Betrand Peto Bantah Tuduhan Mencuri Parfum dan Uang Milik Sarwendah
Betrand Peto, yang akrab disapa Onyo, akhirnya angkat bicara terkait tudingan miring yang menyeret namanya di media sosial. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, pihak Onyo membantah keras tuduhan bahwa dirinya mencuri parfum dan uang milik Sarwendah. Mereka juga menegaskan memiliki bukti pembelian barang tersebut.
Pihak Onyo menjelaskan bahwa tindakan memberikan parfum kepada kekasihnya, Aqila Zhavira, adalah hal wajar. Hal ini dilakukan karena terinspirasi oleh aroma parfum yang sering digunakan oleh bundanya, bukan berasal dari barang bekas atau hasil curian.
Betrand Peto merasa dirugikan karena tuduhan tersebut turut menyasar kekasihnya, Aqila Zhavira. Ia mengungkapkan bahwa Aqila sempat menjadi korban perundungan di media sosial akibat tudingan tersebut. Bahkan, Aqila disebut sampai menangis setelah membaca komentar negatif.
Penjelasan Kuasa Hukum
Minola Sebayang, kuasa hukum Betrand Peto, menilai narasi yang berkembang di publik tidak logis dan cenderung dibentuk oleh opini yang tidak berdasar. Menurutnya, tudingan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
“Ini orang nih kok pintar-pintaran ngomong seperti itu ya. Dan kemudian sudah jelas ya dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum seperti yang dibilang oleh Bertrand, itu dia hanya mengagumi, menyukai aroma parfum bundanya sebagai seorang remaja, pasti yang idolanya adalah bundanya,” ujar Minola.
Ia juga menjelaskan bahwa tindakan Onyo memberikan parfum kepada kekasihnya adalah hal yang wajar, mengingat referensinya berasal dari aroma yang ia sukai.
“Dan ketika dia menaksir seorang wanita dan ingin memberikan hadiah parfum, tentu sangat wajar sekali kalau referensinya adalah parfum yang sering dipakai oleh bundanya. Kan begitu ya. Jadi oleh karena itu dia belikan parfum yang sama, mereknya, aromanya, semua itu yang dia berikan kepada orang yang dia taksir,” lanjutnya.
Minola juga menyinggung bukti pembelian parfum yang masih disimpan oleh Onyo. “Ini bilang, ‘Onyo bilang bilnya, bonnya juga masih ada itu Om katanya.’ Ya, jadi semuanya masih bisa dipertanggungjawabkan.”
Tudingan Tidak Masuk Akal
Menurut Minola, tudingan tersebut juga tidak masuk akal jika dikaitkan dengan kondisi mereka yang tinggal dalam satu rumah. “Ya, enggak mungkin juga kita ambil untuk kita gunakan. Kita masih satu rumah, pasti itu kan sama aja dengan bohong ya. Jadi memang yang menjadi pertanyaannya kan tadi adalah kenapa kok tidak ikut melakukan klarifikasi?”
Ia juga mempertanyakan sikap Sarwendah yang belum angkat bicara secara langsung. “Nah, ini juga menjadi satu pertanyaan besar kan begitu. Diam itu kan memang tidak selalu emas ya. Jadi artinya harusnya sebagai orang yang dipanggil Bunda oleh Betrand dan itu ada kaitannya dengan dia sih memang, seharusnya dia juga memberikan suatu klarifikasi.”
Meski begitu, Minola juga mengakui bahwa diamnya Sarwendah bisa ditafsirkan sebagai bentuk penolakan terhadap tudingan tersebut. “Tapi kan tidak harus memberikan klarifikasi, dengan dia tidak mengatakan apapun sebenarnya itu juga bisa dikatakan bahwa apa yang disampaikan oleh netizen itu sesuatu yang tidak benar.”
Siap Tempuh Jalur Hukum
Betrand Peto menyatakan bahwa dirinya akan menempuh jalur hukum atas tuduhan negatif yang dialamatkan pada dirinya. Ia merasa geram karena dituduh mencuri parfum dan uang milik Sarwendah. “Geramnya karena dituduh ambil duit, ambil parfum. Nggak masuk akal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa selalu meminta izin sebelum mengambil barang milik bundanya. “Kalau aku lagi nggak ada parfum di kamar, pasti aku selalu izin sama bunda ‘Bund aku boleh nggak pinjem parfum yang ini’. Boleh kok tanya sama Bunda atau uncle Jordi.”
Betrand mengungkapkan bahwa laporan hukum akan diurus oleh ayahnya, Ruben Onsu, serta orang tua dari pihak Aqila. “Itu (akan) di proses (hukum) oleh Mamanya Aqila sama ayah,” ucap pria yang akrab disapa Onyo itu.
Disinggung tentang siapa sosok penyebar tuduhan bohong itu, Betrand nampaknya sudah mengetahui namun tidak mau membocorkannya kepada publik. “Adalah pokoknya, ada orang sakit hati. Tungguin aja,” tutupnya.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











