Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Akan Dimakamkan di Kulonprogo
Prajurit Kepala (Praka) Farizal Romadhon, seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur saat bertugas di Lebanon, akan dimakamkan di kampung halamannya, yaitu Kulonprogo. Informasi ini disampaikan oleh Dukuh Ledok, Wakidi, yang telah berdiskusi dengan pihak keluarga.
Farizal meninggal dunia akibat serangan Israel ke markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026). Ia berasal dari Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Wakidi mengatakan bahwa setelah melakukan diskusi dengan keluarga, mereka memutuskan untuk memakamkan Farizal di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat. Jarak TPU tersebut sekitar 1 kilometer dari rumahnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kehormatan terakhir bagi sang prajurit.
“Setelah diskusi, keluarga maunya dimakamkan di TPU dekat sini saja,” jelas Wakidi. Ia menambahkan bahwa pemakaman akan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir. Persiapan sedang dilakukan, termasuk membersihkan lahan sekitar rumah untuk menyambut kedatangan jenazah.
Farizal adalah anak kedua dari dua bersaudara. Ia lulus dari SMA Negeri 1 Lendah dan melanjutkan pendidikannya untuk menjadi anggota TNI. Wakidi menggambarkan Farizal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan masyarakat. Semasa muda, ia sering ikut kegiatan Karang Taruna di Ledok. Meskipun jauh di Aceh, ia tetap rajin berkomunikasi dengan keluarganya.
Kepergiannya meninggalkan seorang istri dan satu orang anak yang kini sedang berada di Aceh. Wakidi masih menunggu kabar kapan jenazah Farizal bisa pulang ke kampung halamannya. Hingga kini belum ada kejelasan soal waktu pemulangan jenazah.
Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, membenarkan kabar meninggalnya Farizal. Ia menjelaskan bahwa Farizal berpangkat Praka dan menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima di Kesatuan Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM. Sayangnya, Dyan belum mendapatkan informasi rinci tentang bagaimana Farizal meninggal dunia, termasuk kronologi kejadiannya.
“Yang jelas beliau saat itu sedang bertugas dalam misi perdamaian PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) di Lebanon,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel tersebut. Indonesia memberikan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka.
“Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” kata pemerintah.
Selain itu, pemerintah akan bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah segera dilakukan. Mereka juga akan memberikan perawatan medis terbaik bagi personel yang terluka. “Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara saksama,” tambah Dyan.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











