Nelayan Serangan I Wayan Dana Hilang Saat Melaut, Pencarian Terus Dilakukan
Hingga saat ini, nelayan asal Serangan, I Wayan Dana, yang hilang saat melaut mencari ikan belum juga ditemukan. Hanya jukung miliknya yang ditemukan tanpa awak di perairan Pantai Karang. Proses pencarian terus dilakukan oleh pihak kepolisian bersama Basarnas dan Tim SAR Polda Bali.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, menjelaskan bahwa pencarian terhadap korban yang diduga mengalami kecelakaan laut akan dilanjutkan pada Jumat 21 November 2025. Rencana tindak lanjut hari ini adalah melakukan koordinasi dengan pihak Basarnas dan Tim SAR Polda Bali untuk melanjutkan proses pencarian.
Polisi juga mengimbau kepada kelompok nelayan di sekitar perairan Denpasar dan sekitarnya untuk segera memberikan informasi kepada Sat Polairud Polresta Denpasar jika menemukan korban di laut atau pesisir pantai.
Kompol Sukadi menjelaskan ciri-ciri korban saat berangkat melaut. Korban menggunakan baju kaos warna merah dengan celana street panjang warna hitam. Selain itu, korban memiliki tato bergambar sapi di dada kiri.
Sebelumnya, Polresta Denpasar memastikan bahwa penemuan jukung tanpa awak di perairan Karang Sanur pada Kamis 20 November 2025 siang merupakan insiden dugaan kecelakaan laut. Setelah diselidiki, pemilik jukung tanpa awak tersebut adalah seorang nelayan bernama I Wayan Dana yang hilang dan kini dalam proses pencarian.
“Kami pastikan bahwa jukung katir dua bermesin tempel Yamaha 15 PK yang ditemukan di perairan Karang Sanur adalah milik I Wayan Dana,” ujar Kompol Sukadi.
I Wayan Dana, seorang nelayan asal Serangan, diketahui berangkat melaut pada Kamis pagi. Penemuan jukung tersebut terjadi sekitar pukul 14.20 Wita di perairan Pantai Karang Sanur.
I Kadek Adnyana dan Agus Handika Putra, yang merupakan Nahkoda boat diving saat itu dalam perjalanan kembali dari Nusa Penida, melihat jukung tersebut berputar-putar tanpa awak di tengah laut. Mereka mendekat dan memastikan jukung itu kosong. Setelah mencari dan menunggu beberapa saat namun tidak ada orang yang muncul dari air.
Agus Handika Putra kemudian menaiki jukung itu dan membawanya perlahan ke Pantai Mertasari sembari tetap mencari awak jukung. Informasi penemuan jukung itu kemudian menyebar melalui grup WA kelompok nelayan hingga sampai ke telinga anak korban, I Wayan Debiarta.
Setelah mengecek ke Pantai Mertasari, ia membenarkan bahwa jukung tersebut adalah milik ayahnya. Dari keterangan anak korban, didukung oleh rekaman CCTV di rumah, diketahui bahwa I Wayan Dana (60) berasal dari Serangan itu terlihat pada pukul 06.18 Wita bersiap membawa bekal untuk memancing.
“Anak korban juga sempat mengecek isi jukung. Ditemukan tempat bekal sudah kosong, mengindikasikan korban sudah sempat makan. Ada juga hasil tangkapan beberapa ikan,” bebernya.
“Istri korban juga menyatakan suaminya hendak melaut hal ini memperkuat dugaan korban mengalami laka laut saat sedang mencari ikan,” pungkas Kompol Sukadi.











