Penemuan Keluarga Tewas di Warakas, Jakarta Utara
Warga kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, serta masyarakat Situbondo, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan satu keluarga dalam kondisi tak bernyawa. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan menimbulkan pertanyaan tentang penyebab kematian para korban. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, mulai dari dugaan keracunan hingga tindak pidana pembunuhan.
Pada hari Kamis (2/1/2026), warga setempat dikejutkan dengan ditemukannya empat anggota keluarga dalam satu rumah. Tiga orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih hidup namun dalam kondisi lemas. Korban yang masih hidup langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Lokasi kejadian berada di Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, yang berjarak sekitar 6,7 kilometer dari pusat kawasan pelabuhan Tanjung Priok. Peristiwa ini cepat menyebar di media sosial setelah unggahan mengenai kejadian tersebut beredar di platform X (Twitter).
Dugaan sementara menyebutkan bahwa keempat korban mengalami keracunan. Namun, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian ketiga korban tersebut. Penyelidikan masih dilakukan untuk mencari fakta lebih lanjut.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Ipda Maryati Jonggi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa petugas telah mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengevakuasi para korban.
“Benar, kejadian tersebut sudah ditangani. Saat ini Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara bersama Polsek Tanjung Priok masih melakukan penyelidikan,” ujar Maryati kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah peristiwa ini merupakan tindak pidana pembunuhan atau disebabkan faktor lain. Pemeriksaan terhadap kondisi korban dan barang-barang di lokasi masih terus dilakukan.
“Untuk penyebab pasti kematian masih didalami,” tambahnya.
Kesaksian Warga
Seorang warga setempat bernama Tuti mengungkapkan bahwa keempat korban merupakan satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan tiga anaknya. Dari keempatnya, ibu, satu anak laki-laki, dan satu anak perempuan dinyatakan meninggal dunia.
“Satu anak perempuan lainnya masih kritis dan sekarang dirawat di RSUD Koja,” ujar Tuti saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (2/1/2026).
Menurut Tuti, peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah salah satu anak korban pulang dari tempat kerja dan mendapati ibunya dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam rumah.
“Satu anaknya baru pulang kerja, pas masuk rumah lihat ibunya sudah pingsan,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa ayah dari keluarga tersebut diketahui telah meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya.
Kasus Serupa di Situbondo
Sebelumnya, tragedi serupa terjadi di Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Minggu (28/12/2025). Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak ditemukan tewas di dalam rumah mereka.
Dalam kasus di Situbondo tersebut, polisi menduga ketiga korban meninggal akibat tindak pembunuhan. Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami motif dan kronologi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan tim dari Polda Jawa Timur untuk mengusut kasus tersebut.
“Ini hasil koordinasi kami dengan Polda. Tim masih mendalami kasusnya,” ujar Agung.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti penting dari lokasi kejadian, di antaranya sebilah pisau yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan, telepon genggam, serta rekaman kamera pengawas atau CCTV.
“Semua barang bukti sudah kami amankan dan dibawa ke Polres untuk kepentingan penyelidikan,” jelasnya.
Sementara itu, ketiga jenazah korban yang sempat dibawa ke RSU Abdoer Rachem Situbondo telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kasus kematian pasangan suami istri berinisial MH (58) dan SS (38), serta anak mereka UR (18), hingga kini masih menjadi perhatian aparat penegak hukum. Polisi menegaskan akan mengusut tuntas peristiwa tersebut untuk mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab.
Rentetan kasus kematian satu keluarga ini pun memicu keprihatinan publik dan menambah sorotan terhadap pentingnya pengawasan lingkungan serta penanganan cepat aparat dalam setiap peristiwa mencurigakan.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











