Berkah Konser Valen Akbar DA 7, Pedagang dan Juru Parkir Kena Hujan Uang
Konser perdana Achmad Valen Akbar, finalis Dangdut Academy (DA) 7, menjadi momen yang sangat berkah bagi masyarakat sekitar Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan di Kabupaten Pamekasan. Acara yang digelar pada Kamis (1/1/2026) ini tidak hanya memberikan hiburan bagi ribuan penonton, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para pedagang kecil dan juru parkir.
Antusiasme Masyarakat Menggerakkan Ekonomi Lokal
Banyak warga yang hadir dalam acara tersebut, membuat suasana stadion terasa penuh dan dinamis. Para pedagang asongan dan PKL tampak ramai dengan pembeli yang membanjiri area sekitar stadion. Menurut pengakuan Amina (32), salah satu penjual minuman, dagangannya laku keras sejak pagi hari.
“Alhamdulillah sejak pagi minuman laku. Bahkan saya sudah mendatangkan dua kali bahan minuman ke sini,” ujar Amina. Ia menambahkan bahwa cuaca yang cukup panas serta dominasi penonton perempuan dan anak-anak menjadikan permintaan minuman meningkat drastis.
Dari pengalamannya, Amina mengatakan bahwa jumlah penonton konser Valen jauh lebih banyak dibanding pertandingan sepak bola biasanya. “Saya belum menghitung total keuntungan. Tapi yang pasti banyak laku dan sempat kehabisan minuman,” katanya. Ia berharap kegiatan serupa bisa lebih sering digelar karena dampaknya yang luar biasa terhadap pendapatan PKL.
Juru Parkir Panen Jutaan Rupiah
Selain para pedagang, para juru parkir juga merasakan manfaat dari antusiasme masyarakat. Junaidi (46), salah satu juru parkir dadakan, mengatakan bahwa halaman rumah warga rata-rata dialihfungsikan menjadi tempat parkir selama acara berlangsung.
“Halaman rumah warga di sini rata-rata mendadak jadi tempat parkir. Karena jumlah penontonnya luar biasa banyak,” ujar Junaidi. Meskipun tarif parkir dipatok lebih mahal, yaitu Rp 10.000 hingga Rp 15.000 untuk satu sepeda motor, para penonton tetap bersedia membayar demi keamanan kendaraan mereka.
“Bahkan ada yang mematok Rp 20.000. Tapi penonton mau asalkan kendaraan aman,” tambahnya. Junaidi menyebutkan bahwa kepadatan penonton sudah terlihat sejak jarak 1 kilometer dari lokasi stadion. Seluruh lahan parkir yang disediakan warga dilaporkan penuh sesak.
“Bahkan, dari satu halaman rumah saja, warga bisa mengantongi pendapatan jutaan rupiah. Dan semua tempat parkir penuh. Kami dapat Rp 5.000.000 di satu halaman rumah,” ungkap Junaidi.
Berita Terkait: Juru Parkir yang Maju sebagai Caleg
Tidak hanya berdampak pada ekonomi lokal, konser Valen Akbar juga menjadi inspirasi bagi beberapa individu. Salah satunya adalah Fahrizal Rismawan, seorang juru parkir yang maju sebagai calon legislatif (caleg) di Dapil Ciamis 1.
Fahrizal mengaku maju sebagai caleg dengan modal nekat. “Ya modal nekat saja, mudah-mudahan,” katanya. Motivasi dirinya maju caleg adalah untuk memperjuangkan kalangan bawah. “Motivasi saya ingin maju untuk memperjuangkan kaum bawah. Saya sudah pernah merasakan,” ujarnya.
Dana kampanye Fahrizal berasal dari tabungan yang ia kumpulkan selama bekerja sebagai tukang parkir. Meski terbatas, dana tersebut cukup untuk membuat stiker dan alat peraga kampanye lainnya. Ia juga membuat kopi dan rokok sebagai bekal untuk silaturahmi.
“Kalau sudah ditetapkan jadi caleg, cara kampanye saya mungkin bersama dari yang lain tidak akan mengumpulkan orang. Intinya silaturahmi dengan pedagang, tukang ojek, parkir, ke relasi-relasi seperjuangan lainnya,” ucap ayah tiga anak ini.
Fahrizal telah menjadi tukang parkir selama 8 tahun. Penghasilannya tidak menentu, tergantung banyaknya kendaraan parkir. Namun rata-rata ia membawa pulang Rp 100 ribu per hari. Uang itu ia gunakan untuk keperluan keluarga dan sebagian ia tabung sebagai jaga-jaga apabila ada keperluan mendadak, seperti untuk nyaleg.
“Kalau pagi sampai sore jaga parkir di depan bank. Kalau sore sampai malam di depan mini market,” kata Fahrizal. Ia berharap jika terpilih, akan memberikan manfaat untuk masyarakat, terutama kaum termarjinalkan.












