Viral Pernyataan Anggota Ormas yang Siap Beri 10 Rumah dan Emas untuk Nenek Elina
Sebuah pernyataan viral dari salah satu anggota organisasi masyarakat (ormas) terkait kasus pembongkaran rumah Nenek Elina Wijayanti telah menjadi sorotan publik. Dalam video yang beredar luas di media sosial, anggota tersebut menyampaikan pernyataan yang cukup emosional, dengan tawaran memberikan 10 unit rumah dan sekarung emas kepada nenek yang tinggal di Surabaya.
Pernyataan ini muncul setelah warganet memberikan hujatan terhadap kejadian pembongkaran paksa rumah milik Nenek Elina. Tindakan tersebut menimbulkan reaksi keras dari masyarakat, khususnya terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam proses pengusiran tersebut.
Pernyataan Emosional dari Ketua LPK Madas
Dalam video tersebut, Nurul Huda, ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Madas, menyampaikan pernyataan yang bernada emosional. Ia menyatakan kesiapan untuk membangun 10 unit rumah dan memberikan satu karung emas kepada Nenek Elina, dengan syarat Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mampu menjawab pertanyaan yang ia ajukan.
Nurul Huda menegaskan bahwa tawaran tersebut hanya berlaku jika Armuji dapat menjelaskan waktu kejadian pembongkaran rumah tersebut. Ia juga menyatakan bahwa jika peristiwa itu terjadi dalam kurun waktu dua bulan terakhir, maka dirinya siap merealisasikan janji tersebut.
Lebih lanjut, Nurul Huda menjelaskan bahwa pernyataannya merupakan luapan emosi atas berbagai hujatan dan stigma negatif yang menurutnya diarahkan kepada masyarakat Madura. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah memberikan kritik secara tegas terhadap opini-opini yang berkembang.
Penjelasan Resmi dari Organisasi Masyarakat Madura Asli
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Umum DPP Madas Sedarah, Moh Taufik, menegaskan bahwa pernyataan Nurul Huda merupakan pandangan pribadi dan tidak mewakili sikap resmi organisasi Madas. Menurut Taufik, organisasi menerima berbagai hujatan yang muncul sebagai bahan evaluasi untuk berbenah dan memperbaiki diri ke depan.
Ia menegaskan bahwa Madas akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran agar organisasi semakin solid dan mampu berkontribusi secara positif. Taufik juga berharap masyarakat tidak serta-merta memberikan penilaian negatif terhadap Madas hanya berdasarkan beberapa kejadian yang belakangan mencuat.
Ia mengimbau agar masyarakat melakukan klarifikasi terlebih dahulu terkait keterlibatan anggota maupun kegiatan organisasi. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan yang dikaitkan dengan Madas seharusnya dapat dipastikan keabsahannya, termasuk dengan mengecek identitas keanggotaan serta apakah kegiatan tersebut benar merupakan bagian dari agenda resmi organisasi.

Penangkapan Tersangka Pengusiran Nenek Elina
Penyidik Polda Jawa Timur menangkap tersangka ketiga dalam kasus sengketa lahan dan pembongkaran paksa rumah di Jalan Dukuh Kuwukan, Lontar, Sambikerep, Surabaya. Tersangka berinisial SY alias Klowor diamankan saat berada di sebuah warung kopi di Jalan Diponegoro, Surabaya, pada Rabu (31/12/2025).
Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam kasus yang sempat viral di media sosial karena aksi pengusiran terhadap seorang warga lanjut usia, Nenek Elina. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya tersangka lain berdasarkan rekaman video yang beredar saat kejadian berlangsung.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan bahwa SY alias Klowor memiliki peran langsung dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka disebut ikut membantu mengeluarkan Nenek Elina dari rumahnya saat pembongkaran paksa terjadi.
Atas perbuatannya, SY dijerat Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kekerasan dan perusakan yang dilakukan secara bersama-sama, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun enam bulan penjara.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












