Tips Jaga Kondisi Motor: PEMS AA Ingatkan Sesuaikan Bahan Bakar dengan Spesifikasi Pabrikan

Masalah Motor Brebet Kembali Muncul, Ini Penyebab dan Solusinya

Masalah motor brebet kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama setelah sejumlah pengendara mengeluhkan kendaraannya mengalami gangguan setelah mengisi bahan bakar. Kondisi ini sering terjadi karena penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan, terutama pada motor baru yang membutuhkan oktan lebih tinggi.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah menunjuk 32 bengkel rekanan di Jawa Timur untuk membantu masyarakat yang mengalami masalah serupa. Dari jumlah tersebut, 23 bengkel menyediakan layanan pemeriksaan sepeda motor agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

Salah satu bengkel rekanan yang menangani posko pelayanan adalah PEMS AA Motor yang berada di kawasan Menanggal, Surabaya. Bengkel ini menjadi rujukan untuk pemeriksaan dan penggantian komponen yang terdampak gangguan pasca pengisian BBM.

Riza, selaku owner PEMS AA Motor, menjelaskan bahwa sejak 31 Oktober 2025, bengkel tersebut sudah menangani sekitar 100 kendaraan. Setiap harinya, rata-rata ada sekitar 25 sepeda motor datang dengan kondisi serupa, terutama brebet saat gas ditarik.

Menurut Riza, kasus yang masuk didominasi oleh motor baru dengan teknologi mesin yang membutuhkan bahan bakar beroktan lebih tinggi. Di unit-unit ini, spesifikasi pabrikan biasanya mencantumkan minimal penggunaan BBM beroktan 92, yang berarti Pertamax menjadi pilihan yang paling sesuai.

“Untuk motor-motor baru, minimal harus ngisi Pertamax,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Pertalite masih bisa digunakan, tetapi performanya kurang optimal untuk mesin yang membutuhkan pembakaran lebih presisi.

Kondisi motor brebet sebagian besar muncul karena komponen pengapian dan saluran bahan bakar menjadi terganggu. Riza menjelaskan bahwa busi cenderung cepat melemah, sedangkan filter bensin menjadi kotor sehingga aliran bahan bakar ke ruang bakar tidak lagi ideal.

Saat kondisi ini terjadi, performa mesin turun drastis hingga motor terasa tersendat saat digeber. Dalam kasus tertentu, mesin bahkan bisa tiba-tiba mati karena suplai bahan bakarnya terganggu.

Untuk itu, Riza menyarankan pemilik motor untuk mengecek kembali spesifikasi pabrikan yang biasanya ditempel pada area dekat tangki. Informasi mengenai standar oktan yang direkomendasikan produsen sebenarnya sudah jelas, namun masih banyak pengguna yang tidak memperhatikannya.

Pemilihan BBM sesuai spesifikasi bukan hanya soal performa tetapi juga umur mesin dalam jangka panjang. Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dapat mempercepat kerusakan komponen seperti injector, ruang bakar, hingga kepala silinder.

Bagi masyarakat yang merasa motornya bermasalah setelah mengisi BBM, proses klaim dapat dilakukan langsung di bengkel rekanan yang telah ditunjuk Pertamina. Cukup membawa struk pembelian BBM, menyampaikan kondisi motor, dan mengisi formulir pemeriksaan.

“Semua biaya penggantian dan perbaikan ditanggung oleh Pertamina,” kata Riza. Mekanik akan langsung melakukan pengecekan, mengganti komponen yang perlu diganti, lalu membuat laporan untuk klaim penggantian.

Riza menegaskan layanan penanganan ini masih berjalan hingga 10 November 2025. Masyarakat tidak perlu ragu datang, selama memiliki bukti pembelian BBM yang sesuai ketentuan.

Meski demikian, ia berharap kasus serupa bisa menjadi pengingat bagi pemilik kendaraan agar lebih selektif saat memilih bahan bakar. Lebih baik sedikit menambah biaya BBM daripada harus mengganti komponen mesin yang justru jauh lebih mahal.

Kondisi motor yang prima tidak hanya bergantung pada servis berkala, tetapi juga kualitas bahan bakar yang masuk ke ruang bakar. Semakin presisi sistem pembakaran motor, semakin penting pula bahan bakar yang digunakan mengikuti standar pabrikan.

Dengan menyesuaikan BBM sesuai rekomendasi produsen, proses pembakaran di dalam mesin berjalan lebih sempurna. Hasilnya, tenaga motor lebih stabil, tarikan halus, emisi lebih rendah, dan komponen mesin jauh lebih awet.

PEMS AA Motor menegaskan edukasi kepada masyarakat menjadi kunci agar kasus motor brebet tidak terus berulang. Ia berharap pengendara mulai memperhatikan label spesifikasi yang ada di kendaraannya masing-masing sebelum memutuskan memilih jenis BBM.

Pada akhirnya, merawat motor bukan hanya soal datang ke bengkel saat bermasalah, tetapi juga bagaimana pemilik menjaga kualitas bahan bakar yang digunakan setiap hari. Jika mesin bekerja dengan bahan bakar yang tepat, maka motor akan tetap bertenaga dan siap menemani aktivitas tanpa hambatan.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *