Daerah  

Badung khawatir kunjungan turun akibat isu sampah dan banjir Bali

Masalah Sampah dan Banjir di Bali Berpotensi Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Masalah sampah dan banjir di Bali kini menjadi perhatian serius karena dikhawatirkan berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan kekhawatiran tersebut, menilai isu yang terjadi sangat sensitif terhadap pariwisata. Menurutnya, saat ini informasi yang tersebar di media sosial (Medsos) bisa memicu kembali ingatan masyarakat akan bencana yang telah lalu.

Adi Arnawa mengungkapkan bahwa beberapa unggahan di medsos sering kali memperlihatkan kondisi yang tidak sesuai dengan realitas sebenarnya. Hal ini membuat wisatawan yang tidak mengetahui kondisi riil menjadi takut untuk berkunjung ke Bali. “Kadang-kadang saya lihat ada di media sosial, orang sudah tidak ada banjir, masih dibilang banjir. Jadi orang yang mau datang ke Bali, di Bali masih banjir, orang akan berpikir seperti itu,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial agar tidak menyebarluaskan informasi yang tidak akurat. “Masalah keamanan, kenyamanan memang menjadi prioritas buat kita. Termasuk, bagaimana misalnya penanganan sampah, termasuk juga masalah banjir,” tambahnya.

Penutupan TPA Suwung Memicu Kekhawatiran

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Surya Wijaya, juga mengungkapkan kekhawatiran terkait isu sampah dan banjir yang dapat memengaruhi pariwisata. Terlebih, dengan adanya kebijakan menutup TPA Suwung, ia khawatir akan terjadi penumpukan sampah di akhir tahun ini.

“Isu penutupan TPA tanggal 23 Desember ini menurut saya belum tepat. Kasih luang waktu lagi dan semoga jangan sampai yang dikhawatirkan akan jadi tsunami sampah nanti di akhir tahun ini. Karena kita tahu 160.000 hotel room lebih, terus 71 persennya ada di Kabupaten Badung. Ini perlu kita pikirkan,” ucapnya.

Prediksi Kunjungan Wisatawan Selama Nataru

Gubernur Bali, Wayan Koster, memprediksi jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Bali selama periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 akan meningkat hingga 700 ribu kunjungan pada Desember 2025. Prediksi ini disampaikan usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2025 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (19/12).

Meski terjadi sedikit penurunan jumlah kedatangan harian wisatawan mancanegara dibandingkan dengan periode September hingga Oktober lalu, Koster menilai hal tersebut sebagai siklus tahunan yang wajar. “Jumlah wisatawan mancanegara harian sekarang agak turun, kira-kira 17 sampai 18 ribu per hari. Sebelumnya sekitar 20 ribu. Ada penurunan sedikit karena memang memasuki masa low season,” ujarnya.

Namun, ia memprediksi arus peningkatan wisatawan akan mulai terlihat di pekan ketiga bulan Desember bertepatan dengan libur Nataru. “Kalau bulan Desember itu kira-kira 600 sampai 700 ribu (wisatawan). Tren kenaikan ini biasanya akan bertahan terus sampai bulan Maret tahun depan,” bebernya.

Tidak Ada Pembatalan Pemesanan Hotel

Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur mulai memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan jelang libur Nataru 2025/2026. Direktur Operasi Injourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Reza Warokka, mengungkapkan bahwa situasi cukup menantang karena salah satu isu yang ditanyakan masyarakat adalah mengenai cuaca.

“Jadi kalau kita bicara okupansi, saya rasa bergerak (meningkat). Karena sekarang cukup banyak imbauan dari pemerintah, misalnya untuk melakukan wisata di negeri sendiri yang dilakukan oleh banyak stakeholder. Nah, itu saya rasa juga cukup hal yang bagus,” ucap Troy Warokka.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan bahwa hingga kemarin belum ada pembatalan pemesanan atau cancel booking hotel dari tamu-tamu yang akan menginap selama periode libur Nataru kali ini. “Sampai saat ini kita belum terima (informasi cancel booking). Belum ada. Karena biasanya kalau wisatawan yang akan datang ke The Nusa Dua, dia sudah akan prediksikan kira-kira seperti apa rencananya,” ujarnya.

Target Okupansi dan Strategi Pemulihan

Pemerintah dinilai cukup responsif karena begitu ada cuaca yang kurang bersahabat, BMKG sudah menginformasikan melalui saluran-saluran resmi BMKG. Bahkan ke masing-masing handphone pemilik yang telah download aplikasi BMKG. “Jadi itu juga kami sangat apresiasi. Di samping kami juga selalu mengingatkan ke tenant-tenant juga untuk selalu mengingatkan wisatawan yang menginap terkait dengan cuaca,” ucapnya.

Target kunjungan di The Nusa Dua, menurut Agus Dwiatmika, adalah sebanyak 3,4 juta kunjungan dengan target okupansi sebesar 77,5 persen. Angka tersebut diharapkan bertahan sampai akhir Desember. “Okupansi di bulan ini kami target 83 persen. Soal okupansi selama tahun 2025 ini, satu hingga dua persen itu sudah bertumbuh, angkanya sudah cukup tinggi kalau dilihat dari okupansi rate di luar kawasan,” katanya.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *