Peringatan untuk RI! Penutupan Bab al-Mandeb Picu Kenaikan Harga Pokok

Perang di Timur Tengah dan Dampaknya pada Perekonomian Global

Perang yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah antara Iran, AS, dan Israel diprediksi akan terus berlanjut. Salah satu ancaman terbaru datang dari kelompok Houthi Yaman yang mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandeb, salah satu jalur laut paling strategis di dunia. Penutupan ini bisa memperparah ketegangan yang sudah ada akibat penutupan Selat Hormuz sebelumnya.

Menurut pakar ekonomi dari Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, penutupan kedua jalur laut tersebut akan memiliki dampak besar terhadap perdagangan global, termasuk bagi perekonomian Indonesia. Ia menjelaskan bahwa dua jalur tersebut merupakan “chokepoint” penting dalam perdagangan energi.

  • Selat Hormuz sudah sangat vital karena menyalurkan lebih dari seperempat perdagangan minyak dunia lewat laut.
  • Selat Bab al-Mandeb juga tidak kalah penting, dengan sekitar 12 persen perdagangan minyak laut dan 8 persen perdagangan LNG dunia melalui jalur tersebut.

Jika Houthi benar-benar menutup Selat Bab al-Mandeb sementara Selat Hormuz juga terganggu, maka kapal-kapal harus memutar lebih jauh, biaya asuransi akan melonjak, waktu pengiriman bertambah, dan harga energi akan meningkat secara cepat. Hal ini dapat menyebabkan masalah seperti minyak mahal, pasokan yang terlambat, logistik yang macet, dan volatilitas harga yang makin liar.

Bagi Asia, kawasan ini berada di garis depan ketergantungan impor energi dari Timur Tengah, sehingga dampaknya lebih besar dibandingkan wilayah lain.

Dampak Berlapis pada Indonesia

Syafruddin menilai dampak penutupan Selat Bab al-Mandeb bagi Indonesia bersifat langsung dan berlapis. Hal ini disebabkan oleh tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor migas. Pada tahun 2024, impor migas mencapai sekitar 36,28 miliar dolar AS. Setiap kenaikan harga minyak atau gangguan pengiriman akan segera memperbesar tagihan impor energi.

Dari situ, tekanan akan merambat ke berbagai aspek ekonomi, seperti inflasi impor, ongkos logistik, harga pangan, biaya produksi industri, subsidi energi, APBN, dan nilai tukar rupiah. Jika perang memanjang dan dua jalur laut strategis sama-sama terganggu, harga BBM nonsubsidi akan semakin mudah naik, sementara harga BBM subsidi akan makin mahal untuk ditahan.

Dalam kondisi demikian, pemerintah harus mengeluarkan lebih banyak dana untuk kompensasi energi atau menerima risiko pelebaran defisit. Dunia usaha akan menghadapi biaya distribusi yang lebih tinggi, sementara rumah tangga akan merasakan tekanan pada daya beli.

Perang di Timur Tengah Bukan Sekadar Berita Luar Negeri

Perang di Timur Tengah tidak hanya menjadi berita luar negeri, tetapi bisa berubah menjadi shock energi, shock fiskal, dan shock biaya hidup bagi Indonesia. Dengan situasi yang terus memburuk, Indonesia perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang mungkin muncul.


Seorang warga Yaman melewati spanduk bergambar bendera Israel dan AS di dek kapal kargo Galaxy Leader, yang disita oleh Houthi di lepas pantai pelabuhan Al-Salif di Laut Merah di provinsi Hodeidah, Yaman. – (EPA-EFE/YAHYA ARHAB)

Diketahui, kelompok Houthi Yaman dikabarkan akan menutup Selat Bab al-Mandeb, jalur yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudera Hindia, serta menjadi jalur utama perdagangan antara Asia, Afrika, dan Eropa. Upaya tersebut sebagai bentuk dukungan Houthi kepada Iran dalam perang melawan AS dan Israel.

Houthi telah bergabung dalam peperangan dengan menembakkan rudal ke Israel pada Sabtu (28/3/2026). Penyerangan tersebut membuat perang di Timur Tengah berpotensi semakin panas. Pimpinan Houthi menyampaikan, langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan tekanan pada Israel dan AS.

Perang antara Iran dan AS dan Israel diketahui telah terjadi sejak 28 Februari 2026. Memasuki pekan kelima saat ini, peperangan masih terus bergulir dan menyebabkan kondisi ketidakpastian global semakin tinggi.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *