Kasus Korupsi di Kabupaten Bekasi: Keterlibatan Sarjan dan Bupati Ade Kuswara Kunang
Nama Sarjan kini menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi. Penetapan ini dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, dan ayahnya, HM Kunang. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (20/12/2025), menandai dimulainya penyelidikan lebih lanjut terhadap aliran dana yang diduga melibatkan sejumlah pihak.
Sarjan, seorang kontraktor lokal, dikenal sebagai tokoh masyarakat yang cukup berpengaruh di wilayah Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Ia kerap tampil sebagai figur dermawan, dekat dengan warga, dan piawai membangun jejaring sosial hingga politik. Salah satu momen penting yang membuat namanya mencuat adalah ketika ia menjadi Ketua Panitia “Mancing Mania Gratis”, sebuah acara rakyat berskala besar yang digelar di sepanjang Kali Gabus pada 26 Oktober 2025. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menjadikannya salah satu agenda rakyat daerah yang naik kelas ke panggung nasional.
Dengan total hadiah mencapai Rp250 juta, termasuk sepeda dan motor listrik, acara tersebut dipuji sebagai simbol kebersamaan dan kekuatan partisipasi masyarakat. Kehadiran Wapres Gibran kala itu mempertegas posisi Sarjan sebagai figur lokal yang mampu menembus lingkar kekuasaan nasional. Namun, citra itu runtuh seketika ketika KPK menetapkan Sarjan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi pada Sabtu (20/12/2025). Selain Bupati, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu HM Kunang selaku ayah Bupati, dan Sarjan selaku pihak swasta. Diketahui, Bupati Ade dan ayahnya ditangkap bersama delapan orang lainnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (18/12/2025).
“Setelah ditemukan kecukupan alat bukti, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu ADK (Ade Kuswara Kunang), HMK (HM Kunang), dan SRJ (Sarjan),” kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Sabtu.
Asep mengatakan, ketiga tersangka selanjutnya menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Merah Putih KPK untuk 20 hari pertama sejak tanggal 20 Desember 2025 sampai dengan 8 Januari 2026.
Peran Ganda HM Kunang
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti peran ganda HM Kunang dalam kasus dugaan korupsi di Pemerintah Kabupaten Bekasi. HM Kunang bukan hanya Kepala Desa Sukadami melainkan juga ayah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. HM Kunang diduga menjadi penghubung antara pihak swasta penyedia proyek dan Ade Kuswara Kunang dalam praktik ijon paket proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.
“Dalam rentang Desember 2024 sampai Desember 2025, Ade Kuswara Kunang diduga rutin meminta ijon paket proyek ke pihak swasta melalui perantara HM Kunang dan pihak lainnya,” kata Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (20/12/2025).
“HM Kunang jabatannya memang kepala desa, tetapi yang bersangkutan adalah orang tua atau bapaknya bupati,” lanjutnya.
Asep mengatakan, HM Kunang bahkan suka meminta sendiri jatah uang untuknya tanpa sepengetahuan Ade Kuswara Kunang. “HMK (HM Kunang) itu perannya sebagai perantara, ketika SRJ (Sarjan, pihak swasta) ini diminta, HMK juga minta, kadang-kadang tanpa pengetahuan dari ADK (Ade Kuswara Kunang), HMK minta sendiri,” kata Asep.
Harta Kekayaan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang
Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, memiliki harta kekayaan mencapai Rp 79 miliar. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jumlah tersebut berdasarkan laporan yang disampaikan pada 11 Agustus 2025. Tercatat, harta itu terdiri dari tanah, bangunan, alat transportasi, dan mesin. Ada juga harta bergerak lainnya milik Ade Kuswara, berikut kas dan setara kas.
Berdasarkan LHKPN di situs KPK, tercatat harta Ade Kuswara Kunang terdiri dari tanah dan bangunan mencapai Rp 76.257.000.000. Alat transportasi dan mesin Rp 2.450.000.000 yang terdiri dari mobil Mitsubhisi Pajero, Jeep Wrangler dan Ford Mustang. Harta bergerak lain sebesar Rp 43.092.000, lalu ada kas dan setara kas mencapai Rp 147.959.653. Total harta kekayaan Ade Kuswara Kunang mencapai Rp 79.168.051.653.
Bupati Ade Kuswara Sempat Menghilang Dua Hari
Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang sempat menghilang dua hari sebelum Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam dua hari itu, Bupati Bekasi Ade Kunang sempat tidak menghadiri sejumlah agenda bersama kepala daerah se-Jawa Barat di Cianjur, pada Rabu (17/12/2025). Selain itu juga Bupati Bekasi tidak menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Bandung pada Kamis (18/12/2025). Bahkan Bupati Bekasi juga mendadak membatalkan menghadiri Peresmian Wisata Kawung Tilu Kecamatan Cikarang Timur pada hari yang sama.
Keberadaan Bupati Bekasi juga sempat dipertanyakan, terlebih ketika ramai desas-desus di kalangan pewarta mengenai OTT KPK pada Kamis (18/12/2025) kemarin. Sampai akhirnya, KPK membenarkan ada penyelidikan tertutup di wilayah Bekasi dan dilakukan penyegelan ruangan bupati bekasi dan beberapa ruangan kepala dinas pada malam harinya.
Pemerintahan Normal Pasca OTT
Wakil Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja mengakui terakhir kontak langsung dengan bupati dua hari lalu. “Terakhir kontak dua hari lalu, enggak ada masalah apapun,” kata Asep usai Apel Hari Bela Negara di Plaza Pemkab Bekasi pada Jumat (19/12/2025). Asep memastikan pemerintahan berjalan normal pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Asep mengungkapkan belum mau banyak berkomentar terkait OTT KPK tersebut.
“Jadi karena beritanya baru rilis jadi saya belum bilang apa-apa. Mudah-mudahan baik-baik saja, jadi karena bertanya belum ada, masih simpang siur,” kata Asep usai Apel Bela Negara di Plaza Pemkab Bekasi pada Jumat (19/12/2025). Asep memastikan pemerintahan berjalan normal dan lancar. “Yang pasti hari ini Bekasi tetap seperti biasa pemerintahan berjalan dengan lancar,” katanya.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











