Cuaca Ekstrem Melanda OKU Timur, Kerusakan Merajalela
Hujan deras, angin kencang, dan petir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, pada Jumat (3/4) malam. Peristiwa cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan yang signifikan terhadap rumah warga, fasilitas umum, serta jaringan listrik.
Wilayah yang paling parah terdampak adalah Kecamatan Martapura, Bunga Mayang, dan sekitarnya. Angin kencang yang terjadi mampu mengangkat genteng rumah warga, sehingga banyak bangunan yang rusak. Salah satu warga Kelurahan Paku Sengkunyit, Sukron, mengungkapkan pengalamannya saat peristiwa tersebut terjadi.
“Awalnya cuaca terasa panas, lalu hujan turun sekitar pukul 19.20 WIB. Hujan semakin deras setelah Isya, lalu tiba-tiba angin kencang datang disertai suara gemuruh. Listrik langsung padam,” katanya, Sabtu (4/4/2026). Ia menduga bahwa angin kencang tersebut merupakan puting beliung karena kekuatannya mampu menerbangkan atap dan genteng rumah warga.
Genteng rumah yang terangkat membuat warga tidak berani keluar dari rumah. Air juga masuk ke dalam bangunan, memperparah situasi. Setelah hujan mereda sekitar pukul 20.30 WIB, warga mulai melihat dampak kerusakan. Material bangunan seperti seng dan besi berserakan di jalan, bahkan terdapat kabel listrik yang putus.
Kerusakan juga dialami tempat usaha milik Sukron yang atapnya rusak parah akibat terjangan angin. Warga lainnya, Rudi, mengaku sempat panik saat mendengar suara angin seperti pusaran yang mendekat sebelum atap dapurnya terangkat.
“Suara angin seperti berputar dan mendekat cepat. Atap dapur saya terangkat dan jatuh ke halaman,” ujarnya. Hal serupa disampaikan warga lain, Siti, yang mengaku hanya bisa menyelamatkan diri bersama anak-anak saat listrik padam dan suara benturan terdengar dari luar rumah.
“Lampu mati, gelap total, suara benda jatuh bertubi-tubi. Saya hanya bisa memeluk anak-anak,” katanya.
Hingga saat ini, warga masih melakukan pembersihan puing dan memperbaiki rumah yang rusak. Sementara itu, aliran listrik di sebagian wilayah sempat padam akibat kabel putus, namun mulai berangsur normal. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa peralihan musim.
Dinsos Tapin Berikan Bantuan
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tapin menyalurkan bantuan kepada 19 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana angin puting beliung di tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Bungur, Tapin Selatan, dan Candi Laras Selatan (CLS), Sabtu (4/4/2026). Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah daerah dalam membantu warga yang terdampak cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir.
Dari total penerima bantuan, terbanyak berada di Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, yakni sebanyak 16 KK. Sementara itu, tiga KK lainnya tersebar di tiga desa, yaitu Desa Shabah, Desa Harapan Masa, dan Kelurahan Tambarangan.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar seperti paket sembako, terpal, selimut, serta sandang berupa pakaian dan perlengkapan lainnya. Staf Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Tapin, Ahmad Hamdani, mengatakan bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga pascabencana.
“Porsi sosial adalah pemenuhan kebutuhan dasar saat terjadi bencana, untuk meringankan beban warga terdampak,” ujarnya. Ia menambahkan, penyaluran bantuan telah dilakukan secara bertahap sejak Jumat (3/4/2026) di sejumlah desa terdampak, sebelum dilanjutkan pada Sabtu (4/4/2026) di Desa Sungai Rutas.
Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah terdampak. Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinsos juga terus melakukan pendataan serta pemantauan di lapangan guna memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang tepat.












