Warga Kotabaru Mengeluhkan Jalan Biduri yang Berlubang
Warga Kotabaru yang melintas di Jalan Biduri, Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulaulaut Utara harus berhati-hati. Baru-baru ini, terdapat lubang besar yang nyaris berada di tengah jalan, tepat di sekitar muara persimpangan Jalan Biduri dan Jalan Veteran. Lubang tersebut diperkirakan sedalam lutut orang dewasa dan telah dipasang penanda berupa gulungan spanduk bertongkat.
Pantauan di lokasi pada Minggu (12/4/2026) menunjukkan bahwa pengendara roda dua maupun roda empat masih leluasa melewati titik tersebut karena kondisi siang hari. Namun, lubang ini bisa menjadi bahaya jika tidak segera ditangani. Warga setempat mengingatkan agar pengendara memilih jalur kiri dan kanan untuk menghindari risiko kecelakaan.
Kondisi jalan yang rusak ini sebelumnya sudah diposting oleh warga di media sosial sebagai permintaan penanganan lebih lanjut. Lokasi jalan yang ramai dilintasi membuat masalah ini semakin mendesak. Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Dirgahayu, Lukman, mengaku telah mengetahui adanya lubang yang diduga akibat pecahnya gorong-gorong di jalan tersebut.
“Kondisinya kami dilaporkan ke Dinas PUPR Kotabaru dan sudah ditanggapi, tinggal menunggu tindaklanjut penanganan,” jelas Lukman. Meski hingga saat ini belum ada laporan insiden dari kerusakan jalan tersebut, Lukman tetap berharap perbaikan segera dilakukan. Penanda sementara yang terpasang hanya inisiatif warga agar tidak ada yang mengalami insiden di titik tersebut.
Cara Memviralkan Jalan Rusak di Wilayah Anda
Memviralkan jalan rusak bisa dilakukan dengan mengunggah foto atau video kondisi jalan yang dramatis ke media sosial seperti TikTok, Instagram, atau Twitter. Pastikan untuk menyertai lokasi spesifik, tag akun pemerintah seperti @kemenpupr, @jokowi, Gubernur, Bupati, atau Walikota setempat, serta gunakan hashtag seperti #JalanRusak, #Infrastruktur, #LaporWarga, #Viral, dan #NamaDaerah (contoh: #JalanRusakBekasi).
Berikut adalah langkah-langkah detail untuk memviralkan jalan rusak agar mendapat respons cepat:
-
Dokumentasi yang Jelas dan Menarik
Ambil foto atau video (video lebih disukai) yang jelas menunjukkan kerusakan, lubang dalam, atau bahaya yang ditimbulkan.
Buat perbandingan “sebelum” dan “sesudah” atau tunjukkan aktivitas sehari-hari yang terganggu (misalnya: anak sekolah jatuh, kendaraan terbalik).
Gunakan teknik POV (Point of View) atau rekam dari sudut pandang pengendara/pejalan kaki. -
Unggah di Media Sosial dengan Strategi
Gunakan platform dengan jangkauan luas seperti TikTok, Instagram, Twitter/X, dan Facebook.
Tag Akun Resmi: Tandai akun resmi terkait seperti @kemenpupr, @jokowi, Gubernur, Bupati, atau Walikota setempat.
Gunakan Hashtag: #JalanRusak #Infrastruktur #LaporWarga #Viral #NamaDaerah (contoh: #JalanRusakBekasi).
Narasi yang Menarik: Tulis narasi singkat namun menggugah emosi, menyoroti bahaya, atau sindiran halus tentang lamanya perbaikan. -
Laporkan Melalui Kanal Resmi (Penting untuk Aksi Nyata)
Unduh aplikasi Jalan Kita (PUPR) di Play Store/App Store, buat laporan dengan foto, deskripsi, dan lokasi, lalu pantau statusnya.
Laporkan melalui lapor.go.id untuk aduan resmi ke pemerintah pusat/daerah.
Kirim aduan melalui DM atau mention akun Instagram/Twitter dinas pekerjaan umum (PU) daerah setempat. -
Libatkan Warga Sekitar (Viralitas Organik)
Minta teman, keluarga, dan tetangga untuk me-repost, me-like, dan berkomentar agar algoritma media sosial mengangkat konten tersebut.
Pastikan informasi yang disampaikan akurat, tidak mengandung unsur hoaks, dan tidak menggunakan kata-kata kasar agar tetap mematuhi aturan hukum dan etika media sosial.












