Pemenang FIFA Puskas Award 2025: Santiago Montiel dan Gol Salto yang Menggegerkan Dunia
Penghargaan FIFA Puskas Award 2025 telah resmi diberikan kepada Santiago Montiel, pemain klub Argentina Club Atlético Independiente. Gol spektakuler Montiel yang tercipta dalam pertandingan Liga Profesional Argentina pada Mei 2025 berhasil mengalahkan sejumlah kandidat lain, termasuk Rizky Ridho dari Indonesia dan Lamine Yamal dari Barcelona.
Gol Montiel dianggap sebagai salah satu momen paling indah dalam sejarah sepak bola dunia. Dalam pertandingan melawan Independiente Rivadavia, Montiel mencetak gol dengan tendangan salto dari luar kotak penalti setelah bola hasil sapuan lawan melambung keluar area tersebut. Teknik ini membutuhkan koordinasi tubuh, keseimbangan, serta keberanian yang tinggi. Bola yang ditekuknya meluncur deras dan tak mampu dihentikan kiper lawan, sehingga langsung menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Montiel meraih total 21 poin dalam voting yang dilakukan oleh penggemar dan panelis FIFA Legends. Hasil ini menjadikannya pemenang utama, mengungguli Declan Rice (17 poin) dan Lamine Yamal (17 poin). Sistem penilaian menggunakan bobot yang sama antara suara penggemar dan panel ahli, dengan jumlah suara fans menjadi penentu jika ada kesamaan poin.
Proses Voting yang Ketat dan Transparan
FIFA menetapkan mekanisme voting yang ketat untuk menentukan pemenang Puskas Award. Setiap kelompok pemilih, yaitu penggemar sepak bola dunia dan panel FIFA Legends, memiliki bobot suara sebesar 50 persen. Masing-masing kelompok memberikan poin berdasarkan peringkat pertama hingga ketiga dengan skema 5–3–1.
Seluruh proses voting diawasi oleh pengamat independen untuk memastikan transparansi. Hal ini menegaskan bahwa penghargaan ini benar-benar merepresentasikan gol terbaik yang dinilai secara objektif.
Kehadiran Rizky Ridho sebagai Representasi Sepak Bola Indonesia
Meskipun gagal meraih penghargaan utama, kehadiran Rizky Ridho dalam daftar nominasi Puskas Award 2025 menjadi pencapaian penting bagi sepak bola Indonesia. Gol jarak jauh Ridho saat membela Persija Jakarta melawan Arema FC menjadi salah satu kandidat terbaik, berkat proses yang dimulai dari area pertahanan dan diakhiri dengan sepakan akurat dari tengah lapangan.
Masuknya pemain Indonesia ke dalam nominasi Puskas Award menunjukkan bahwa kualitas gol dari kompetisi nasional mampu bersaing di level global. Meski tidak meraih gelar, apresiasi terhadap pencapaian Ridho tetap mengalir deras dari publik dan pengamat sepak bola nasional.
Dominasi Argentina dalam Dua Edisi Beruntun
Kemenangan Montiel juga mencatatkan sejarah tersendiri bagi sepak bola Argentina. Ia menjadi pemenang Argentina kedua secara beruntun setelah Alejandro Garnacho meraih Puskas Award 2024 lewat gol guntingnya bersama Manchester United ke gawang Everton.
Fakta ini menegaskan reputasi Argentina sebagai negara penghasil pemain dengan teknik tinggi dan kreativitas luar biasa. Selain itu, Santiago Montiel juga memiliki hubungan keluarga dengan Gonzalo Montiel, pemain Timnas Argentina yang dikenal sebagai penentu kemenangan Argentina di final Piala Dunia 2022 melalui adu penalti.
Sejarah dan Makna Puskas Award
Puskas Award dinamai dari Ferenc Puskas, legenda sepak bola Hungaria yang dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik sepanjang masa. Penghargaan ini pertama kali diperkenalkan oleh FIFA pada tahun 2009 untuk memberikan apresiasi terhadap gol-gol paling indah yang dicetak tanpa memandang liga, negara, atau status pemain.
Sepanjang sejarahnya, penghargaan ini pernah diraih oleh nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Neymar, Zlatan Ibrahimovic, Mohamed Salah, hingga Son Heung-min. Pada edisi 2025, Santiago Montiel resmi menambah daftar panjang pemain elite yang pernah mengukir sejarah melalui satu momen magis di lapangan.
Malam Penghargaan FIFA Football Awards 2025
Selain Puskas Award, malam penghargaan FIFA Football Awards 2025 juga memberikan apresiasi kepada sejumlah figur penting sepak bola dunia. Ousmane Dembele dinobatkan sebagai Pemain Pria Terbaik FIFA 2025 setelah musim gemilang bersama Paris Saint-Germain. Gianluigi Donnarumma meraih penghargaan Kiper Pria Terbaik, sedangkan Luis Enrique dinobatkan sebagai Pelatih Pria Terbaik. Di kategori pelatih wanita, Sarina Wiegman meraih gelar Pelatih Wanita Terbaik setelah membawa Timnas Putri Inggris menorehkan prestasi gemilang.
Kesimpulan
Gol salto dari luar kotak penalti yang dibuat Santiago Montiel kini tak hanya tercatat dalam statistik, tetapi juga dalam ingatan para pecinta sepak bola dunia sebagai salah satu gol paling ikonik dekade ini. Kemenangan Montiel tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi simbol dominasi Argentina dalam dua edisi beruntun.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












