Pevoli Semarang Mengguncang Proliga 2026, Arimbi Pecahkan Rekor Nurlaili Bersama Livin Mandiri

Arimbi Syifana Andayani, Pevoli Muda yang Akan Mengguncang Proliga 2026

Arimbi Syifana Andayani, seorang pevoli asal Semarang, Jawa Tengah, akan memperkuat Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026. Dengan usia yang masih 13 tahun, ia akan menjadi pevoli termuda dalam sejarah kompetisi elite bola voli Indonesia tersebut. Rekor sebelumnya dipegang oleh Nurlaili Kusumah, yang berusia 14 tahun saat debutnya.

Pengumuman resmi mengenai keterlibatan Arimbi di Proliga 2026 disampaikan melalui media sosial Instagram O2C, Senin (17/11) malam WIB. Dalam unggahan tersebut, terlihat wajah dua pevoli putri yang akan bergabung ke tim Jakarta Livin Mandiri. Salah satunya adalah Arimbi, yang telah mencuri perhatian pada kompetisi Livoli Divisi Utama 2025 lalu bersama tim Rajawali O2C.

O2C sebagai tim induk dari Arimbi Syifana, sudah mengonfirmasi bahwa pemain muda ini akan berkompetisi di Proliga 2026. Hal ini menandai awal karier profesional bagi Arimbi, yang juga merupakan penggemar berat Megawati Hangestri Pertiwi.

Tim O2C dan Kehadiran Arimbi di Proliga 2026

Diketahui bahwa banyak pevoli binaan O2C akan bergabung dengan Jakarta Livin Mandiri untuk musim 2026. Di antaranya adalah Syelomitha Wongkar, Myrasuci Indriani, dan Syelomitha Pratama. Hal ini telah divalidasi oleh pelatih Octavian saat pertandingan Livoli Divisi Utama.

Coach Octavian sendiri akan menjadi asisten pelatih di Livin Mandiri pada Proliga mendatang. Pengumuman ini langsung memicu reaksi positif dari para penggemar voli di Indonesia, terutama karena kehadiran Arimbi yang akan menciptakan rekor baru.

Rekor Baru di Proliga 2026

Arimbi Syifana Andayani lahir pada 16 Maret 2012. Saat ini, usianya hanya 13 tahun. Jika dia tampil sebelum ulang tahun ke-14nya, maka ia akan menjadi pevoli termuda dalam sejarah Proliga yang menjalani debut. Sebelumnya, rekor dipegang oleh Nurlaili Kusumah yang berusia 14 tahun.

Kompetisi Proliga 2026 akan digelar mulai Januari mendatang. Artinya, jika Arimbi dimainkan sebelum hari ulang tahunnya yang ke-14, rekor baru pasti tercipta.

Perjalanan Karier Arimbi

Meski usianya masih sangat muda, Arimbi berhasil mencuri perhatian publik saat tampil di Final Four Livoli Divisi Utama 2025. Debutnya bersama Rajawali O2C menjadi sensasi tersendiri. Saat menghadapi PBV TNI AU, Arimbi tidak gentar meskipun berhadapan dengan pemain senior. Ia berhasil menyumbangkan 6 poin bagi timnya.

Kepercayaan pelatih Octavian terbukti tepat, meski Arimbi sendiri mengaku sempat gugup. Di lapangan, Arimbi berposisi sebagai opposite. Ia memberikan jawaban polos ketika ditanya alasan memilih posisi tersebut.

“Awalnya jadi open. Habis itu passing-nya kurang, receive juga kurang. Habis itu dijadiin opposite aja gitu,” kata Arimbi dalam wawancara bersama Moji Sports.

Ia juga bercerita pengalamannya saat pernah bermain sebagai middle blocker (MB). “Pernah middle blocker, ya deg-degan aja kayak tiba-tiba gitu.”

Potensi Arimbi untuk Timnas Voli Putri

Melihat usia dan prospek sang atlet, Arimbi Syifana Andayani bisa menjadi talenta baru untuk mengisi skuad Timnas voli putri Indonesia di masa mendatang. Terlebih, sangat jarang bagi seorang pevoli yang sejak awal memilih berposisi sebagai opposite, yang secara tekanan lebih tinggi, karena dituntut klinis dalam menciptakan poin.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *