Daerah  

Dika, Bocah Penakluk Ular yang Viral Ternyata Putus Sekolah dan Sering Dibully

Sosok Dika, Bocah Penakluk Ular Asal Banjaran

Dika adalah nama panggilan dari Muhammad Nandika Saepulloh, seorang bocah berusia 10 tahun asal Kampung Dangdeur, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Ia menjadi viral karena hobi uniknya menangkap ular. Meski terlihat berisiko, Dika justru tampak tenang dan akrab dengan ular-ular tersebut.

Hobi yang Tidak Biasa

Awal mula hobi Dika menangkap ular dimulai setahun lalu saat ia sedang mencari belut di sawah. Namun, yang ditemuinya bukanlah belut, melainkan ular belang. Dari situ, Dika mulai tertarik untuk menangkap ular. Ia mengaku tidak takut sama sekali meskipun sudah pernah digigit beberapa kali. Bekas luka gigitan bisa dilihat di tubuhnya, namun hal itu tidak membuatnya berhenti.

Dika biasanya menangkap ular di sawah dekat rumahnya. Ia bisa menangkap hingga empat ekor dalam sehari, tetapi kegiatannya ini hanya dilakukan pada hari Minggu. Ular hasil tangkapannya sering dijual kepada tetangga dengan harga Rp50.000. Uang tersebut digunakan untuk jajan dan dibagikan kepada saudara-saudaranya.

Pengetahuan tentang Jenis-Jenis Ular

Meski masih anak-anak, Dika memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis ular. Ia tahu mana ular yang berbahaya dan mana yang tidak. Misalnya, ia tidak pernah menangkap ular kobra atau weling karena dianggap beracun dan berbahaya. Ia diajarkan oleh seseorang untuk membedakan antara ular berbisa dan tidak berbisa.

Kisah Pilu di Balik Kehidupan Dika

Di balik keberaniannya menangkap ular, Dika memiliki kisah hidup yang menyedihkan. Ia sudah dua tahun putus sekolah sejak kelas 3 SD. Menurut ibunya, Reka Noviyanti (25), Dika berhenti sekolah karena sering dibully. Ia tidak lagi mengenyam pendidikan formal dan lebih memilih menjual ular sebagai sumber penghasilan.

Reka mengaku khawatir setiap kali mengetahui Dika sering berburu ular di sawah. Awalnya, ia sering memarahi Dika dan melarangnya menangkap ular. Namun, karena kecintaan sang anak terhadap ular, Reka hanya bisa mengingatkan agar Dika tetap waspada.

Perhatian dari Gubernur Jawa Barat

Kisah Dika akhirnya menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Setelah diundang ke rumah Dika di Lembur Pakuan Subang, Dedi Mulyadi mendapatkan fakta bahwa Dika memiliki kisah hidup pilu. Meski begitu, ia tetap memiliki semangat untuk hidup dan mencari nafkah sendiri.

Harapan untuk Masa Depan

Reka berharap viralnya kisah Dika bisa menjadi titik balik kebaikan bagi anaknya. Ia juga berharap Dika bisa kembali bersekolah. Meski belum ada kepastian, Dika tetap menjalani kehidupannya dengan penuh semangat dan keberanian.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *