Bisnis  

Banjir Sumatera: Korban, Perusakan, dan Bantuan Darurat

Tiga Provinsi di Sumatera Masih Berjuang Pulih Pasca Bencana

Tiga provinsi di wilayah Sumatera masih dalam proses pemulihan setelah diterjang banjir bandang dan longsor dalam seminggu terakhir. Wilayah yang terdampak antara lain Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Jumlah korban jiwa akibat bencana ini terus meningkat, menunjukkan dampak serius yang dialami masyarakat di daerah tersebut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto menyebutkan bahwa Sumatera Utara adalah wilayah yang paling parah terkena dampak bencana. Ia menjelaskan bahwa dibandingkan dengan Sumatera Barat dan Aceh yang sudah lebih pulih sejak hari ketiga, kini tidak ada lagi hujan yang memperparah kondisi.

Berikut beberapa perkembangan terkini mengenai penanganan bencana di ketiga provinsi tersebut:

Korban Jiwa Meningkat Drastis

Menurut data dari BNPB, jumlah korban tewas saat ini mencapai 442 orang dari ketiga provinsi yang terdampak. Sementara itu, 402 orang masih dalam pencarian.

Suharyanto menyampaikan bahwa jumlah korban paling banyak berada di Sumatera Utara dengan 217 orang tewas dan 209 hilang. Di Sumatera Barat, setidaknya 129 orang dilaporkan tewas sementara 118 lainnya masih dalam pencarian. Adapun di Aceh, BNPB mencatat jumlah korban tewas hingga 96 orang dan 75 lainnya hilang.

Penjarahan Terjadi Akibat Keterlambatan Bantuan Logistik

Sejumlah warga di berbagai daerah melakukan penjarahan karena bantuan logistik terlambat disalurkan. Penjarahan terjadi di Aceh Tamiang, Aceh, dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Suharyanto menyebutkan bahwa tim BNPB sempat menghadapi sekelompok masyarakat yang berupaya mengambil logistik sebelum penyaluran.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan dilakukan karena niat jahat, melainkan kemungkinan karena kebutuhan mendesak. “Mungkin karena sudah beberapa jam atau mungkin ada yang belum makan dari beberapa hari, sehingga terkesan seperti melakukan penjarahan,” ujarnya.

Pengiriman Bantuan Melalui Jalur Laut

Sejumlah wilayah di Aceh sulit diakses karena infrastruktur jalan darat yang rusak. Oleh karena itu, BNPB mengirimkan bantuan logistik dan peralatan melalui jalur laut. Bantuan dikirimkan dari Pelabuhan Ulee Lhueu di Banda Aceh menggunakan kapal Express Bahari pada Ahad, 30 November 2025.

Total bantuan yang dikirimkan adalah seberat 27 ton. Nantinya, logistik akan menjangkau lima wilayah yaitu Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang. Bantuan akan berhenti di dua pelabuhan untuk mencapai kelima lokasi tersebut. Yaitu Pelabuhan Krengkuku untuk menjangkau wilayah Aceh Utara, Lhouksumawe serta Pelabuhan Kuala Langsa untuk menjangkau Kota Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

Metode Airdrop Digunakan untuk Distribusi Bantuan

Untuk mempercepat distribusi bantuan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengerahkan metode airdrop. Metode ini digunakan untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan wilayah Sumatera lain yang masih terisolasi.

Sjafrie menjelaskan bahwa cara pengiriman ini dilakukan dengan menjatuhkan bantuan dari pesawat. “Cara pengiriman supaya cepat, Panglima TNI akan men-drop dari udara, diterima prajurit dan langsung dibagikan kepada para pengungsi,” katanya.

Pemerintah Kirim 11 Helikopter untuk Bantuan Darurat

Setelah tahap percepatan distribusi logistik, pemerintah akan berlanjut ke penanganan keselamatan jiwa, kesehatan, dan kebutuhan mendesak pengungsi. Pemerintah pusat telah mengirim sebelas helikopter dari Jakarta untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor di bagian utara Sumatera.

“Sampai dengan hari ini, pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI dan Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya.

Buka Akses Internet Starlink

Kepolisian Daerah Aceh memasang perangkat Starlink untuk menyediakan akses internet gratis bagi masyarakat yang terdampak banjir dan longsor. Pemasangan jaringan internet ini dilakukan setelah warga terisolasi sekitar lima hari karena terputus dari jaringan internet.

Kini warga mulai dapat terhubung kembali dengan keluarga mereka. Polda Aceh telah memasang dua perangkat Starlink di Provinsi Aceh. Satu unit dioperasikan di Desa Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, oleh personel Bid TIK Polda Aceh.

Sultan Abdurrahman, dan Annisa Febiola
berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *