Peristiwa Penggerebekan Rumah Dinas Kasatpol PP Pangkalpinang oleh Massa Emak-Emak
Pada Jumat (19/12/2025) malam, rumah dinas yang ditempati oleh Dini, istri dari Kasatpol PP Pangkalpinang Efran, digeruduk oleh massa yang didominasi oleh para emak-emak. Peristiwa ini menarik perhatian publik karena menjadi sorotan utama setelah nama Dini menjadi sasaran emosi massa.
Peristiwa tersebut dipicu oleh unggahan Dini di media sosial. Meskipun unggahan tersebut tidak menyebutkan nama siapa pun dan tidak ditujukan kepada pihak tertentu, beberapa kalangan merasa tersinggung dan menganggapnya sebagai bentuk penghinaan. Hal ini memicu konflik antara Dini dengan sejumlah kelompok emak-emak, khususnya Ibu Suri Wakanda dan rekan-rekannya.
Massa yang terdiri dari para ibu-ibu kemudian mendatangi kediaman Efran pada Jumat malam sekitar pukul 21.15 WIB. Kedatangan mereka disertai dengan siaran langsung melalui media sosial TikTok yang menarik ratusan penonton. Akibatnya, kerumunan massa, mayoritas emak-emak, berkumpul di lokasi kejadian.
Dini merasa tidak nyaman dan menghubungi pihak kepolisian karena merasa kediamannya didatangi secara tidak wajar dan telah mengganggu ketertiban umum serta privasi keluarga. Pihak kepolisian kemudian mengarahkan semua pihak untuk melakukan mediasi di Polresta Pangkalpinang.
Mediasi yang Tidak Berhasil
Mediasi yang berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB turut dihadiri oleh Efran dan istrinya, Dini. Namun, suasana mediasi tidak kondusif karena masih terjadi lontaran kata-kata kasar dari pihak lawan. Dini merasa tidak nyaman, privasinya terganggu, dan martabatnya diserang.
Karena tidak ada titik temu dalam mediasi, Dini bersiap melaporkan masalah tersebut ke pihak berwajib. Laporan yang diajukan berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), menyusul sejumlah siaran langsung di media sosial yang dinilai berisi hinaan dan cacian.
Laporan pertama sudah masuk tahap penyidikan di Polresta Pangkalpinang. Untuk laporan kedua terkait penggerudukan ke rumah, Dini menilai unsur pencemaran nama baik dan ITE terpenuhi.
Unggahan Media Sosial yang Memicu Konflik
Berdasarkan penelusuran, Dini memiliki akun media sosial TikTok dengan username My-Name-UBM. Akun tersebut memiliki pengikut sebanyak 3.476 orang. Dini aktif mengunggah kegiatannya sebagai istri Kasatpol PP Pangkalpinang dan sering mengunggah momen kebersamaan dengan suaminya, Efran.
Unggahan terakhir Dini pada Sabtu (20/12/2025) yang saat ini telah dilihat lebih dari 2 ribu kali penayangan. Dalam unggahan tersebut, warganet turut mengomentari peristiwa yang baru saja terjadi.
Selama berbulan-bulan, Dini berseteru dengan kreator konten lainnya. Perseteruan ini diduga melibatkan anak-anak, sehingga memicu kemarahan di media sosial. Hal ini menuai banyak kritik karena Dini dinilai memperluas konflik hingga mengabaikan etika dan melibatkan anak-anak dalam masalah orang dewasa.
Banyak warganet yang geram dengan tindakan Dini yang dianggap mengabaikan norma sosial dan tanggung jawab moral sebagai istri pejabat publik. Selain itu, Dini juga diketahui mengunggah postingan di media sosial dengan kalimat provokatif. Salah satu unggahannya adalah: “Standby di rumah siapa tahu ada yang ingin bertemu,” yang semakin memanaskan situasi dan membuat perseteruan daring merembet ke dunia nyata.
Keributan di Mapolresta Pangkalpinang
Polisi sempat kewalahan menenangkan emosi ibu-ibu yang datang ke Mapolresta Pangkalpinang pada Jumat (19/12/2025) malam. Ketegangan terjadi antara aparat kepolisian dan sekelompok emak-emak yang mendatangi kantor polisi tersebut. Keributan bermula saat sejumlah emak-emak tiba di lobi gedung utama Mapolresta Pangkalpinang dan terlibat adu mulut dengan aparat.
Polisi berupaya menenangkan massa yang terus berteriak dan meminta kasus yang mereka persoalkan segera ditangani. Namun, emak-emak tetap bersikeras agar Dini keluar dan menemui mereka. Mereka menilai Dini telah menyebarkan pernyataan bernada provokatif melalui media sosial yang memicu konflik.
Setelah dilakukan berbagai upaya, kedua belah pihak akhirnya dibawa ke ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pangkalpinang untuk dimediasi. Meski telah dipertemukan, kedua belah pihak masih bersitegang dan gagal karena belum menemukan titik temu.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











