubahan Pelatih dan Performa yang Masih Buruk
Akibat performa inkonsisten tersebut, Ruben Amorim akhirnya dipecat dari jabatannya sebagai pelatih utama. Kini, Manchester United ditangani oleh Darren Fletcher sebagai pelatih sementara. Namun, tampaknya Fletcher juga belum mampu membawa perbaikan signifikan.
Tersingkirnya Manchester United dari Piala FA seakan menjadi puncak dari penderitaan yang mereka alami musim ini. Kini, mereka tidak memiliki kesempatan lagi untuk meraih gelar juara di sisa kompetisi musim ini. Hal ini karena mereka absen di kompetisi Eropa dan tertinggal jauh dari Arsenal, yang memimpin jalur perburuan gelar juara Liga Inggris.
Rekor Buruk yang Terulang
Setelah kekalahan di Piala FA, Manchester United juga mencatatkan beberapa rekor buruk. Salah satunya adalah mirip dengan musim 1981/1982, ketika mereka juga tersingkir di laga pembuka baik Piala FA maupun Piala Liga. Selain itu, mereka juga mengulangi momen memalukan yang terjadi pada musim 1914/1915, ketika jumlah pertandingan dalam satu kompetisi hanya 40 laga.
Tujuan yang Tersisa
Sekarang, Manchester United hanya bisa memperjuangkan satu tujuan saja pada akhir musim ini: menyelesaikan kompetisi Liga Inggris dengan finish sebaik-baiknya. Syukur-syukur, mereka bisa mengamankan posisi empat besar alias zona Liga Champions. Namun, untuk mencapai target tersebut, mereka harus tampil lebih konsisten di paruh kedua musim ini. Jika tidak, nasib Manchester United bakal semakin berantakan pada akhir musim ini.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












