Peluncuran Jersey Timnas Indonesia yang Menggabungkan Budaya dan Teknologi
Tim Nasional (Timnas) Indonesia resmi meluncurkan jersey terbarunya di Gelora Bung Karno, Jakarta. Peluncuran ini dilakukan dalam rangkaian festival bertajuk Leave Your Mark Fest 2026 yang berlangsung pada 12–15 Maret 2026 di Plaza Utara Gelora Bung Karno. Jersey baru ini diproduksi oleh merek olahraga asal Spanyol, Kelme, dan mengusung desain yang mencerminkan identitas bangsa Indonesia.
Desain yang Menggabungkan Tradisi dan Modernitas
Jersey kandang Timnas Indonesia memiliki warna merah-putih dengan motif batik yang unik. Desain ini tidak hanya menampilkan simbol-simbol budaya Indonesia, tetapi juga dirancang agar tetap modern dan nyaman digunakan. Menurut Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, desain jersey ini merepresentasikan identitas bangsa melalui perpaduan warna dan unsur budaya.
“Warna merah dan putih mencerminkan identitas bangsa kita. Ada nilai-nilai kebudayaan, seperti tenun dan garis-garisnya,” ujar Erick Thohir. Ia juga menyebut bahwa desain jersey merah tidak terlihat terlalu ramai sehingga kombinasi warna tetap seimbang.
Sementara itu, jersey away berwarna putih memiliki detail motif batik yang menarik. Meski terlihat polos, ada elemen klasik dari batik yang disisipkan dalam desainnya. Hal ini membuat jersey terasa lebih istimewa dan memiliki makna budaya yang dalam.
Komentar dari Pelatih Timnas
Pelatih Tim Nasional Sepak Bola Indonesia, John Herdman, juga memberikan apresiasi terhadap desain jersey baru tersebut. Menurutnya, desain ini tidak hanya menampilkan identitas budaya, tetapi juga mampu membangkitkan semangat para pemain saat bertanding.
“Desain ini mencerminkan warisan budaya Indonesia dan bisa menjadi inspirasi bagi para pemain saat tampil di lapangan,” ujarnya.
Aksesibilitas Jersey Baru
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, menjelaskan bahwa jersey baru ini sudah dapat dibeli secara online dan offline. Untuk pembelian offline, para suporter dapat mengunjungi seluruh toko Garuda Store Indonesia (GSI) serta acara Leave Your Mark Fest di Plaza Utara GBK, Jakarta, mulai 13–15 Maret 2026.
Salah satu keistimewaan pembelian jersey di acara tersebut adalah adanya opsi nameset. “Nameset tersedia di awal untuk semua pengunjung acara, baik di pop-up store maupun di toko GSI,” kata Kevin.
Filosofi Jersey Timnas Indonesia
Kevin Wijaya juga menjelaskan filosofi di balik desain jersey kandang dan tandang. Jersey kandang dirancang dengan inspirasi dari warisan sejarah sepak bola Indonesia, termasuk garis merah putih ikonik yang terinspirasi dari jersey legendaris tahun 1999. Desain ini dirancang untuk masa depan, dengan konstruksi yang ringan dan nyaman.
Sementara itu, jersey tandang menghadirkan interpretasi modern dari kekayaan budaya Indonesia. Terinspirasi dari garis, pola titik, serta simbol khas batik, desain ini menafsirkan kembali warisan tradisional melalui bentuk geometris dan gradasi yang merefleksikan energi permainan sepak bola.
Kolaborasi PSSI dan Kelme
Kevin mengatakan bahwa desain jersey ini merupakan hasil kolaborasi antara Kelme dan PSSI. “Kami mendapatkan banyak input terkait apa yang harus dibawa, filosofinya, dan bagaimana ini harus mencerminkan filosofi bangsa,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa batik menjadi salah satu inspirasi utama dalam desain jersey. “Batik adalah warisan yang melegenda, dan kami ingin membawanya ke dunia internasional melalui jersey ini.”
Harga dan Varian Jersey
Harga jersey Timnas Indonesia bervariasi tergantung jenisnya. Untuk jersey kandang dan tandang player issue dengan lengan pendek, harga dipatok Rp1.449.000. Produk ini juga dilengkapi kotak eksklusif. Sementara itu, jersey replica dengan lengan pendek dijual Rp749 ribu, sedangkan lengan panjang Rp899 ribu.
Untuk jersey latihan, harganya lebih terjangkau, yaitu Rp599 ribu. Selain itu, beberapa atribut lain seperti t-shirt, polo shirt, dan jaket latihan juga tersedia dengan harga yang berbeda-beda.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."












