Panpel Persebaya Surabaya Angkat Bicara Jelang Lawan Arema FC! Diam Seribu Bahasa untuk Korban Erupsi Semeru Disampaikan ke I.League

Komunikasi dengan LIB untuk Penghormatan pada Bencana Semeru

Panitia Pelaksana Persebaya Surabaya akhirnya memberikan pernyataan terkait kemungkinan digelarnya minute’s silence dalam laga derbi Jawa Timur melawan Arema FC. Ram Surahman, yang memimpin komunikasi dengan operator kompetisi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah awal agar penghormatan tersebut dapat dilakukan sebelum pertandingan dimulai.

“Saya sudah berkomunikasi dengan LIB mengenai minute’s silence sebagai bentuk penghormatan bagi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru,” ujar Ram Surahman kepada media, Jumat (21/11/2025).

Pertandingan yang dikenal sebagai Derbi Jatim ini akan digelar di Gelora Bung Tomo pada Sabtu (22/11/2025), dan kini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momen kepedulian sosial pasca bencana alam yang menimpa warga Lumajang dan sekitarnya.

Kondisi Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru, yang memiliki ketinggian 3.676 meter, mengalami erupsi besar pada Rabu sore. Letusan disertai luncuran awan panas hingga tujuh kilometer dari puncaknya. Pukul 16.00 WIB, kolom abu setinggi dua ribu meter terlihat jelas menjulang dari puncak gunung.

Mukdas Sofian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, menjelaskan bahwa aktivitas erupsi masih berlangsung saat dirinya membuat laporan. Ia menyebutkan bahwa luncuran awan panas mencapai jarak tujuh kilometer dari puncak dan kolom abu terpantau pekat bergerak ke arah utara serta barat laut.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut,” kata Mukdas dalam keterangan tertulisnya. Kondisi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum empat puluh milimeter dan durasi lebih dari enam belas menit.

Status Gunung Semeru saat ini tetap berada pada Level II atau Waspada berdasarkan pemantauan terkini. Oleh karena itu, Mukdas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius delapan kilometer dari pusat erupsi.

Ia juga menekankan agar warga menjauhi tepi sungai minimal lima ratus meter karena risiko aliran lahar dan awan panas bisa mencapai tiga belas kilometer. Masyarakat diminta tetap menjaga jarak aman dua setengah kilometer dari kawah karena ancaman lontaran batu pijar masih tinggi.

Solidaritas dari Kelompok Suporter

Derbi Jatim kali ini memiliki nuansa empati yang tinggi setelah bencana Semeru menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Kelompok suporter Bonek, salah satu kelompok pendukung Persebaya Surabaya, menunjukkan solidaritas melalui unggahan doa di kanal fanbase mereka.

“Pray For GUNUNG SEMERU. Mari kita Berdoa Bersama, Semoga Para Warga di sekitar Gunung Semeru diberikan Perlindungan, Keikhlasan dan kekuatan dalam menjalani Musibah ini,” tulis akun @kitabonek, Kamis (20/11/2025).

Unggahan tersebut mendapat respons positif dari sesama suporter dan masyarakat umum. Bonek juga menuliskan harapan agar tidak ada korban jiwa dalam bencana ini dan menekankan pentingnya semangat kemanusiaan di tengah kondisi vulkanik yang tinggi.

Persiapan Pertandingan dengan Nuansa Kemanusiaan

Respons cepat dari Panpel Persebaya Surabaya menunjukkan kepekaan klub terhadap situasi yang terjadi. Ram Surahman menegaskan bahwa pihaknya ingin derbi melawan Arema FC memiliki ruang khusus untuk penghormatan dan doa sebelum pertandingan.

Ia memahami bahwa derbi selalu memiliki tensi tinggi, tetapi momentum ini dianggap penting untuk menunjukkan bahwa sepak bola tetap memiliki jiwa solidaritas. Proses komunikasi dengan LIB dilakukan secepat mungkin agar persetujuan bisa turun sebelum laga dimulai.

Jika minute’s silence disetujui, ribuan suporter di Gelora Bung Tomo akan hening sejenak untuk mengirim doa bagi warga Lumajang dan wilayah lain yang terdampak. Momen ini akan menunjukkan bagaimana sepak bola mampu merangkul dan menguatkan masyarakat dalam kondisi apa pun.

Atmosfer pertandingan diperkirakan tetap panas, tetapi kini diselimuti empati yang menembus batas rivalitas. Kedua kelompok suporter diyakini akan menghormati prosesi hening cipta sebagai bentuk kepedulian bersama.

Nilai Emosional dalam Laga Derbi

Pertandingan Persebaya Surabaya vs Arema FC selalu menjadi magnet besar di kalender sepak bola Indonesia. Kini, dengan latar bencana Semeru, laga tersebut punya nilai emosional tambahan yang jarang terjadi dalam sebuah derbi.

Panpel berharap derbi ini bisa menjadi contoh positif bagaimana komunitas sepak bola menyikapi musibah dengan kepedulian nyata. Minute’s silence diharapkan menjadi simbol persatuan, sekaligus penanda bahwa sepak bola bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang untuk saling menguatkan.

Jika prosesi tersebut benar-benar terlaksana, GBT akan menjadi saksi rasa kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dari dunia olahraga. Persebaya Surabaya, Arema, dan seluruh pecinta sepak bola akan bersatu dalam doa sebelum kembali bertarung memperebutkan tiga poin penting di papan klasemen.

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *