Mantan Suami Cucu Mpok Nori Terbongkar, Tetangga Tak Pernah Curiga Hingga Tragis

Sosok Fuad, Pelaku Pembunuhan Mantan Istri yang Tampak Biasa

Kematian tragis Dewhinta Anggary alias Anggi, cucu dari komedian legendaris Mpok Nori, masih menjadi duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Kejadian ini terjadi di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, setelah korban tewas di tangan mantan suaminya sendiri. Pelaku, yang dikenal dengan inisial FD atau Fuad, kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Ketua RT setempat, Nurgiyanto, mengungkapkan bahwa pelaku tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan sebelum peristiwa terjadi. Menurutnya, Fuad tetap bersikap sopan dan menyapa seperti biasa meskipun sudah berpisah dari korban. “Tidak ada hal-hal yang mencurigakan karena selama ini dia masih tinggal ngontrak di sini,” ujar Nurgiyanto.

Sehari sebelum jasad korban ditemukan, Nurgiyanto mengaku sempat berpapasan dengan Fuad. Saat itu, pelaku masih bersikap ramah dan memperlihatkan sikap yang biasa saja. Namun, komunikasi antara Fuad dengan warga sekitar terbatas karena kendala bahasa. “Orangnya terlihat baik, cuma memang kita terkendala bahasa. Bahasa Inggrisnya juga kurang jelas, bahasa Arab juga, kita pakai bahasa Jawa juga tidak nyambung,” tambahnya.

Di balik penampilannya yang tenang, hubungan rumah tangga antara Fuad dan korban ternyata penuh konflik. Sekitar sebulan sebelum kejadian, Fuad disebut melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga melukai dirinya sendiri karena tidak terima diceraikan. Warga juga sempat takut karena Fuad membawa senjata tajam, sehingga akhirnya dilaporkan ke polisi.

Kronologi Kematian Dewhinta Anggary

Kabar duka menyelimuti dunia seni Betawi saat Dewhinta Anggary ditemukan tewas di dalam kontrakannya di kawasan Gang Daman I, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026) dini hari. Korban ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB dalam kondisi terkapar bersimbah darah dengan luka pada bagian leher dan tubuh atas.

Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkannya untuk bekerja. Saat itu, pintu kontrakan dalam keadaan terkunci dari dalam. Adik korban kemudian masuk melalui jendela yang terbuka untuk membuka pintu. “Pas datang pintu kontrakan terkunci. Jadi adiknya masuk lewat jendela, lalu membukakan pintu. Di situ kakak sudah terkapar,” ujar Sania Destiani (16), kerabat korban.

Keluarga yang panik langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Cipayung dan Polda Metro Jaya tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya barang berharga yang hilang di dalam kontrakan korban. Ponsel milik korban bahkan masih berada di lokasi.

Jenazah Dewhinta sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses autopsi sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

Pelaku Pembunuhan yang Diamankan

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari pihak kepolisian, pelaku pembunuhan diduga adalah mantan suami korban berinisial FD. Keduanya diketahui baru berpisah sekitar satu bulan terakhir. “Pelakunya mantan suaminya sendiri. Sudah tidak tinggal bareng, karena dia yang minta pisah,” kata Sania.

Pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat hendak melarikan diri. Ia ditangkap di ruas tol arah Merak pada Sabtu siang sekitar pukul 13.30 WIB. Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko, membenarkan penangkapan tersebut dan menyatakan pelaku kini telah diamankan di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini, lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami motif di balik aksi pembunuhan yang menewaskan cucu dari ikon seni Betawi tersebut.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *