Bisnis  

Catat, 6 Alasan Lulusan Baru Gagal Wawancara Kerja



JAKARTA,

Baik Anda lulusan baru atau fresh graduate dari program sarjana maupun magister, menghadapi pasar kerja yang menantang adalah hal yang wajar. Seorang konselor karier bernama Robin Ryan menjelaskan bahwa ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para lulusan baru saat menjalani wawancara kerja.

Berikut beberapa kesalahan yang bisa dihindari oleh fresh graduate saat wawancara kerja:

1. Tersandung dalam menjawab pertanyaan situasional

Pertanyaan situasional seringkali menjadi tantangan terbesar bagi calon karyawan. Pertanyaan ini membutuhkan cerita spesifik mengenai pengalaman kerja atau situasi akademis. Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah tidak memberikan gambaran yang jelas saat mulai menjawab, sehingga pewawancara kehilangan arah.

Untuk menghindari hal ini, pastikan untuk memberikan detail yang jelas, seperti tempat, siapa yang terlibat, dan apa yang terjadi. Gunakan nama depan agar lebih mudah dipahami. Sertakan juga detail spesifik saat menjelaskan situasi tersebut. Selain itu, pastikan untuk menyatakan hasilnya dan berusaha membuat cerita tersebut menggambarkan diri Anda dengan baik.

Contoh: Jika ditanya tentang bagaimana Anda menghadapi orang yang sulit di tempat kerja, Anda dapat menjelaskan bagaimana Anda menyelesaikan keluhan pelanggan atau menyelesaikan konflik dengan anggota tim.

2. Tidak menunjukkan rasa percaya diri

Menurut survei terhadap 800 manajer perekrutan, Gen Z sering kali kesulitan menjaga kontak mata selama wawancara. Mereka cenderung melihat ke langit-langit, ke bawah, atau ke samping, bukan langsung ke pewawancara.

Kontak mata sangat penting karena menunjukkan rasa percaya diri dan profesionalisme. Jika tidak, Anda akan terlihat tidak aman dan kurang berpengalaman. Untuk meningkatkan rasa percaya diri, latihlah berinteraksi dengan orang lain dan selalu jaga kontak mata.

3. Memberikan jawaban yang lemah atau generik

Banyak perusahaan mengeluh bahwa fresh graduate sering tidak siap dalam wawancara kerja. Jawaban yang diberikan terkesan asal-asalan dan tidak cukup meyakinkan. Hal ini membuat HRD beralih ke kandidat lain.

Untuk menghindari kesalahan ini, gunakan Google untuk mencari daftar pertanyaan wawancara kerja yang umum diajukan. Analisis kredensial, prestasi akademis, magang, aktivitas, dan peran kepemimpinan Anda untuk menyusun respons yang baik. Tuliskan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan sulit, seperti “Apa kelemahan terbesar Anda?” atau “Mengapa kami harus merekrut Anda?”

Batasi jawaban Anda tidak lebih dari 60 detik agar tetap efektif dan ringkas.

4. Persiapan yang tidak memadai

Lakukan riset mendalam tentang perusahaan dan tugas pekerjaan yang Anda lamar. Cari koneksi untuk mendapatkan informasi dari dalam. Jika memungkinkan, cari tahu tentang HRD, manajer perekrutan, dan siapa pun yang akan mewawancarai Anda. Tinjau profil LinkedIn mereka agar memahami latar belakang mereka. Catat kesamaan seperti kuliah di universitas yang sama. Kirim permintaan koneksi LinkedIn dengan pesan pribadi yang menyatakan bahwa Anda akan diwawancarai oleh mereka.

5. Tidak mengajukan pertanyaan yang baik

Wawancara kerja bukan waktu yang tepat untuk menanyakan tunjangan atau cuti tanpa batas. Semua pertanyaan harus terkait dengan tugas pekerjaan yang akan Anda lakukan. Jika tidak, Anda akan terlihat tidak tertarik atau hanya peduli dengan gaji dan tunjangan.

Ajukan pertanyaan yang tepat dan pelajari lebih lanjut apakah Anda ingin bekerja untuk atasan dan perusahaan tersebut.

6. Mengabaikan penampilan

Perusahaan sering mengeluh bahwa banyak pelamar lupa seperti apa seharusnya pakaian profesional. Gaya kasual bisnis tidak identik dengan mengenakan pakaian yang tidak rapi, seperti kaus, topi, atau rambut dikuncir kuda.

Untuk pria, pilihlah kemeja berkerah, celana panjang, dan sepatu pantofel. Pertimbangkan untuk memotong rambut agar penampilan terlihat terbaik. Untuk wanita, kenakan busana seperti dress profesional (bukan gaun pesta atau bahan tembus pandang), atau celana panjang pantofel yang dipadukan dengan blus, sepatu pantofel, dan blazer yang menarik jika serasi.

Jangan lupa untuk mematikan ponsel selama wawancara dan hindari mengeluarkannya. Pastikan tangan Anda bebas agar dapat menjabat tangan pewawancara tanpa harus memegang ponsel.

Dengan mengatasi kesalahan yang mungkin dilakukan banyak kandidat lain, Anda mempersiapkan diri untuk sukses dan mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *