Pertandingan tunggal putri Jepang hampir menghadapi ancaman dari wakil Indonesia dalam ajang Kumamoto Masters 2025. Meski terlihat ada potensi pertemuan antara pemain senior dan junior Indonesia, hal tersebut akhirnya tidak terjadi.
Pertemuan antara Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dengan Gregoria Mariska Tunjung sebenarnya bisa terjadi di babak perempat final. Dhinda berhasil memenangkan pertandingan babak 16 besar melawan Asuka Takahashi, yang lebih tua darinya. Pemain muda berusia 19 tahun ini tampil dominan pada gim pertama dengan skor 21-10.
Asuka Takahashi yang berusia 26 tahun, merupakan pemain senior yang rutin berlaga di turnamen level Super 500. Sementara Dhinda baru saja merasakan pengalaman bermain di turnamen Super 500 untuk pertama kalinya dalam Kumamoto Masters 2025.
Kemenangan Dhinda atas Busanan Ongbamrungphan (Thailand) memberikan motivasi ekstra bagi pemain muda ini. Namun, penampilannya sedikit goyah pada gim kedua. Meskipun masih berusaha memegang kendali, ia sering kali kehilangan antisipasi saat unggul dalam reli.
Dhinda harus menjalani rubber game setelah kalah 16-21. Pada gim ketiga, pergerakan kakinya terlihat kurang efisien, terutama saat harus bergerak ke sisi kiri dan kanan lapangan. Takahashi memanfaatkan situasi ini dengan taktik yang efektif. Ia mengarahkan bola ke samping Dhinda, baik forehand maupun backhand, atau secara diagonal.
Dhinda mulai frustrasi setelah terus menerus gagal menyamakan angka. Kesalahan semakin banyak dilakukannya di akhir pertandingan, sehingga akhirnya kalah dengan skor 21-19, 16-21, 12-21.
Kemenangan Takahashi memberi harapan bagi tunggal putri tuan rumah yang menjadi juara bertahan di Kumamoto Masters 2025. Dari 11 pemain tunggal putri Jepang di babak utama, hanya tersisa satu pemain di perempat final.
Gregoria Mariska Tunjung menambah luka hari ini setelah mengalahkan Hina Akechi dengan skor 23-21, 21-18. Jika Takahashi kalah, maka hanya Akane Yamaguchi dan Nozomi Okuhara yang tersisa sebagai jagoan Jepang.
Sementara itu, Tomoka Miyazaki harus gigit jari setelah disingkirkan oleh non-unggulan, Sung Shuo Yun (Taiwan), dengan skor 19-21, 13-21 di babak pertama. Miyazaki seharusnya bisa menciptakan final ideal dengan Yamaguchi karena mereka menjadi unggulan 2 dan 1 di Kumamoto Masters 2025.












