Pajero dan juga Fortuner Minggir Dulu, Ford Everest Sport Pede Mengaspal dengan Harga Rp800 Juta!

Pajero lalu juga Fortuner Minggir Dulu, Ford Everest Sport Pede Mengaspal dengan Harga Rp800 Juta!

dailydenpasar.com JAKARTA – Mitsubishi Pajero, Toyota Fortuner, hingga Hyundai Santa Fe kedatangan pesaing baru: Next-Gen Ford Everest Sport, SUV ladder frame yang baru sekadar dirilis Ford RMA Indonesia dengan banderol harga jual Rp800 juta.

Ford Everest Sport mengisi pangsa dia yang digunakan menginginkan SUV ladder frame dengan tampilan beda, layanan lebih besar lengkap, juga tidak merek Jepang.

“Ford Everest Sport akan mempunyai penggemarnya sendiri lewat kombinasi desain, fitur-fitur canggih, serta performa mesin,” ungkap Toto Suharto, Country Manager Ford RMA Indonesia.

Ford Everest Sport tersedia di area seluruh dealer resmi Ford di dalam Indonesia dengan nilai mulai dari Rp799,000,000 OTR Jakarta. Ini, tambahan mahal dibandingkan Toyota Fortuner 2.8 GR-S 4×4 AT 2T PC yang tersebut dibanderol Rp776.900.000.

Meski demikian, ini justru lebih lanjut hemat dibandingkan Next-Gen Ford Everest Titanium 4×4 A/T Limited Edition yang tersebut sudah ada terlebih dulu dikenalkan pada 2024. Harga seri tertinggi itu dibanderol Rp1.024.000.000.

Lainnya itu, Ford RMA Indonesia telah merilis Next-Gen Ford Ranger Wildtrak 4×4 A/T Limited Edition yang digunakan ditawarkan Rp836.000.000 lalu Next-Gen Ford Ranger Raptor 3.0 yang tersebut berbanderol Rp1.360.000.000.

Berbeda dengan Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero, pembeli Next-Gen Ford Everest umumnya adalah dia yang mana menengah keatas lalu lebih banyak banyak berada di dalam wilayah pertambangan seperti Kalimantan, meskipun pembeli pada kota besar seperti Jabodetabek maupun Bandung tetap memperlihatkan ada.

Setelah Ford meninggalkan pangsa Indonesia pada 2016 lalu, RMA Indonesia diberikan kepercayaan untuk mengurusi segala hal yang berkaitan dengan kendaraan-kendaraan Ford pada tanah air.

Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *