Daerah  

Pengiriman Pertama Dimulai, Sampah Tangsel Masuk TPA Cilowong Serang

Pengiriman Sampah Perdana ke TPA Cilowong

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi memulai pengiriman perdana sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Kota Serang. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Tb Asep Nurdin menjelaskan bahwa pengiriman perdana telah dilakukan dengan volume sekitar 50 ton sampah. Ia menekankan bahwa langkah ini dilakukan secara bertahap dan terukur agar alur pengelolaan sampah tetap terkendali.

“Sampah yang dikirim merupakan sampah baru atau sampah harian yang dihasilkan masyarakat, bukan sampah lama yang berada di TPA Cipeucang. Langkah ini dilakukan agar alur pengelolaan sampah tetap terkendali dan tidak menimbulkan persoalan teknis di lapangan,” jelas Asep Nurdin.

Kerja Sama Uji Coba antara Tangsel dan Kota Serang

Kerja sama pengiriman sampah antara Pemkot Tangsel dan Pemerintah Kota Serang masih dalam tahap uji coba selama satu pekan. Selama masa tersebut, kedua pemerintah daerah akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi teknis, operasional, maupun dampak lingkungan dan sosial.

“Iyah, selama uji coba ini sekitar 50 ton, dan secara bertahap nanti akan bertambah setiap harinya,” tambahnya.

Pada tahap awal uji coba, volume sampah yang dikirim dibatasi sekitar 50 ton per hari. Namun ke depan, jumlah tersebut akan ditingkatkan secara bertahap sesuai hasil evaluasi.

Penggunaan Armada Milik Dinas Lingkungan Hidup

Untuk mendukung proses pengiriman, Pemkot Tangsel menggunakan armada milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bukan jasa transporter pihak ketiga. Hal ini dilakukan agar seluruh proses dapat diawasi secara ketat.

“Pengiriman dilakukan menggunakan armada DLH, sehingga seluruh proses dapat diawasi secara ketat,” ujarnya.

Solusi Teknis atas Keterbatasan Kapasitas TPA Cipeucang

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 500 ton sampah per hari dari Kota Tangerang Selatan direncanakan dialihkan ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, Kota Serang, mulai Januari 2026. Pengalihan ini menjadi bagian dari kerja sama lintas daerah yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Banten sebagai solusi teknis atas keterbatasan kapasitas pengelolaan sampah di Tangsel.

Kerja sama tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Tangsel dan Pemerintah Kota Serang dengan durasi kerja sama selama empat tahun. Saat ini, proses administrasi dan penetapan teknis masih dalam tahap finalisasi.

Penyebab Keterbatasan Kapasitas TPA Cipeucang

Sekretaris Daerah Pemkot Tangsel, Bambang Noertjahjo, menyatakan bahwa pengalihan sampah ke TPSA Cilowong merupakan langkah strategis untuk mengurangi tekanan berlebih pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang kapasitasnya terbatas.

“Pengalihan 500 ton sampah per hari ke Kota Serang adalah solusi konkret dan terukur untuk menekan penumpukan sampah di Tangsel, khususnya dalam masa darurat saat ini,” ujar Bambang.

Saat ini, produksi sampah Kota Tangsel mencapai sekitar 1.100 ton per hari, sementara TPA Cipeucang hanya mampu menampung sekitar 400 ton per hari. Kondisi tersebut menyebabkan kelebihan sampah harian yang berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat.

Strategi Multi-Pilar Penanganan Sampah

Melalui kerja sama lintas daerah ini, sebagian beban pengelolaan sampah Tangsel akan dialihkan secara terstruktur ke TPSA Cilowong. Pemerintah daerah menilai langkah ini sebagai solusi teknis jangka menengah sambil menunggu penguatan sistem pengelolaan sampah jangka panjang di Tangsel.

Kerja sama Tangsel – Kota Serang difasilitasi langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni. Sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, gubernur memiliki kewenangan dalam pembinaan dan fasilitasi kerja sama antar kabupaten/kota.

Pemprov Banten tidak hanya memfasilitasi penandatanganan MoU, tetapi juga memberikan dukungan administratif dan teknis, termasuk koordinasi regulasi, pengaturan operasional pengiriman sampah, serta monitoring pelaksanaan kerja sama.

Upaya Jangka Panjang dalam Pengelolaan Sampah

Pengalihan sampah ke Kota Serang merupakan bagian dari strategi multi-pilar penanganan sampah Tangsel. Selain kerja sama lintas daerah, Pemkot Tangsel juga mengoperasikan kembali TPA Cipeucang secara terbatas, mengoptimalkan 54 unit TPS3R, serta menyiapkan solusi jangka panjang berupa perbaikan infrastruktur dan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern.

Pemkot Tangsel menargetkan pengiriman sampah ke TPSA Cilowong dapat mulai berjalan efektif pada Januari 2026 setelah seluruh proses administrasi dan teknis diselesaikan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat, baik di Tangsel maupun di wilayah tujuan,” tutup Bambang.


Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *