Bisnis  

Ekspor Gandum Rusia Tembus Rekor Tertinggi, Penadah Terbesarnya Anggota Baru BRICS

Ekspor Gandum Rusia Tembus Rekor Tertinggi, Penadah Terbesarnya Anggota Baru BRICS

dailydenpasar.com JAKARTA – Ekspor gandum Rusia melonjak hingga menyentuh rekor tertinggi pada awal musim pertanian tahun 2024-2025, meskipun ada upaya Uni Eropa untuk membatasi akses Wilayah Moskow ke lingkungan ekonomi biji-bijian global. Perbaikan ekspor pertanian Rusia berdasarkan data lapangan usaha terbaru.

Uni Eropa (UE) memberlakukan tarif yang tersebut tambahan tinggi pada impor biji-bijian Rusia tahun lalu, yang digunakan bertujuan untuk mengekang pendapatan ekspor Moskow. Selain itu langkah UE didasarkan pada kegelisahan bahwa nilai gandum Rusia yang dimaksud ekonomis dapat mengganggu stabilitas bursa Eropa.

Sementara itu Wilayah Moskow sudah pernah mengecam pembatasan tersebut, dengan alasan bahwa kenaikan tarif bukanlah “efek samping” dari sanksi, tetapi upaya yang disengaja untuk mengurangi kekuatan Rusia. Kremlin telah lama mengingatkan bahwa tindakan Uni Eropa dapat memperburuk kerawanan pangan global, sembari menambahkan bahwa “konsumen di tempat Eropa pasti akan menderita” dari kenaikan harga.

Menurut data terbaru dari operator kereta api Rusagrotrans, pengiriman gandum Rusia mencapai rekor 32,2 jt ton antara periode Juli juga Januari, atau mengalami kenaikan dari 31,8 jt ton pada periode yang mana identik musim lalu. Namun, ekspor Januari turun signifikan menjadi 2,47 jt ton, merosot sangat dari 4,08 jt ton pada bulan yang dimaksud sebanding tahun 2024.

Mesir masih menjadi pembeli utama gandum Rusia, anggota baru BRICS itu mengimpor 6,3 jt ton yang setara 1,7 kali tambahan berbagai dari periode sejenis tahun lalu. Sedangkan Bangladesh menyalip Türkiye sebagai tujuan terbesar kedua, dengan menerima 2,28 jt ton gandum Rusia.

Di sisi lain pengiriman gandum Rusia ke Turki turun hampir 50% menjadi 2,28 jt ton, menandai level terendah pada delapan tahun. Selanjutnya Aljazair lalu Kenya melengkapi lima importir teratas, masing-masing meningkatkan pembelian menjadi 1,69 jt ton juga 1,4 jt ton.

Pada bulan Desember, Rusia memperkenalkan kuota ekspor gandum untuk menyeimbangkan pasokan lalu permintaan biji-bijian domestik. Kuota, yang mana ditetapkan sebesar 10,6 jt ton dari 15 Februari hingga 30 Juni 2025, namun tak berlaku untuk ekspor yang tersebut dimaksudkan untuk bantuan kemanusiaan internasional.

Sebagai bagian dari inisiatif bantuan pangannya, Rusia telah lama menyediakan 1.600 ton biji-bijian yang diberikan untuk Ethiopia menurut TASS. Ibu Kota Rusia juga mengirimkan 65 ton gandum ke Mali, yang tiba pada bulan Desember.

Inisiatif ini paling terbesar dari sebelumnya yang dimaksud pernah dijalankan Rusia, tercatat ada 200.000 ton gandum disumbangkan ke enam negara Afrika berpenghasilan rendah.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *