Ade Kuswara Kunang, Bupati Bekasi 32 Tahun Ditangkap KPK Bersama Abah Kunang

Sosok Ade Kuswara Kunang, Bupati Bekasi yang Terjaring OTT KPK

Ade Kuswara Kunang, seorang bupati muda yang baru saja dilantik sebagai kepala daerah Kabupaten Bekasi untuk periode 2025–2030, kini menjadi sorotan publik setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini menimbulkan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran terhadap kondisi pemerintahan di wilayah tersebut.

Latar Belakang Ade Kuswara Kunang

Ade Kuswara Kunang lahir di Bekasi, Jawa Barat pada 15 Agustus 1993. Ia adalah putra dari H. M Kunang atau dikenal dengan panggilan Abah Kunang, seorang tokoh berpengaruh di wilayah Cikarang Selatan. Abah Kunang juga merupakan pendiri organisasi masyarakat Ikatan Putra Daerah (IKAPUD) dan Garda Pasundan. Riwayat pendidikan Ade Kuswara mencakup SD Negeri Sukadami 3, SMP Negeri 1 Cikarang Selatan, SMA Negeri 1 Cikarang Selatan, serta gelar sarjana hukum dari President University.

Pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019, Ade Kuswara terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2019–2024. Ia kembali terpilih sebagai anggota legislatif dari Fraksi PDI-P untuk periode 2024–2029. Pada 20 April 2024, Ade Kuswara mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Bekasi melalui PDI-P dan akhirnya terpilih sebagai pemenang Pilkada Bekasi 2024 bersama dr. Asep Surya Atmaja.

Kasus Hukum yang Menjerat Ade Kuswara Kunang

Penangkapan Ade Kuswara Kunang dilakukan oleh KPK dalam operasi senyap yang berlangsung sejak 17–18 Desember 2025. Informasi yang dikutip dari Tribunnews menyebutkan bahwa Ade Kuswara telah berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Jumat (19/12/2025). Meski demikian, kedatangannya tidak terlihat oleh awak media di lobi depan. Dari sumber terpercaya, Ade Kuswara sudah diamankan di dalam gedung lembaga antirasuah tersebut, namun tidak dibawa masuk melalui akses utama.

Ade Kuswara ditangkap bersama ayahnya, HM Kunang. Sementara itu, tim penyidik KPK masih memiliki target operasi lain yang belum tertangkap, yakni Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) setempat. “Bupati tadi tidak bisa lewat depan, tapi Bupati sudah di dalam. Tidak bisa lewat depan karena Kajarinya belum dapat,” ungkap sumber tersebut.

Dugaan Kasus yang Menjerat

Kasus yang menjerat Ade Kuswara Kunang disinyalir memiliki konstruksi perkara yang kompleks. Sumber mengungkapkan adanya irisan antara dugaan pemerasan dan suap proyek. Di satu sisi, terdapat indikasi pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum Kejaksaan terhadap Bupati dan ayahnya. Namun di sisi lain, terdapat pula dugaan praktik rasuah terkait pengerjaan proyek.

“Ada dugaan pemerasan, ada dugaan proyek juga. Dugaan pemerasan yang dilakukan Kejaksaan lewat bapaknya, bapaknya diperas, bupatinya juga,” jelas sumber tersebut. “Tapi di sisi lain ada juga suap proyek. Jadi Bupati itu bisa sebagai pemberi, bisa juga sebagai penerima,” imbuhnya.

Operasi Senyap dan Penyegelan

Secara terpisah, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penindakan di wilayah Bekasi. Ia menyebut tim penyidik telah mengamankan sekitar 10 orang dalam operasi senyap yang berlangsung sejak 17–18 Desember 2025. “Benar, sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan. Sampai dengan saat ini tim sudah mengamankan sekitar sepuluh orang. Masih berproses,” ujar Budi.

Buntut dari penangkapan Ade Kuswara, tim penyidik KPK langsung bergerak menyegel sejumlah ruangan di Komplek Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, pada Kamis (18/12/2025) malam. Penyegelan yang berlangsung singkat sekitar 15 hingga 30 menit tersebut menyasar ruang kerja Bupati Bekasi dan Kantor Dinas Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi.

Harta Kekayaan Ade Kuswara Kunang

Ade Kuswara Kunang pernah dijuluki Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai ‘Si Raja Bongkar’. Sebelumnya Dedi Mulyadi menyebut Ade Kuswara sebagai bupati muda kaya raya. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara pada Agustus 2025, harta kekayaan Ade Kuswara mencapai Rp 79.168.051.653. Berikut rincian harta kekayaan Bupati Bekasi Ade Kuswara:

  • Tanah dan bangunan:
  • Tanah 4.326 m² di Bekasi: Rp 600.000.000
  • Tanah 809 m² di Bekasi: Rp 609.000.000
  • Tanah 480 m² di Bekasi: Rp 408.000.000
  • Tanah 51.450 m² di Cianjur: Rp 4.116.000.000
  • Tanah dan bangunan 364 m²/364 m² di Bekasi: Rp 3.500.000.000
  • Tanah dan bangunan 119 m²/80 m² di Bekasi: Rp 300.000.000
  • Tanah 225 m² di Bekasi: Rp 135.000.000
  • Tanah 1.100 m² di Bekasi: Rp 3.300.000.000
  • Tanah 3.240 m² di Bekasi: Rp 9.720.000.000
  • Tanah 1.121 m² di Bekasi: Rp 2.242.000.000
  • Tanah 573 m² di Bekasi: Rp 1.146.000.000
  • Tanah 268 m² di Bekasi: Rp 536.000.000
  • Tanah 4.726 m² di Bekasi: Rp 14.178.000.000
  • Tanah 1.435 m² di Bekasi: Rp 4.305.000.000
  • Tanah 457 m² di Bekasi: Rp 914.000.000
  • Tanah 2.783 m² di Bekasi: Rp 5.566.000.000
  • Tanah 556 m² di Bekasi: Rp 1.112.000.000
  • Tanah 1.000 m² di Bekasi: Rp 2.000.000.000
  • Tanah 310 m² di Bekasi: Rp 620.000.000
  • Tanah 34.500 m² di Cianjur: Rp 10.350.000.000
  • Tanah 2 m² di Bekasi: Rp 567.000.000
  • Tanah 5.000 m² di Bekasi: Rp 1.500.000.000
  • Tanah 2 m² di Bekasi: Rp 659.400.000
  • Tanah 1.358 m² di Bekasi: Rp 407.400.000
  • Tanah 5.164 m² di Bekasi: Rp 1.549.200.000
  • Tanah 4.326 m² di Bekasi: Rp 1.096.800.000
  • Tanah 4.326 m² di Bekasi: Rp 1.297.800.000
  • Tanah 842 m² di Bekasi: Rp 168.400.000
  • Tanah 119 m² di Bekasi: Rp 357.000.000
  • Tanah 1.120 m² di Karawang: Rp 840.000.000.

  • Kendaraan:

  • Mitsubishi Pajero Sport 2.4 L Dakar-L 4×2 AT Tahun 2021: Rp 400.000.000
  • Jeep Wrangler 3.8 A/T Tahun 2011: Rp 650.000.000
  • Ford Mustang 2.3 A/T Tahun 2022: Rp 1.400.000.000

  • Harta lainnya: Harta bergerak lainnya: Rp 43.092.000 Kas dan setara kas: Rp 147.959.653.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *